Idrissa Gueye, Pemain Muslim PSG yang Menolak Kostum Pelangi

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mei 2022 11:58 WIB
Idrissa Gueye viral di media sosial karena menolak bermain menggunakan kostum PSG bercorak pelangi. Berikut profil Idrissa Gueye. Idrissa Gueye mendapat kritikan karena menolak menggunakan baju dengan warna pelangi. (AFP/BERTRAND GUAY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Idrissa Gueye viral di media sosial karena dikabarkan menolak bermain saat Paris Saint-Germain (PSG) melawan Montpellier, Minggu (15/5), karena kostum PSG bercorak pelangi. Berikut profil Idrissa Gueye.

Gueye disebut ikut dalam rombongan skuad utama Les Parisiens ke Montpellier. Namun ia menolak bertanding karena PSG menggunakan jersey putih dengan corak pelangi di bagian nomor punggung.

Akhir pekan lalu klub-klub di Perancis tampil dengan kostum corak pelangi di nomor punggung sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas LGBTQ+ jelang International Day Against Homophobia, Biphobhia, and Transphobia yang jatuh pada 17 Mei.


Pelatih PSG Mauricio Pochettino mengatakan Gueye tidak bertanding bukan karena cedera, tapi karena alasan pribadi. Gueye diklaim tak ingin memakai kostum dengan warna pelangi itu karena bertentangan dengan agamanya.

Sosok Idrissa Gueye dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola muslim yang kerap menunjukkan aktivitas keagamaannya.

Dalam akun media sosialnya, ia rutin mengunggah konten bernuansa Islami selama bulan Ramadan. Selain itu gelandang 32 tahun itu juga menyempatkan pergi ke Mekah untuk menjalankan ibadah umrah.

Soccer Football - Ligue 1 - Montpellier v Paris St Germain - Stade de la Mosson, Montpellier, France - May 14, 2022 Paris St Germain's Lionel Messi and Angel Di Maria REUTERS/Benoit TessierPSG menggunakan kostum dengan warna pelangi saat melawan Montpellier. (REUTERS/Benoit Tessier)

Gueye sudah menganut Islam sejak dirinya lahir di Dakar, Senegal, 26 September 1989. Namun tak banyak informasi tentang kehidupan pribadi anak dari Marie Gueye tersebut.

Ia mengawali karier sepak bola bersama klub lokal, Diambars, pada 2007 sebelum berlabuh ke klub Prancis Lille setahun kemudian. Perlahan tapi pasti, Gueye sukses menembus tim utama Lille di musim 2010/2011 ketika klubnya menjuarai Ligue 1.

Bersama Olivier Giroud, Gueye menjadi pilihan utama. Karakter enerjik membuat Gueye menjadi langganan starter di Liga Champions.

Gerak-gerik Gueye menarik hati klub Premier League Aston Villa yang merekrutnya pada musim panas 2015. Sayangnya Villa harus degradasi sehingga Gueye terpaksa pindah ke Everton untuk menyelamatkan karier

Gueye benar-benar membuktikan kualitasnya sebagai gelandang 'pengangkut air' berkat kerja keras di lapangan. Selain mengatur tempo permainan, Gueye sering melakukan intersep guna memotong serangan lawan sebelum masuk zona pertahanan.

Pesona Gueye membuat dirinya menjadi target panas bursa transfer. PSG menjadi salah satu tim yang paling gesit bermanuver demi membujuk Gueye kembali merumput di Prancis.

Usaha PSG merayu Gueye sempat gagal pada Januari 2019 karena Everton melarang sang pemain hengkang. Namun selang enam bulan kemudian, The Toffees akhirnya luluh dan membuka pintu keluar bagi Gueye.

Setelah Mauricio Pochettino datang menggantikan Thomas Tuchel yang hengkang ke Chelsea, Gueye tetap mendapat jam terbang reguler. Musim ini Gueye sudah tampil dalam 32 pertandingan di semua ajang dengan kontribusi empat gol dan satu assist.

[Gambas:Video CNN]

(ikh/har)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER