Ronaldo Pahlawan Masuk Angin Man Utd vs Liverpool?
CNN Indonesia
Sabtu, 23 Okt 2021 12:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mohamed Salah tampil memikat di Liverpool. (Action Images via Reuters/ANDREW COULDRIDGE)
Pada saat yang sama Liverpool sedang mengulangi masa-masa indah ketajaman trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino. Ketiganya sedang moncer dan kembali jadi pujaan suporter.
Saat mengalahkan Atletico Madrid (20/10), Salah mengoleksi dua gol. Sebelumnya Salah menyumbang satu gol saat jumpa Watford, sedangkan Firmino tiga gol dan Mane melesakkan satu gol.
Sepekan sebelumnya, saat bersua Manchester City, Salah dan Mane sama-sama menyumbang satu gol untuk hasil imbang 2-2. Begitu pula saat menghadapi Porto (29/9), Salah dan Firmino mencetak dua gol dan Mane satu gol.
Musim ini Salah telah menyumbang 13 gol dari 11 laga di semua ajang, disusul Mane dan Firmino dengan enam gol. Dengan begitu total ketiganya telang melesakkan 25 gol di semua ajang pada musim ini.
Ini mengingatkan aksi ketiganya pada musim 2018/2019. Hampir mirip dengan kisah musim ini, Salah, Mane, dan Firmino selalu jadi pahlawan kemenangan Liverpool dari pertandingan ke pertandingan.
Pada musim tersebut Salah total melesakkan 27 gol, Mane 26 gol, dan Firmino 16 gol. Ketajaman mereka ini berbuah gelar Liga Champions Eropa walau gagal di pentas liga domestik.
Pada musim 2018/2019 itu pula Liverpool tampil digdaya atas Man Utd. Saat bentrok di Anfield mereka menang 3-1 dan pada putaran kedua bermain imbang 0-0 saat tampil di Theatre of Dreams.
Sejak Jurgen Klopp mengarsiteki klub kelahiran 3 Juni 1892 tersebut, Man Utd lebih sering tak bisa berkutik. Dari 14 pertemuan, Liverpool unggul 4 kali, 7 kali imbang, dan hanya 3 kali kalah.
Fakta-fakta itu semua seakan semakin menegaskan bahwa saat ini Liverpool lebih jago ketimbang Man Utd. Namun statistik masa lalu sama sekali tak bisa jadi acuan hasil pertemuan pada Minggu malam.
Cristiano Ronaldo sangat terbuka menjadi pahlawan Manchester United seperti dilakukan di Liga Champions Eropa, tetapi bukan tak mungkin juga masuk angin seperti sejarah yang telah ia torehkan.
(jal/jal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kondisi Manchester United dan Liverpool kontradiktif menjelang duel di Old Trafford, Minggu (24/10) malam. Cristiano Ronaldo yang diharapkan jadi pahlawan malah kerap masuk angin saat jumpa The Reds.
Statistik bintang asal Portugal itu memang tak terlalu buruk di Man Utd. Sejak pindah dari Juventus, ia sudah tampil delapan kali di semua ajang dan telah mengoleksi enam gol: 5 di domestik dan 3 di ajang Eropa.
Dari delapan penampilan tersebut pemain yang dikenal dengan sebutan CR7 ini juga hanya empat kali meraih kemenangan. Kehadiran Ronaldo belum sesignifikan narasi yang digaungkan saat ia 'pulang ke rumah'.
Laga Man Utd versus Liverpool juga bukan peristiwa yang menyenangkan dalam karier Ronaldo. Dari sembilan kali duel Man Utd kontra Liverpool di mana Ronaldo terlibat, ia hanya melesakkan dua gol, salah satunya penalti.
Saat berseragam Real Madrid, Ronaldo hanya membukukan satu gol dari empat kesempatan. Ketajaman Ronaldo di pentas tertinggi kompetisi Eropa itu tak berlaku saat melawan Liverpool.
Statistik ini semakin menguatkan bahwa pemain 36 tahun ini tak akan berkibar dalam duel ke-236 Man Utd versus Liverpool atau yang ke-59 di pentas Liga Inggris atau dalam era Liga Premier.
Fakta lainnya, Ronaldo tak mencetak gol dalam tiga laga terakhir Man Utd di Liga Inggris. Peraih lima gelar Ballon d'Or ini hanya moncer di pentas kontinental: Liga Champions Eropa 2021/2022.
Gol penentu Ronaldo saat melawan Atalanta pada Kamis (21/10) dini hari WIB, tak bisa pula diartikan sebagai kebangkitan. Buktinya ketajaman Ronaldo tak berlanjut usai bobol gawang Villareal (30/9).
Sudah begitu Liverpool tak terkalahkan dalam 14 laga beruntun. Pada saat yang sama Man Utd labil, yang membuat posisi Solskjaer digoyang. Isu berhembus ia akan digantikan Zinedine Zidane.
Bukan tak mungkin rumor tersebut menjadi kenyataan. Jika kalah di kandang dari Liverpool, apalagi sampai dipermalukan, desakan untuk mengganti pelatih asal Norwegia tersebut akan kian kencang.
Akankah Ronaldo menjadi pahlawan Man Utd sekaligus menyelamatkan Solskjaer? Tanda-tanda menunjukkan ia lebih sering masuk angin, tetapi pelabelan seperti ini biasanya dipatahkan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Trio Salah-Mane-Firmino Menggelora
Mohamed Salah tampil memikat di Liverpool. (Action Images via Reuters/ANDREW COULDRIDGE)
Pada saat yang sama Liverpool sedang mengulangi masa-masa indah ketajaman trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino. Ketiganya sedang moncer dan kembali jadi pujaan suporter.
Saat mengalahkan Atletico Madrid (20/10), Salah mengoleksi dua gol. Sebelumnya Salah menyumbang satu gol saat jumpa Watford, sedangkan Firmino tiga gol dan Mane melesakkan satu gol.
Sepekan sebelumnya, saat bersua Manchester City, Salah dan Mane sama-sama menyumbang satu gol untuk hasil imbang 2-2. Begitu pula saat menghadapi Porto (29/9), Salah dan Firmino mencetak dua gol dan Mane satu gol.
Musim ini Salah telah menyumbang 13 gol dari 11 laga di semua ajang, disusul Mane dan Firmino dengan enam gol. Dengan begitu total ketiganya telang melesakkan 25 gol di semua ajang pada musim ini.
Ini mengingatkan aksi ketiganya pada musim 2018/2019. Hampir mirip dengan kisah musim ini, Salah, Mane, dan Firmino selalu jadi pahlawan kemenangan Liverpool dari pertandingan ke pertandingan.
Pada musim tersebut Salah total melesakkan 27 gol, Mane 26 gol, dan Firmino 16 gol. Ketajaman mereka ini berbuah gelar Liga Champions Eropa walau gagal di pentas liga domestik.
Pada musim 2018/2019 itu pula Liverpool tampil digdaya atas Man Utd. Saat bentrok di Anfield mereka menang 3-1 dan pada putaran kedua bermain imbang 0-0 saat tampil di Theatre of Dreams.
Sejak Jurgen Klopp mengarsiteki klub kelahiran 3 Juni 1892 tersebut, Man Utd lebih sering tak bisa berkutik. Dari 14 pertemuan, Liverpool unggul 4 kali, 7 kali imbang, dan hanya 3 kali kalah.
Fakta-fakta itu semua seakan semakin menegaskan bahwa saat ini Liverpool lebih jago ketimbang Man Utd. Namun statistik masa lalu sama sekali tak bisa jadi acuan hasil pertemuan pada Minggu malam.
Cristiano Ronaldo sangat terbuka menjadi pahlawan Manchester United seperti dilakukan di Liga Champions Eropa, tetapi bukan tak mungkin juga masuk angin seperti sejarah yang telah ia torehkan.