Profesi sebagai pelatih Esports disebut masih belum banyak diminati. (REUTERS/ALY SONG)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sebagaimana cabang olahraga lainnya, pelatih memiliki peran penting untuk membuat tim atau seorang atlet menjadi lebih baik, tak terkecuali di dunia Esports. Lalu, bagaimana cara menjadi pelatih Esports?
Pelatih Esports adalah seseorang yang dipercaya mengarahkan tim atau individu untuk bisa menjadi pemenang. Dia bertugas membantu pemain untuk menyiapkan mental, strategi, dan gameplay yang baik.
Sayangnya, kehadiran pelatih Esports di Indonesia masih belum menjadi keharusan. Hal ini terlihat dari belum banyaknya tim Esports di Indonesia yang merekrut pelatih.
"Kalau pelatih Esports di Indonesia kisarannya ada berapa? Belum ada data, karena di Indonesia ini memang belum begitu ada pelatih. Karena masih bisa dibilang ini generasi pertama [Esports]. Misal di Mobile Legends, yang jago-jago sekarang masih main," ucap Dewan Kehormatan Asosiasi Esports Indonesia (IESPA), Eddy Lim.
"Terus di Dota. Ada enggak pelatih Dota? Enggak ada juga. Makanya Esports ini kan umurnya belum lama, mungkin baru 20 tahun, masih butuh waktu," kata salah satu pendiri IESPA itu menambahkan.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Bidang Humas dan Komunikasi Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Ashadi Ang.
Menurutnya, profesi pelatih Esports di Indonesia masih belum banyak diminati.
"Kebanyakan pelatih Esports di Indonesia saat ini adalah pemain yang jago lalu kemudian dipercaya jadi pelatih. Tetapi, setelah itu banyak juga yang memutuskan untuk kembali jadi pemain pro lagi," ucap Ashadi Ang.
Meski demikian, PB ESI kini telah memulai untuk melakukan program pembinaan pelatih dengan menggelar sertifikasi pelatih Esports.
Sertifikasi pelatih Esports terdiri dari tiga tingkatan yaitu Lisensi A, B, dan C.
Lisensi A diperuntukkan kepada pelatih tim profesional atau nasional. Lisensi B untuk pelatih tim semi-amatir dan akademi, sedangkan lisensi C untuk pelatih tim amatir dan ekstrakurikuler sekolah.
Eks Pelatih Timnas Hearthstone Indonesia di Asian Games 2018, Reza Servia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Menariknya, di Indonesia terdapat salah satu pelatih Esports yang pekerjaan aslinya adalah seorang produser film yaitu Reza Servia.
Produser film dari rumah produksi Starvision Plus ini sebelumnya dipercaya sebagai pelatih tim nasional (timnas) Esports Indonesia untuk nomor Hearthstone di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019.
Reza pun berhasil mendampingi atletnya, Hendri Handisurya, untuk merebut medali perak di Asian Games 2018.
"Sebenarnya waktu di Asian Games enggak ada jabatan official [sebagai pelatih], tetapi lebih ke support team, practice group seperti catur," ucap Reza.
"Saya bisa terjun jadi pelatih sebenarnya karena kenal dengan atlet-atlet Indonesia karena kami sering persiapan bareng, sering bahas strategi bareng, sering bahas gameplay bareng, sering nonton bareng. Kita komunitasnya cukup solid di Hearthstone."
"Jadi karena saya kenal banyak pemain, kita saling support karena sebagai sesama Indonesia. Kita sangat dekat di situ. Karena itu saya juga sering jadi team captain di beberapa turnamen di Indonesia. Mungkin juga karena saya punya pengalaman sebagai produser. Mereka mungkin percaya saya juga karena itu, karena komunikasinya, cara berpikirnya, sudah pernah tampil di depan kamera, semuanya sudah ada. Jadi pemainnya sendiri yang minta saya jadi pelatih," kata Reza menambahkan.
Menurut Reza, keberadaan pelatih Esports sangat penting dalam menunjang kesuksesan seorang atlet.
"Sangat-sangat penting ada pelatih. Di luar negeri itu biasanya disebut practice group. Karena pelatih itu di sana memang belum menjadi profesi yang pasti. Belum jelas berapa gajinya juga. Makanya di sana jarang ada pelatih, mereka namanya practice group dan tetap sebagai pemain profesional," ucap pria kelahiran Cirebon, 30 Maret 1985 itu.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Reza pun mengungkapkan ada beberapa tahapan untuk menjadi pelatih Esports. Berikut 5 cara jadi pelatih Esports, menurut Reza Servia:
1. Memiliki Pengalaman
Untuk menjadi pelatih Esports seseorang diharuskan memiliki pengalaman pada game yang akan ditanganinya. Karena itu sebelum menjadi pelatih, dia harus menjadi pemain dalam game tersebut.
"Semua pelatih Esports yang saya tahu sama jenjang kariernya. Dia harus jadi pemain dulu, lalu jadi profesional, kemudian dia jago baru bisa jadi pelatih," ucap Reza.
Menurut Reza, seorang pelatih juga harus mahir atau bahkan memiliki prestasi pada game yang ia geluti. Hal ini sangat penting agar pelatih mendapatkan kepercayaan dari pemain.
"Dia harus jago dulu di gamenya. Di Dota, Hearthstone, atau Mobile Legends mereka harus buktikan kalau dia jago. Karena tanpa prestasi bagaimana pemain kita bisa percaya pada pelatih," kata Reza yang pernah membela Indonesia di beberapa kejuaraan Hearthstone dunia.
3. Pengetahuan yang Baik
Seorang yang ingin menjadi pelatih juga harus memiliki pengetahuan yang baik pada game yang dimainkannya.
Pasalnya, pelatih akan menjadi sumber pengetahuan dari para pemainnya nanti.
"Pengetahuan kita juga harus bagus. Kita sudah diandalkan jadi sumber pengetahuan, kalau kita sendiri miss, maka kita akan mengacaukan segalanya," ucap Reza.
4. Kemampuan Manajerial yang Baik
Seseorang yang ingin menjadi pelatih juga harus memiliki kemampuan manajerial yang baik agar bisa membuat suasana tim kondusif.
"Kita harus bisa jaga emosi, bisa me-manage ekspektasi, harus bisa merangkul, dan mendidik. Karena di situ banyak personality clashes, itu semua secara tidak langsung belajar bukan dari sekolah tapi dari pengalaman," kata Reza.
Selain itu, seorang pelatih juga harus mampu membangun kepercayaan diri atlet.
"Pelatih harus membangun kepercayaan diri atlet. Karena kalau tidak atlet kita bisa stress di depan ribuan orang. Skill komunikasi kita juga harus baik untuk me-manage orang," ucap Reza menambahkan.
5. Jaringan yang Kuat
Seseorang yang memiliki jaringan yang kuat bisa menjadi modal yang bagus untuk mendapat kepercayaan sebagai pelatih.
Hal ini juga dirasakan Reza saat dipercaya untuk menjadi pelatih Hendri Handisurya dan Rama Ariangga Akbar di Asian Games 2018.
"Selanjutnya adalah networking. Kita harus punya kenalan yang kira-kira ada hubungan dengan kita. Kira-kira kita bisa dipercaya sama siapa sebagai pelatih. Karena chemistry antara pemain dan pelatih itu penting," ucap mantan manajer dan pelatih kepala tim Hearthstone Indonesia di SEA Games 2019 itu.
Sebagaimana cabang olahraga lainnya, pelatih memiliki peran penting untuk membuat tim atau seorang atlet menjadi lebih baik, tak terkecuali di dunia Esports. Lalu, bagaimana cara menjadi pelatih Esports?
Pelatih Esports adalah seseorang yang dipercaya mengarahkan tim atau individu untuk bisa menjadi pemenang. Dia bertugas membantu pemain untuk menyiapkan mental, strategi, dan gameplay yang baik.
Sayangnya, kehadiran pelatih Esports di Indonesia masih belum menjadi keharusan. Hal ini terlihat dari belum banyaknya tim Esports di Indonesia yang merekrut pelatih.
"Kalau pelatih Esports di Indonesia kisarannya ada berapa? Belum ada data, karena di Indonesia ini memang belum begitu ada pelatih. Karena masih bisa dibilang ini generasi pertama [Esports]. Misal di Mobile Legends, yang jago-jago sekarang masih main," ucap Dewan Kehormatan Asosiasi Esports Indonesia (IESPA), Eddy Lim.
"Terus di Dota. Ada enggak pelatih Dota? Enggak ada juga. Makanya Esports ini kan umurnya belum lama, mungkin baru 20 tahun, masih butuh waktu," kata salah satu pendiri IESPA itu menambahkan.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Bidang Humas dan Komunikasi Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Ashadi Ang.
Menurutnya, profesi pelatih Esports di Indonesia masih belum banyak diminati.
"Kebanyakan pelatih Esports di Indonesia saat ini adalah pemain yang jago lalu kemudian dipercaya jadi pelatih. Tetapi, setelah itu banyak juga yang memutuskan untuk kembali jadi pemain pro lagi," ucap Ashadi Ang.
Meski demikian, PB ESI kini telah memulai untuk melakukan program pembinaan pelatih dengan menggelar sertifikasi pelatih Esports.
Sertifikasi pelatih Esports terdiri dari tiga tingkatan yaitu Lisensi A, B, dan C.
Lisensi A diperuntukkan kepada pelatih tim profesional atau nasional. Lisensi B untuk pelatih tim semi-amatir dan akademi, sedangkan lisensi C untuk pelatih tim amatir dan ekstrakurikuler sekolah.
Eks Pelatih Timnas Hearthstone Indonesia di Asian Games 2018, Reza Servia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Menariknya, di Indonesia terdapat salah satu pelatih Esports yang pekerjaan aslinya adalah seorang produser film yaitu Reza Servia.
