Ketajaman Icardi, Masalah Baru Messi dan PSG

ptr, CNN Indonesia | Senin, 20/09/2021 15:27 WIB
Ketajaman Mauro Icardi turut mengancam Lionel Messi dan Paris Saint-Germain secara keseluruhan. Mauro Icardi mencetak gol kemenangan ke gawang Lyon. (REUTERS/BENOIT TESSIER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mauricio Pochettino memutuskan menurunkan Mauro Icardi yang akhirnya mencetak gol kemenangan di laga lawan Lyon. Hal ini bakal menambah pusing dalam penentuan lini depan Paris Saint-Germain (PSG) yang juga dihuni Lionel Messi.

Icardi baru turun di menit ke-82 untuk menggantikan Angel Di Maria. Meski turun di pengujung laga, Icardi sukses jadi pembeda.

Icardi mampu menyambut umpan silang Kylian Mbappe dengan tandukan kepala yang membuat skor berubah jadi 2-1 di akhir pertandingan.


Dalam proses gol tersebut, Icardi menunjukkan kualitasnya sebagai monster di kotak penalti. Ia mampu menunjukkan penempatan posisi yang bagus dan menghindari kawalan bek-bek lawan.

Gol Icardi ke gawang Lyon merupakan gol ketiga pemain asal Argentina itu di musim ini. Gol tersebut membuat Icardi hanya kalah tajam dari Kylian Mbappe di barisan lini depan PSG.

Ketajaman Icardi tentu bakal jadi masalah baru bagi Messi dan PSG secara keseluruhan. Di saat Icardi menggeliat, Messi justru belum bisa mencatatkan namanya di papan skor.

Merujuk pada materi tim yang dimiliki PSG, Icardi justru jadi tipe pemain yang berbeda dibandingkan Mbappe, Messi, Neymar, dan Angel Di Maria.

Icardi adalah tipe target man yang bergerak di kotak penalti. Icardi bisa jadi tujuan serangan PSG dibanding empat pemain lainnya yang lebih sering bergerak melebar dan menekan dari sisi lapangan.

Pada laga lawan Lyon, Pochettino memutuskan menurunkan formasi 4-2-3-1. Trio Di Maria, Messi, dan Neymar menyokong Mbappe yang diplot sebagai penyerang.

Formasi macam ini terbilang rentan dan tidak seimbang dalam hal organisasi tim. Terbukti Lyon punya total 10 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, dalam laga lawan PSG.

Dengan ketajaman yang ditunjukkan, Icardi menggoda Pochettino untuk memainkannya sebagai ujung tombak. Terlebih di Tottenham Hotspur, Pochettino terbiasa memiliki target man dalam diri Harry Kane.

Icardi juga punya kualitas sebagai pemain papan atas bila merujuk performanya bersama Inter Milan. Di dua musim bersama PSG, Icardi juga cukup tajam.

Jika Icardi diplot sebagai target man, perebutan dua posisi lainnya (dalam formasi 4-3-3) atau tiga posisi lain (4-2-3-1) akan sangat sengit. Messi, Mbappe, Neymar, dan Di Maria akan bersaing untuk posisi yang tersisa.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Masalah menit bermain sendiri sudah jadi sorotan dalam laga PSG vs Lyon. Messi terlihat kecewa ketika ditarik keluar saat kedudukan masih sama kuat, 1-1.

Pochettino sudah menekankan bahwa sebagai pelatih, keputusan yang ia ambil tak bisa menyenangkan semua pihak.

"Kami [pelatih] di sini hadir untuk membuat keputusan. Terkadang, orang-orang senang dengan hal tersebut, terkadang mereka tidak," ucap Pochettino.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/jun)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK