Uber Cup: Indonesia Bungkam Thailand Tak Sebatas Khayalan
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Kamis, 14 Okt 2021 07:44 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Greysia/Apriyani jadi tumpuan utama Indonesia untuk meraih poin di laga lawan Thailand. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)
Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia akan menghadapi Thailand di perempat final Uber Cup 2021. Indonesia punya peluang untuk menaklukkan Thailand dan melanjutkan perjalanan.
Indonesia berjodoh dengan Thailand dalam drawing perempat final Uber Cup yang digelar pada Rabu (13/10). Kedua tim akan bertarung memperebutkan satu tiket menuju semifinal pada Kamis (14/10) waktu setempat.
Dari segi materi tim dan peringkat, Thailand ada di atas Indonesia. Namun hal itu tak lantas membuat Indonesia benar-benar minim peluang untuk melangkah ke babak selanjutnya.
Dari jajaran negara-negara lain yang mungkin dihadapi Indonesia di perempat final yaitu China dan Korea Selatan, duel lawan Thailand terbilang masuk sebagai duel yang lebih ringan bila dibandingkan berjumpa dua negara lainnya.
Duel lawan Thailand adalah kesempatan bagi Indonesia untuk kembali menjejakkan kaki ke babak semifinal sekaligus menuntut balas kekalahan tiga tahun lalu. Di edisi Uber Cup 2018, Thailand adalah negara yang menyudahi perjalanan Indonesia di babak perempat final.
Ratchanok Intanon bisa jadi momok bagi Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Indonesia terakhir kali masuk semifinal Uber Cup pada 2010 dan setelah itu tak pernah lagi menembus babak empat besar.
Pada duel lawan Thailand, Greysia Polii/Apriyani Rahayu jelas bakal jadi tumpuan dan harapan. Keberhasilan Greysia/Apriyani memenangkan emas Olimpiade juga turut membangkitkan semangat pebulutangkis putri Indonesia secara keseluruhan.
Selepas Olimpiade, Greysia/Apriyani juga menunjukkan konsistensi mereka dalam hal daya juang dan penampilan di lapangan. Upaya Greysia/Apriyani untuk terus menyumbangkan poin selalu berujung keberhasilan, baik mulai di Sudirman Cup maupun di awal Uber Cup.
Kondisi Greysia/Apriyani pun dinyatakan sudah fit dan siap bertanding setelah sempat mendapatkan istirahat.Greysia/Apriyani kemungkinan besar bakal berduel lawan Jongkolphan Kitiitharakul/Rawinda Prajongjai di nomor ganda pertama.
Sambil berharap Greysia/Apriyani kembali menyumbang poin, pemain-pemain Indonesia mesti sadar bahwa Greysia/Apriyani sendiri tak akan bisa membawa Indonesia menang.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Setelah lolos ke perempat final, sewajarnya beban di pundak pemain-pemain putri Indonesia telah terangkat atau bahkan benar-benar hilang. Pemain-pemain Indonesia sudah berhasil membuktikan dengan materi tim yang ada, mereka bisa menjejakkan kaki di babak delapan besar.
Kini waktunya bagi pemain-pemain Indonesia untuk menikmati status underdog untuk coba menekan Thailand yang lebih diunggulkan. Gregoria Mariska bakal turun sebagai tunggal pertama dan belum pasti siapa lawan yang bakal dihadapi olehnya.
Ratchanok Intanon disebut siap kembali bertanding namun hal itu masih bergantung pada kondisi terakhir Ratchanok yang baru bergabung dengan tim.
Dalam rekor pertemuan, Gregoria selalu kalah dari Ratchanok di delapan duel sebelumnya. Tetapi ada beberapa momen ketika Gregoria bisa memaksa Ratchanok duel tiga gim.
Hal itu yang patut didorong kembali oleh Gregoria sehingga ia punya peluang lebih baik untuk membuat kejutan.
Pada tunggal kedua, hadir Pornpawee Chochuwong. Dari segi pengalaman, Uber Cup tahun ini adalah momen pertama Pornpawee jadi andalan.
Indonesia bisa memberikan tekanan pada Pornpawee andai ia turun di partai ketiga. Putri Kusuma Wardani sudah membuktikan ia bisa menikmati debutnya di Uber Cup tanpa beban berlebihan.
Penampilan seperti itu yang diyakini bakal kembali ditunjukkan Putri KW saat ia turun di perempat final.
Untuk bisa mengalahkan Thailand, di atas kertas, peluang bagus lainnya untuk mencuri poin lainnya ada di nomor ganda. Duet Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai masih mungkin diusik oleh Ribka Sugiarto/Siti Fadia yang tampil cukup menggigit dalam dua pekan terakhir.
Secara perhitungan kasar, Indonesia harus merebut dua nomor ganda dan berharap mencuri satu nomor tunggal dari Thailand.
Thailand memang tetap akan lebih diunggulkan di laga ini. Namun bagi Indonesia, mengalahkan Thailand adalah sebuah hal yang dekat dari kenyataan dan bukan hanya sebatas khayalan.
Indonesia akan menghadapi Thailand di perempat final Uber Cup 2021. Indonesia punya peluang untuk menaklukkan Thailand dan melanjutkan perjalanan.
Indonesia berjodoh dengan Thailand dalam drawing perempat final Uber Cup yang digelar pada Rabu (13/10). Kedua tim akan bertarung memperebutkan satu tiket menuju semifinal pada Kamis (14/10) waktu setempat.
Dari segi materi tim dan peringkat, Thailand ada di atas Indonesia. Namun hal itu tak lantas membuat Indonesia benar-benar minim peluang untuk melangkah ke babak selanjutnya.
Dari jajaran negara-negara lain yang mungkin dihadapi Indonesia di perempat final yaitu China dan Korea Selatan, duel lawan Thailand terbilang masuk sebagai duel yang lebih ringan bila dibandingkan berjumpa dua negara lainnya.
Duel lawan Thailand adalah kesempatan bagi Indonesia untuk kembali menjejakkan kaki ke babak semifinal sekaligus menuntut balas kekalahan tiga tahun lalu. Di edisi Uber Cup 2018, Thailand adalah negara yang menyudahi perjalanan Indonesia di babak perempat final.
Ratchanok Intanon bisa jadi momok bagi Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Indonesia terakhir kali masuk semifinal Uber Cup pada 2010 dan setelah itu tak pernah lagi menembus babak empat besar.
Pada duel lawan Thailand, Greysia Polii/Apriyani Rahayu jelas bakal jadi tumpuan dan harapan. Keberhasilan Greysia/Apriyani memenangkan emas Olimpiade juga turut membangkitkan semangat pebulutangkis putri Indonesia secara keseluruhan.
Selepas Olimpiade, Greysia/Apriyani juga menunjukkan konsistensi mereka dalam hal daya juang dan penampilan di lapangan. Upaya Greysia/Apriyani untuk terus menyumbangkan poin selalu berujung keberhasilan, baik mulai di Sudirman Cup maupun di awal Uber Cup.
Kondisi Greysia/Apriyani pun dinyatakan sudah fit dan siap bertanding setelah sempat mendapatkan istirahat.Greysia/Apriyani kemungkinan besar bakal berduel lawan Jongkolphan Kitiitharakul/Rawinda Prajongjai di nomor ganda pertama.
Sambil berharap Greysia/Apriyani kembali menyumbang poin, pemain-pemain Indonesia mesti sadar bahwa Greysia/Apriyani sendiri tak akan bisa membawa Indonesia menang.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Menikmati Status Underdog
Gregoria Mariska menyumbang poin saat Indonesia kalah dari Thailand di Uber Cup 2018. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Setelah lolos ke perempat final, sewajarnya beban di pundak pemain-pemain putri Indonesia telah terangkat atau bahkan benar-benar hilang. Pemain-pemain Indonesia sudah berhasil membuktikan dengan materi tim yang ada, mereka bisa menjejakkan kaki di babak delapan besar.
Kini waktunya bagi pemain-pemain Indonesia untuk menikmati status underdog untuk coba menekan Thailand yang lebih diunggulkan. Gregoria Mariska bakal turun sebagai tunggal pertama dan belum pasti siapa lawan yang bakal dihadapi olehnya.
Ratchanok Intanon disebut siap kembali bertanding namun hal itu masih bergantung pada kondisi terakhir Ratchanok yang baru bergabung dengan tim.
Dalam rekor pertemuan, Gregoria selalu kalah dari Ratchanok di delapan duel sebelumnya. Tetapi ada beberapa momen ketika Gregoria bisa memaksa Ratchanok duel tiga gim.
Hal itu yang patut didorong kembali oleh Gregoria sehingga ia punya peluang lebih baik untuk membuat kejutan.
Pada tunggal kedua, hadir Pornpawee Chochuwong. Dari segi pengalaman, Uber Cup tahun ini adalah momen pertama Pornpawee jadi andalan.
Indonesia bisa memberikan tekanan pada Pornpawee andai ia turun di partai ketiga. Putri Kusuma Wardani sudah membuktikan ia bisa menikmati debutnya di Uber Cup tanpa beban berlebihan.
Penampilan seperti itu yang diyakini bakal kembali ditunjukkan Putri KW saat ia turun di perempat final.
Untuk bisa mengalahkan Thailand, di atas kertas, peluang bagus lainnya untuk mencuri poin lainnya ada di nomor ganda. Duet Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai masih mungkin diusik oleh Ribka Sugiarto/Siti Fadia yang tampil cukup menggigit dalam dua pekan terakhir.
Secara perhitungan kasar, Indonesia harus merebut dua nomor ganda dan berharap mencuri satu nomor tunggal dari Thailand.
Thailand memang tetap akan lebih diunggulkan di laga ini. Namun bagi Indonesia, mengalahkan Thailand adalah sebuah hal yang dekat dari kenyataan dan bukan hanya sebatas khayalan.