Jakarta, CNN Indonesia -- MotoGP Mandalika 2022 jadi puncak perjuangan panjang Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengembalikan MotoGP ke tanah air setelah 25 tahun.
MotoGP terakhir kali berlangsung di Indonesia pada 1997 di Sirkuit Sentul, Bogor. Sejatinya pada 1998 Indonesia masuk agenda MotoGP, tetapi diurungkan karena krisis ekonomi melanda, diikuti krisis politik.
Kendati ekonomi Indonesia kemudian membaik begitu abad millenium, mengembalikan MotoGP ke Indonesia seperti mimpi. Indonesia tak punya lagi sirkuit yang dianggap layak menggelar balap kuda besi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun asa itu mulai menyemburat pada 2018. Isu negeri beribu pulau ini akan kembali menjadi tuan rumah MotoGP mulai terdengar. Hal itu terjadi setelah pada 2017, ITDC mendekati Dorna, operator MotoGP.
Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan proses dari 'merayu' Dorna, meyakinkan, mencari lokasi, hingga membangun sirkuit di kawasan Mandalika merupakan rangkaian kisah yang sama-sama tak mudah.
"Yang terjadi kemarin [MotoGP Mandalika] bukan proses instan, tetapi akumulasi proses lima tahun hingga menjadi sirkuit," kata Abdulbar.
Abdulbar mengisahkan, pada 2012 pemerintah bertitah, ITDC harus mencari cara agar kawasan Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) cepat menarik wisatawan.
ITDC lantas berpikir keras kegiatan apa yang sekiranya tepat. Dari sejumlah diskusi muncul ide sport tourism, tepatnya MotoGP. Kebetulan menyerahkan kawasan seluas 1.200 hektar kepada ITDC.
Ide dan tekad sudah bulat, ITDC menemui Dorna di Sepang, Malaysia. ITDC harus meyakinkan Dorna bahwa Indonesia mampu kembali menggelar MotoGP. Keindahan lokasi balapan jadi penawaran.
Pendekatan pertama ITDC kepada CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, berlangsung pada Oktober 2017. Saat itu Abdulbar bertemu Ezpeleta bersama tim kecil dari ITDC yang khusus menangani MotoGP Mandalika.
"Setelah pertemuan awal itu, kami diberi undangan ke Qatar pada seri pertama musim 2018. Datang ke Losail dengan membawa tim lebih lengkap dan desain sirkuit," ucap Abdulbar mengisahkan.
"Mereka tertarik karena sirkuit akan dibangun di kawasan yang punya keindahan alam luar biasa," kata alumnus Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada ini.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Dorna Terpikat Mandalika
Dorna terpikat dengan keindahan Sirkuit Mandalika, Lombok. (ANTARA/ANDIKA WAHYU)
Singkat cerita, ITDC berhasil meyakinkan Dorna. Desain dan rancangan yang ditawarkan badan usaha milik negara tersebut dianggap berbeda dengan sirkuit MotoGP lainnya.
Abdulbar mengisahkan, sebelumnya Dorna memberi stempel setuju kontrak lima tahun dengan Indonesia, mereka melakukan kunjungan lewat helikopter ke Mandalika, lokasi dibangunnya sirkuit.
Peninjauan ini sangat krusial, sebab Indonesia bukan satu-satunya negara yang berhasrat menjadi tuan rumah seri MotoGP. Beberapa negara di Amerika Latin juga memiliki minat yang sama.
"Kontrak harus diteken pada awal 2019. Ada satu slot yang ketika itu diperebutkan oleh Meksiko, Brasil, Indonesia untuk membalap pada 2021," ucap Abdulbar menuturkan kisah secara runut.
Tanda tangan kontrak ITDC dengan Dorna akhirnya terjalin pada 28 Januari 2019. Kontrak awal ini berlaku untuk dua ajang, yaitu WSBK dan MotoGP. Pada tahap ini kontrak hanya lima tahun.
Namun pemerintah tak puas dengan kontrak setengah dekade ini. ITDC lantas mengajukan penawaran kembali. Melihat kegigihan Indonesia dan konsep yang dipunya, Dorna memberi tambahan lima tahun atau hingga 2031.
"Alhamdulillah, kontrak 10 tahun diberikan walau kami belum punya sirkuit. Bukti Dorna sangat percaya dengan kondisi di Indonesia. Kita punya engagement tinggi di medsos dan lain-lain," ucapnya.
[Gambas:Photo CNN]
Dapat kontrak panjang, tak otomatis membuat jalan ITDC menjadi lapang. Di tengah persiapan pembangunan, pandemi Covid-19 melanda pada awal 2020. Hal ini membuat pembangunan terhambat.
"Pembangunan seharusnya dimulai pada awal 2020 tetapi baru bisa bergulir pada Juli 2020. Tanggal 14 Agustus 2021 kita selesai, handover dari PT Pembangunan Perumahan," ujar Abdulbar.
"Ketika itu kami memutuskan tidak tepat untuk menggelar pergelaran MotoGP pada Oktober 2021 karena pandemi," ucap pria kelahiran Solo ini menjelaskan alasan MotoGP batal digelar di Indonesia pada 2021.
Meski demikian ITDC tak ingin ada ruang kosong di 2021. Dorna dan ITDC sepakat, WSBK akan digelar di Sirkuit Mandalika pada akhir 2021. Ini akan menjadi sarana uji coba sirkuit yang baru dibangun.
Sebelum WSBK berlangsung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlebih dahulu meresmikan sirkuit dengan 11 tikungan ini dengan nama Pertamina International Street Circuit pada 12 November 2021.
[Gambas:Video CNN]