Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia akan menghadapi Taiwan pada pertandingan playoff Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Thailand, Kamis (7/10) malam WIB. Berikut 5 kelemahan Taiwan yang bisa dieksploitasi Indonesia.
Timnas Indonesia harus mewaspadai Taiwan yang secara peringkat FIFA lebih baik dari Tim Garuda.
Saat ini Taiwan berada di ranking 151 dunia. Sedangkan, Indonesia berada di peringkat 173 FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Indonesia tidak boleh pesimistis melawan Taiwan. Pasalnya, Taiwan juga dalam performa yang kurang bagus dalam beberapa pertandingan terakhir.
Dari delapan pertandingan Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, Taiwan selalu menelan kekalahan.
Tiga pertandingan terakhir dilakoni pada Juni 2021, Taiwan menelan kekalahan 0-2 dari Nepal, takluk 1-5 dari Australia, dan tumbang 1-2 dari Kuwait.
Melihat penampilan buruk mereka dari beberapa laga terakhir tercatat lima kelemahan Taiwan. Berikut 5 kelemahan Taiwan yang bisa dieksploitasi Indonesia:
1. Pertahanan Lemah
Taiwan memiliki pertahanan yang kurang solid dan lemah. Total dari delapan pertandingan yang dilakoni di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, Taiwan telah kebobolan sebanyak 34 gol.
Bahkan, dalam tiga pertandingan terakhir di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, Taiwan selalu kebobolan cepat.
Saat dikalahkan Nepal 0-2 pada 3 Juni 2021, Taiwan sudah kebobolan saat laga baru berjalan tiga menit. Kemudian, saat dibantai 1-5 oleh Australia, Taiwan juga sudah kebobolan dalam waktu 11 menit.
Taiwan juga sudah kebobolan dalam waktu 14 menit saat melawan Kuwait pada pertandingan terakhir. Hal itu menandakan konsentrasi barisan pertahanan Taiwan kerap lemah di 15 menit awal permainan. Situasi ini dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mencetak gol.
2. Lebih Banyak Menunggu
Taiwan cenderung lebih banyak menunggu lawan menyerang lebih dulu dan kemudian melakukan serangan balik.
Tetapi, strategi ini justru kerap jadi bumerang lantaran lawan dengan mudah mengeksploitasi pertahanan mereka. Permainan menunggu atau bertahan yang diterapkan Taiwan kerap mudah ditembus lawan lewat permainan cepat satu dua sentuhan.
Permainan cepat satu dua sentuhan di sepertiga pertahanan Taiwan ini bisa dicoba oleh Timnas Indonesia pada pertandingan nanti.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Tanpa Kekuatan Penuh, Serangan Taiwan Lemah
Produktivitas gol Taiwan lemah jelang menghadapi Indonesia. (AFP)
3. Lemah dalam Kecepatan
Taiwan lebih menerapkan strategi serangan balik dalam permainannya. Seharusnya strategi ini diimbangi dengan kecepatan pemain untuk melakukan serangan balik.
Anehnya dari sisi kecepatan para pemain Taiwan tidak terlalu istimewa, sehingga serangan balik yang mereka bangun kerap gagal.
Ini bisa menjadi keuntungan buat Indonesia yang memiliki pemain-pemain cepat baik di area bertahan maupun menyerang.
4. Tanpa Kekuatan Penuh
Taiwan hadir ke Thailand dengan tidak membawa kekuatan penuh. Permasalahan internal membuat Taiwan kehilangan beberapa pemain inti.
Salah satu permasalahannya yaitu beberapa pemain dan pelatih Taiwan kedapatan melanggar protokol kesehatan dan berpesta minuman keras dalam masa persiapan jelang melawan Indonesia.
Akibatnya, Asosiasi Sepak Bola Taiwan (CTFA) memecat pelatih kepala Henry Won. Empat pemain Taiwan juga dicoret dari tim yaitu Chen Haowei, Bai Shaoyu, Duan Zhu, dan Yu Jiahuang.
Kini, Taiwan hanya membawa 18 pemain ke Thailand untuk menghadapi Indonesia. Situasi ini bisa menjadi keuntungan buat Indonesia.
[Gambas:Photo CNN]
5. Serangan Lemah
Taiwan juga memiliki kelemahan dalam menyerang. Hal itu terlihat dari jumlah gol yang diproduksi Taiwan di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.
Dari delapan pertandingan yang dilakoni, Taiwan hanya mampu mencetak empat gol.
Keempat gol tersebut dicetak Taiwan saat menghadapi Yordania (1 gol) pada leg pertama, melawan Australia (2 gol) pada leg pertama dan kedua, serta saat menghadapi Kuwait (1 gol) pada leg kedua Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.
[Gambas:Video CNN]