Produser film dari rumah produksi Starvision Plus ini sebelumnya dipercaya sebagai pelatih tim nasional (timnas) Esports Indonesia untuk nomor Hearthstone di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019.
Reza pun berhasil mendampingi atletnya, Hendri Handisurya, untuk merebut medali perak di Asian Games 2018.
"Sebenarnya waktu di Asian Games enggak ada jabatan official [sebagai pelatih], tetapi lebih ke support team, practice group seperti catur," ucap Reza.
"Saya bisa terjun jadi pelatih sebenarnya karena kenal dengan atlet-atlet Indonesia karena kami sering persiapan bareng, sering bahas strategi bareng, sering bahas gameplay bareng, sering nonton bareng. Kita komunitasnya cukup solid di Hearthstone."
"Jadi karena saya kenal banyak pemain, kita saling support karena sebagai sesama Indonesia. Kita sangat dekat di situ. Karena itu saya juga sering jadi team captain di beberapa turnamen di Indonesia. Mungkin juga karena saya punya pengalaman sebagai produser. Mereka mungkin percaya saya juga karena itu, karena komunikasinya, cara berpikirnya, sudah pernah tampil di depan kamera, semuanya sudah ada. Jadi pemainnya sendiri yang minta saya jadi pelatih," kata Reza menambahkan.
Menurut Reza, keberadaan pelatih Esports sangat penting dalam menunjang kesuksesan seorang atlet.
"Sangat-sangat penting ada pelatih. Di luar negeri itu biasanya disebut practice group. Karena pelatih itu di sana memang belum menjadi profesi yang pasti. Belum jelas berapa gajinya juga. Makanya di sana jarang ada pelatih, mereka namanya practice group dan tetap sebagai pemain profesional," ucap pria kelahiran Cirebon, 30 Maret 1985 itu.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
5 Cara Jadi Pelatih Esports
Reza Sarvia salah satu pelatih Esports yang juga seorang produser film. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Reza pun mengungkapkan ada beberapa tahapan untuk menjadi pelatih Esports. Berikut 5 cara jadi pelatih Esports, menurut Reza Servia:
1. Memiliki Pengalaman
Untuk menjadi pelatih Esports seseorang diharuskan memiliki pengalaman pada game yang akan ditanganinya. Karena itu sebelum menjadi pelatih, dia harus menjadi pemain dalam game tersebut.
"Semua pelatih Esports yang saya tahu sama jenjang kariernya. Dia harus jadi pemain dulu, lalu jadi profesional, kemudian dia jago baru bisa jadi pelatih," ucap Reza.
Menurut Reza, seorang pelatih juga harus mahir atau bahkan memiliki prestasi pada game yang ia geluti. Hal ini sangat penting agar pelatih mendapatkan kepercayaan dari pemain.
"Dia harus jago dulu di gamenya. Di Dota, Hearthstone, atau Mobile Legends mereka harus buktikan kalau dia jago. Karena tanpa prestasi bagaimana pemain kita bisa percaya pada pelatih," kata Reza yang pernah membela Indonesia di beberapa kejuaraan Hearthstone dunia.
3. Pengetahuan yang Baik
Seorang yang ingin menjadi pelatih juga harus memiliki pengetahuan yang baik pada game yang dimainkannya.
Pasalnya, pelatih akan menjadi sumber pengetahuan dari para pemainnya nanti.
"Pengetahuan kita juga harus bagus. Kita sudah diandalkan jadi sumber pengetahuan, kalau kita sendiri miss, maka kita akan mengacaukan segalanya," ucap Reza.
4. Kemampuan Manajerial yang Baik
Seseorang yang ingin menjadi pelatih juga harus memiliki kemampuan manajerial yang baik agar bisa membuat suasana tim kondusif.
"Kita harus bisa jaga emosi, bisa me-manage ekspektasi, harus bisa merangkul, dan mendidik. Karena di situ banyak personality clashes, itu semua secara tidak langsung belajar bukan dari sekolah tapi dari pengalaman," kata Reza.
Selain itu, seorang pelatih juga harus mampu membangun kepercayaan diri atlet.
"Pelatih harus membangun kepercayaan diri atlet. Karena kalau tidak atlet kita bisa stress di depan ribuan orang. Skill komunikasi kita juga harus baik untuk me-manage orang," ucap Reza menambahkan.
5. Jaringan yang Kuat
Seseorang yang memiliki jaringan yang kuat bisa menjadi modal yang bagus untuk mendapat kepercayaan sebagai pelatih.
Hal ini juga dirasakan Reza saat dipercaya untuk menjadi pelatih Hendri Handisurya dan Rama Ariangga Akbar di Asian Games 2018.
"Selanjutnya adalah networking. Kita harus punya kenalan yang kira-kira ada hubungan dengan kita. Kira-kira kita bisa dipercaya sama siapa sebagai pelatih. Karena chemistry antara pemain dan pelatih itu penting," ucap mantan manajer dan pelatih kepala tim Hearthstone Indonesia di SEA Games 2019 itu.