Jakarta, CNN Indonesia -- Operator kompetisi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) belum bisa memberikan jadwal Liga 1 2021 secara utuh untuk satu musim. Berikut penjelasan LIB kenapa jadwal Liga 1 2021/2022 diecer.
Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan baru dirilisnya tiga pertandingan pembuka Liga 1 2021/2022 sesuai dengan saran dan arahan dari pemerintah.
"Pak Luhut [Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan] juga sudah bilang semalam, memang kami mengajukan seperti biasa satu hari tiga pertandingan karena biar satu pekan semua main, tapi ternyata nanti dievaluasi dulu takut ada sesuatu yang terjadi karena masih kekhawatiran soal pandemi, hingga hanya diberi izin satu hari satu pertandingan," kata Hadian Lukita, Selasa (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tiga pertandingan pembuka nanti ada beberapa pihak terkait yang akan mendampingi untuk melihat penerapan protokol kesehatan. Hal itu selanjutnya bakal jadi bahan evaluasi untuk pekan berikutnya.
"Dari tiga pertandingan ini diputuskan minggu depan lanjut atau tidaknya [Liga 1 2021/2022]. Ya, mudah-mudahan tiga pertandingan ini lulus dan Liga 1 jalan lagi seperti biasa," harapnya.
Sementara itu Direktur Operasional LIB, Sujarno, mengatakan diecernya jadwal Liga 1 2021 sesuai dengan assessment atau penilaian yang dilakukan otoritas seperti Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19. Alhasil, LIB baru bisa merilis jadwal lengkap per pekan di H-4 sebelum pertandingan, termasuk lokasi stadion yang akan digunakan.
"Sesuai dengan assessment dari otoritas, kami baru bisa memastikan tiga pertandingan di pekan ini. Bali United vs Persik di GBK, Jumat (27/8), Persipura Jayapura vs Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Sabtu (28/8) dan Bhayangkara Solo FC vs Persiraja Banda Aceh di Indomilk Stadion, Minggu (29/8)," kata Sujarno kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/8).
"Untuk pekan selanjutnya, pekan kedua, jadwal pertandingan siapa lawan siapa sudah ada, tapi venue pertandingannya masih harus menunggu hasil evaluasi dari tiga pertandingan di pekan ini. Terpenting tim saat ini dalam keadaan siap bermain," imbuhnya menjelaskan.
Mepetnya jadwal pertandingan lengkap Liga 1 2021 dari LIB, lanjut Sujarno, sesuai dengan kesepakatan dan komitmen penerapan protokol kesehatan ketat yang telah disetujui semua pihak, termasuk klub peserta. Selain itu berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, Satgas Covid-19, Kemenpora maupun Polri, pertandingan Liga 1 harus digelar di wilayah dengan kategori zona hijau.
Menurut rencana Liga 1 2021 akan digelar dengan menggunakan sistem bubble to bubble yang dibagi di tiga seri. Untuk seri pertama, pertandingan akan digelar di venue-venue yang berlokasi di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten, seri kedua di Jawa Tengah - Yogyakarta dan seri ketiga di Jawa Timur.
Penetapan venue tiap-tiap pekan juga akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi di pekan sebelumnya dan menunggu arahan terhadap venue di wilayah berstatus zona hijau di masing-masing seri.
"Tapi karena sementara ini, satu hari satu pertandingan, yang mendapatkan assessment, jadi ada beberapa jadwal yang sudah kami buat akan menyesuaikan. Sehingga nanti seri pertama di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten itu terlaksana sampai pekan 8."
"Pekan ke-9 sampai pekan ke-17 yang masuk seri kedua yang rencananya di gelar di Jawa Tengah dan Yogyakarta juga masih harus menunggu bagaimana assesment dari otoritas soal kondisi covid-19 di sana. Kalau memang belum aman, bisa jadi tetap digelar seperti di seri pertama ini atau mungkin loncat ke seri Jawa Timur. Itu berdasarkan evaluasi nanti dan tergantung kondisi nanti bagaimana," jelas Sujarno.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Tanpa Penonton dan Protokol Kesehatan Ketat
Pelaksanaan Liga 1 bakal dievaluasi tiap pekan. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Di Liga 1 2021, PT LIB memfasilitasi klub dengan akomodasi dan transportasi selama satu musim penuh. Tujuannya untuk menjaga keamanan dan proteksi pemain, pelatih dan ofisial dari paparan Covid-19.
LIB menanggung akomodasi hotel yang telah ditunjuk mulai H-2 sampai H+1 pertandingan serta di jeda waktu untuk tiap seri sebagai tempat tim melakukan recovery usai pertandingan. Hal itu disebut Sujarno sudah dijelaskan kepada seluruh klub peserta Liga 1 pada saat managers meeting yang digelar di Jakarta, Jumat (20/8) lalu.
Di sisi lain penerapan protokol kesehatan saat pertandingan dilakukan berdasarkan rekomendasi dari otoritas yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri terbaru Nomor 35 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk wilayah Jawa dan Bali mulai 24-30 Agustus 2021.
Dalam poin kedelapan Kemendagri yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, tanggal 23 Agustus 2021 itu disebutkan akan dilakukan uji coba protokol kesehatan pada kompetisi sepak bola Liga 1 sebanyak tiga pertandingan dari tanggal 27 Agustus 2021 sampai dengan 29 Agustus 2021 yang dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta. Ada tiga ketentuan dalam peraturan tersebut.
Poin pertama, seluruh pemain dan ofisial, kru media dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kompetisi dan latihan. Kedua, pelaksanaan kompetisi tidak diperbolehkan menerima penonton langsung di stadion. Kegiatan menonton bersama oleh suporter juga tidak diperbolehkan.
Ketiga, seluruh pemain, ofisial, kru media dan staf pendukung yang hadir dalam kompetisi wajib sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, hasil PCR H-1 dan hasil negatif antigen pada hari pertandingan. Keempat, pelaksanaan Liga 1 wajib mengikuti aturan protokol kesehatan yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan dan PSSI.
"Jadi sebelum masuk ke area bubble, tim sudah harus memiliki hasil PCR negatif. Kemudian H-1 sebelum pertandingan juga harus melakukan PCR dan di hari H pertandingan dilakukan swab antigen. Semua yang terlibat juga harus memiliki aplikasi peduli lindungi untuk nanti scan barcode baik ketika mau masuk hotel, naik bus dan masuk stadion."
"Untuk pemain asing, kami juga telah memohon ke Kemenkes dan Kemendagri supaya dibuatkan barcode khusus mereka sebagai alat skrining. Hari ini kami akan rapat lagi untuk membahas pengaplikasian [aplikasi] pedulilindungi ini," ungkap Sujarno.
[Gambas:Video CNN]