Indonesia Selevel dengan China di Final Badminton Olimpiade

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 18:03 WIB
China menjadi penguasa di cabang olahraga badminton Olimpiade, namun wakil negara Tirai Bambu itu tak selalu bisa menang atas Indonesia dalam laga final. Greysia/Apriyani meraih medali emas badminton Olimpiade Tokyo 2020. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menjadi penguasa di cabang olahraga badminton Olimpiade, namun wakil negara Tirai Bambu itu tak selalu bisa menang atas Indonesia dalam laga final.

Kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu atas Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di laga final ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 memastikan Indonesia menyamakan head to head lawan China di partai final Olimpiade.

Sebelum Greysia/Apriyani meraih kemenangan atas wakil China di Olimpiade 2020, Markis Kido/Hendra Setiawan membukukan kemenangan atas wakil China, Cai Yun/Fu Haifeng, dalam laga puncak Olimpiade 2008.


Sebelum kemenangan dari dua pasangan ganda tersebut, Indonesia sempat tertinggal dalam head to head di partai final Olimpiade dari China.

Pada Olimpiade 2000, dua wakil Indonesia kalah dari pebulutangkis China. Tri Kusharjanto/Minarti Timur kalah dari Zhang Jun/Gao Ling di partai final ganda campuran.

Selain itu Hendrawan yang menjadi salah satu tulang punggung tunggal putra juga harus mengakui keunggulan Ji Xinpeng.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Wakil Indonesia di cabor badminton Olimpiade sudah 12 kali masuk final dan delapan kali meraih emas. Dari 12 laga tersebut, atlet Indonesia lima kali menghadapi lawan asal Korea Selatan.

Selain empat kali bertemu China, tercatat pula dua kali wakil Indonesia berhadapan dengan utusan Malaysia dan sekali terjadi all Indonesian final.

[Gambas:Video CNN]

(nva/har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK