Debat Petarung UFC Dibayar Murah Dibanding Tinju Muncul

CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 12:13 WIB
Debat mengenai bayaran petarung UFC sangat murah dibanding atlet tinju kembali muncul usai UFC 266. Debat terjadi antara Dana White dengan Oscar De La Hoya. Alexander Volkanovski mengalahkan Brian Ortega di UFC 266. (AP/John Locher)
Jakarta, CNN Indonesia --

Debat mengenai bayaran petarung UFC sangat murah dibanding atlet tinju kembali muncul usai UFC 266. Debat terjadi antara Presiden UFC Dana White dengan mantan juara dunia tinju Oscar De La Hoya.

Usai Alexander Volkanovski sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu UFC melawan Brian Ortega di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (26/9), De La Hoya mengklaim petarung asal Australia itu mendapat bayaran yang kecil.

De La Hoya yang memiliki Golden Boy Promotion menganggap White tidak membayar petarung UFC dengan layak, termasuk Volkanovski yang untuk kali kedua mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu.


"Hei Alexander Volkanovski. Kamu baru saja menang duel yang brutal di UFC dan hanya mendapatkan 1/20 dari nilai kamu sesungguhnya. Dana White, tolong hormati para petarung ini dan bayar petarung ini dengan layak," tulis De La Hoya melalui Twitter.

Tidak terima dengan cuitan De La Hoya, White kemudian membalas. Pria asal Amerika Serikat itu menyebut De La Hoya sebagai pembohong setelah mundur dari duel melawan Vitor Belfort dalam duel tinju 11 September lalu.

"Diam kamu berengsek. Kamu memalsukan terkena Covid-19 dan merampok saya untuk bisa menyaksikan kamu [dipukul KO] oleh Vitor Belfort. Kamu seharusnya mendapat Academy Awards atas penampilan kamu di rumah sakit," balas White.

Debat mengenai petarung UFC mendapat bayaran yang murah sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Pihak UFC, dan promotor MMA yang lain, diklaim kurang menghargai petarung dengan memberi bayaran yang rendah.

Dikutip dari Medium, sebagai contoh Khabib Nurmagomedov merupakan petarung dengan bayaran termahal di UFC ketika masih aktif bertarung. Namun Khabib hanya mendapat bayaran sebesar US$6 Juta dari UFC.

Jumlah itu jauh lebih kecil dari bayaran yang didapat juara dunia tinju seperti Saul Canelo yang bisa mencapai US$44,5 juta sekali naik ring.

Conor McGregor memang dinobatkan Forbes sebagai atlet dengan pendapatan tertinggi di 2021. Namun McGregor mendapat pemasukan lebih banyak dari bisnis minuman wiski Proper No. Twelve.

Belakangan banyak petarung UFC yang mencoba peruntungan di ring tinju demi mendapatkan bayaran yang lebih besar, mulai dari McGregor, Tyron Woodley, Ben Askren, Anderson Silva dan Belfort.

[Gambas:Video CNN]

(har)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK