Dalam perjalanannya kompetisi Liga 2 kerap melahirkan insiden-insiden yang di luar kontrol. Berikut 5 insiden memalukan yang pernah terjadi di Liga 2:
1. Sepak Bola Gajah PSS vs PSIS
Aksi sepak bola gajah mewarnai pertandingan PSS vs PSIS di Liga 2 2014 yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Laskar Elang Jawa.
Semua gol pada pertandingan tersebut tercipta lewat gol bunuh diri. Kedua tim mencetak gol bunuh diri lantaran tak mau menang demi menghindari Borneo FC di semifinal.
Insiden sepak bola gajah yang terjadi di Kota Gudeg ini tak hanya menghebohkan di Indonesia tapi juga menjadi sorotan media internasional.
PSS dan PSIS akhirnya didiskualifikasi dari Liga 2. Lalu pelatih PSS Sleman Hery Kiswanto dan PSIS Semarang Eko Riyadi dihukum larangan beraktivitas di sepak bola nasional seumur hidup dan denda sebesar Rp200 juta.
Para pencetak gol bunuh diri juga didenda Rp200 juta.
2. Wasit Dikeroyok Pemain dan Ofisial
Wasit yang memimpin pertandingan Liga 2 antara Persikabo Kabupaten Bogor melawan Persikad Depok dikeroyok oleh pemain dan ofisial Persikabo hingga babak belur pada 24 April 2013.
Kala itu wasit Jujuk Suharto dan asisten wasit Sumanda menjadi bulan-bulanan para pemain dan ofisial Persikabo karena menganulir gol yang dicetak Persikabo.
Pengeroyokan wasit juga pernah terjadi pada pertandingan Semen Padang vs PSIR Rembang di Stadion Krida, Rembang, 28 April 2018.
Kerusuhan bermula ketika wasit mengesahkan gol kedua Semen Padang menjelang akhir pertandingan. Sementara, pemain PSIR menganggap gol yang dicetak pemain Semen Padang Afriyansah itu tidak sah.
Ketika wasit Iwan Buana tetap mengesahkan gol tersebut, sejumlah ofisial dan pemain PSIR merangsek masuk ke lapangan dan mengeroyok sang wasit.
Pemain kedua tim terlibat cekcok setelah pemain Kalteng Putra menilai pemain Persiba mencoba mengulur-ulur waktu.
Sampai-sampai pemain Persiba Balikpapan Beni Oktovianto yang tergeletak di lapangan digotong paksa oleh para pemain Kalteng Putra untuk keluar lapangan.
Bahkan, Beni akhirnya tersungkur di sisi lapangan lantaran pemain Persiba datang dan mendorong pemain Kalteng Putra yang sedang menggotong rekannya tersebut.
4. Adu Jotos Pemain Persewangi dan PSBK
Laga playoff khusus Liga 2 2017 antara Persewangi Banyuwangi versus PSK Blitar diwarnai adu jotos.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, itu digelar untuk memperebutkan posisi 4 Grup 6 Liga 2 sebagai syarat bertahan di Liga 2.
Atmosfer pertandingan sudah panas sejak awal. Pemain Persiwangi tidak mau menyalami pemain PSBK sebelum kick-off.
Hingga bentrokan antarpemain pun tak terhindarkan sepanjang pertandingan. Tekel-tekel keras hingga adu jotos tersaji dalam laga yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan PSBK Blitar itu.
5. PSMP Terlibat Match Fixing
PS Mojokerto (PSMP) terbukti melakukan praktik match-fixing pada Liga 2 2018.
Bahkan Komite Disiplin PSSI menyebut PSMP terbukti melakukan match fixing sebanyak empat kali, yakni pada dua laga melawan Kalteng Putra pada 3 dan 9 November 2018.
Kemudian laga melawan Gresik United 29 September 2018 dan laga melawan Aceh United 19 November 2018.
PSMP akhirnya mendapatkan sanksi berat dilarang tampil di Liga 2 2019. Selain itu, salah satu pemain PSMP Krisna Adi Darma dijatuhi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI, seumur hidupnya karena terlibat pengaturan skor.
Dalam perjalanannya kompetisi Liga 2 kerap melahirkan insiden-insiden yang di luar kontrol. Berikut 5 insiden memalukan yang pernah terjadi di Liga 2:
1. Sepak Bola Gajah PSS vs PSIS
Aksi sepak bola gajah mewarnai pertandingan PSS vs PSIS di Liga 2 2014 yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Laskar Elang Jawa.
Semua gol pada pertandingan tersebut tercipta lewat gol bunuh diri. Kedua tim mencetak gol bunuh diri lantaran tak mau menang demi menghindari Borneo FC di semifinal.
Insiden sepak bola gajah yang terjadi di Kota Gudeg ini tak hanya menghebohkan di Indonesia tapi juga menjadi sorotan media internasional.
PSS dan PSIS akhirnya didiskualifikasi dari Liga 2. Lalu pelatih PSS Sleman Hery Kiswanto dan PSIS Semarang Eko Riyadi dihukum larangan beraktivitas di sepak bola nasional seumur hidup dan denda sebesar Rp200 juta.
Para pencetak gol bunuh diri juga didenda Rp200 juta.
2. Wasit Dikeroyok Pemain dan Ofisial
Wasit yang memimpin pertandingan Liga 2 antara Persikabo Kabupaten Bogor melawan Persikad Depok dikeroyok oleh pemain dan ofisial Persikabo hingga babak belur pada 24 April 2013.
Kala itu wasit Jujuk Suharto dan asisten wasit Sumanda menjadi bulan-bulanan para pemain dan ofisial Persikabo karena menganulir gol yang dicetak Persikabo.
Pengeroyokan wasit juga pernah terjadi pada pertandingan Semen Padang vs PSIR Rembang di Stadion Krida, Rembang, 28 April 2018.
Kerusuhan bermula ketika wasit mengesahkan gol kedua Semen Padang menjelang akhir pertandingan. Sementara, pemain PSIR menganggap gol yang dicetak pemain Semen Padang Afriyansah itu tidak sah.
Ketika wasit Iwan Buana tetap mengesahkan gol tersebut, sejumlah ofisial dan pemain PSIR merangsek masuk ke lapangan dan mengeroyok sang wasit.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Adu Jotos Pemain Persiwangi dan PSBK hingga PSMP Terlibat Match Fixing
Kalteng Putra pernah terlibat dalam sejumlah peristiwa kontroversial di Liga 2. (ANTARA FOTO/Rendhik Andika/ama)
Pemain kedua tim terlibat cekcok setelah pemain Kalteng Putra menilai pemain Persiba mencoba mengulur-ulur waktu.
Sampai-sampai pemain Persiba Balikpapan Beni Oktovianto yang tergeletak di lapangan digotong paksa oleh para pemain Kalteng Putra untuk keluar lapangan.
Bahkan, Beni akhirnya tersungkur di sisi lapangan lantaran pemain Persiba datang dan mendorong pemain Kalteng Putra yang sedang menggotong rekannya tersebut.
4. Adu Jotos Pemain Persewangi dan PSBK
Laga playoff khusus Liga 2 2017 antara Persewangi Banyuwangi versus PSK Blitar diwarnai adu jotos.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, itu digelar untuk memperebutkan posisi 4 Grup 6 Liga 2 sebagai syarat bertahan di Liga 2.
Atmosfer pertandingan sudah panas sejak awal. Pemain Persiwangi tidak mau menyalami pemain PSBK sebelum kick-off.
Hingga bentrokan antarpemain pun tak terhindarkan sepanjang pertandingan. Tekel-tekel keras hingga adu jotos tersaji dalam laga yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan PSBK Blitar itu.
5. PSMP Terlibat Match Fixing
PS Mojokerto (PSMP) terbukti melakukan praktik match-fixing pada Liga 2 2018.
Bahkan Komite Disiplin PSSI menyebut PSMP terbukti melakukan match fixing sebanyak empat kali, yakni pada dua laga melawan Kalteng Putra pada 3 dan 9 November 2018.
Kemudian laga melawan Gresik United 29 September 2018 dan laga melawan Aceh United 19 November 2018.
PSMP akhirnya mendapatkan sanksi berat dilarang tampil di Liga 2 2019. Selain itu, salah satu pemain PSMP Krisna Adi Darma dijatuhi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI, seumur hidupnya karena terlibat pengaturan skor.