Komdis PSSI: PSIS Tak Bersalah

CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 12:14 WIB
Komdis PSSI menyebut PSIS Semarang tidak bersalah dalam dugaan pelanggaran yang terjadi saat melawan Persija Jakarta di Liga 1 2021. Duel Persija vs PSIS ditemukan dugaan pelanggaran pergantian pemain. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyebut PSIS Semarang tidak bersalah dalam dugaan pelanggaran yang terjadi saat melawan Persija Jakarta pada pekan kedua Liga 1 2021.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Minggu (12/9), itu PSIS disebut melakukan pergantian empat pemain. Hal itu diketahui dari surat yang diterima PSSI dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada 14 September 2021

Dalam regulasi kompetisi pergantian pemain dalam satu pertandingan hanya diperbolehkan dalam tiga kali kesempatan dengan total lima pemain bisa diturunkan.


Dalam duel Persija vs PSIS, PSIS tercatat melakukan pergantian lima pemain di waktu yang berbeda, yaitu Fandi Eko Utomo masuk di menit ke-46, Riyan Ardiansyah di menit ke-63, Jonatan Eduardo Cantillana di menit ke-65, Andreas Crismanto Ado di menit ke-67, dan Frendi Saputra di menit ke-88.

Berdasarkan investigasi yang berdasarkan bukti-bukti pendukung, hasil sidang Komdis PSSI pada Senin (20/9) memutuskan PSIS tidak bersalah atas pergantian empat pemain itu.

"Bahwa berdasarkan dari keterangan pihak terkait di atas ditemukan fakta bahwa sebenarnya pergantian pemain yang dilakukan oleh tim PSIS Semarang pada menit ke 63 dilakukan dalam satu (1) slot pergantian berisi dua pemain. Itu dibuktikan dengan formulir pergantian pemain, dan dipertegas oleh keterangan wasit cadangan," ujar Ketua Komdis PSSI, Erwin L Tobing dikutip dari situs PSSI, Rabu (22/9).

Pesepak bola Persija Jakarta Osvaldo Haay (kiri) berebut bola dengan pesepak bola PSIS Semarang Wahyu Prasetyo (kanan) pada lanjutan Liga 1 2021-2022 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (12/9/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/aww.Duel Persija vs PSIS berakhir imbang 2-2. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

"Jadi ada masalah teknis memasukkan pemain berada di wilayah wasit cadangan yang berkoordinasi dengan wasit yang memimpin pertandingan. Berdasarkan data dan keterangan tersebut, Komdis menyatakan PSIS Semarang tidak melakukan kesalahan," ucap Erwin menambahkan.

Komdis juga menjelaskan, kesalahan terjadi karena komunikasi yang kurang baik antara match commissioner, wasit cadangan, general coordinator, keteledoran dari perangkat pertandingan, dan panitia pelaksana (panpel) yang kurang cermat.

Komdis kemudian menyerahkan kepada Komite Wasit untuk mengambil keputusan dan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Pada dasarnya, wasit merupakan elemen terpenting dalam penerapan dan penegakan laws of the game dalam sebuah pertandingan.

[Gambas:Video CNN]

Sebab itu, Komdis mengingatkan bahwa integritas, ketegasan dan keberanian seorang wasit dalam menegakkan aturan permainan sepakbola sangat diperlukan demi lancarnya jalannya sebuah pertandingan.

"Jadi sekarang kasus ini berada di tangan Komite Wasit untuk memutuskan. Mereka akan segera bersidang untuk memutuskan hal ini," kata Erwin.

(ttf/ptr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK