APPI Kirim Surat Terbuka kepada Jokowi

jun, CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 20:22 WIB
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) melayangkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kompetisi sepak bola Tanah Air bergulir kembali. APPI berharap Presiden Jokowi memberikan izin kompetisi sepak bola bergulir kembali. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) melayangkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kompetisi sepak bola Tanah Air bergulir kembali.

Dalam surat terbuka bertanggal 28 Juni dan ditandatangani 20 orang itu, APPI menjelaskan bagaimana kondisi pemain sepak bola Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Mereka berharap kemurahan hati Presiden Jokowi untuk melakukan kick-off kompetisi sepak bola Indonesia.

"Bapak Presiden yang kami hormati, izinkan kami, para pesepakbola profesional Indonesia menyampaikan kegelisahan kami selama 16 bulan ini dikarenakan tidak adanya kompetisi sepak bola, sebuah penghidupan bagi kami karena bermain sepak bola bukan hanya sekadar hobi yang dibayar, namun merupakan sebuah profesi yang memberikan kehidupan." Begitu bunyi kalimat pembuka surat terbuka tersebut.


APPI juga menyampaikan sepak bola Indonesia merupakan olahraga yang paling populer dengan fanatisme suporter yang tinggi. Selain sebagai sarana hiburan masyarakat, kompetisi akan menjadi jembatan untuk terciptanya tim nasional yang kuat.

Sebelum membuat surat terbuka ini, APPI juga telah menginisiasi sebuah gerakan di dunia maya. Lewat media sosial para pemain yang tergabung dalam APPI membuat kampanye dengan tanda pagar (tagar) #KamiSiapMain, yang itu diluncurkan pada 23 Juli.

Gerakan maya ini pun bukan yang pertama. Sebelumnya pada 2012 APPI membuat kampanye dengan tagar #PesepakbolaBersatu, sebagai bagian dari gerakan solidaritas untuk para pemain sepak bola, utamanya Liga 2, yang gajinya ditunggak klub karena adanya dualisme federasi.

Dalam surat tersebut itu juga dipaparkan keluh kesah pemain dengan stigma pemain sepak bola adalah profesi dengan penghasilan besar, penuh kemewahan, dan ketenaran. Stigma ini diklaim membuat pemain sepak bola kuat secara ekonomi pada masa pandemi Covid-19.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

"Namun Bapak Presiden yang kami hormati, apa artinya jika 16 bulan ini tidak ada penghasilan, terlebih teman-teman kami yang berada di Liga 2. Pemotongan gaji dengan besaran fantastis, pemutusan kontrak sepihak, serta belum ada klub yang mau mengontrak kami karena status kompetisi yang masih belum jelas," tulis APPI.

Selanjutnya mereka memaparkan fakta bahwa mayoritas pemain sepak bola Indonesia telah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Mereka juga selalu menjaga protokol kesehatan, sebagai cerminan kepada suporter Indonesia untuk bersama-sama melawan pandemi.

"Bapak Presiden yang kami rindukan aksinya menendang kick-off pembukaan liga, kami juga menitipkan suara tidak hanya dari rekan-rekan seprofesi kami baik yang berada di Liga 1 maupun Liga 2, namun juga para tim pelatih, ofisial tim kami, serta para wasit yang juga memiliki penghidupan dari kompetisi," tulis APPI.

Surat terbuka ini selain ditandatangani Presiden APPI Firman Utina dan wakil Andritany Ardhiyasa, juga oleh perwakilan para pemain lintas generasi. Beberapa di antaranya adalah Awan Setho, Bayu Gatra, Johan Ahmad Alfarizi, Bagus Nirwanto, Andri Ibo, dan Firza Andika.

[Gambas:Video CNN]

(abd/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK