ANALISIS

Masih Mau Reshuffle Shin Tae Yong, PSSI?

Haryanto Tri Wibowo | CNN Indonesia
Rabu, 15 Jun 2022 19:00 WIB
Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia 2023, sebuah prestasi yang diraih di bawah bayang-bayang ancaman reshuffle Shin Tae Yong oleh PSSI. Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia untuk kali pertama sejak 2007. (ANTARA FOTO/HUMAS PSSI)

Jika benar Shin Tae Yong keteteran melatih Timnas Indonesia senior, U-23, dan U-19 sesuai pernyataan PSSI, maka melakukan pergantian pelatih merupakan keputusan yang paling tepat.

Shin tidak bisa berlama-lama menikmati sukses lolos ke Piala Asia 2023. Pelatih 52 tahun itu akan langsung fokus ke Piala AFF U-19 2022 yang rencananya digelar 2-15 Juli mendatang di Indonesia.

Setelah itu Shin harus menangani Timnas senior dan U-19 dalam agenda yang berdekatan. Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 akan digelar 10-18 September mendatang, disusul FIFA Matchday mulai 19-27 September jika PSSI memutuskan untuk menggelar laga uji coba.

Uji coba FIFA Matchday pada September 2022 itu penting sebagai salah satu persiapan Timnas Indonesia senior jelang tampil di Piala AFF 2022 pada Desember.

Jadwal padat itu pastinya bisa membuat Shin Tae Yong semakin keteteran. Sudah tidak boleh lagi Shin memberi kepercayaan kepada asistennya seperti saat U-19 tampil di Toulon Cup 2022.

Timnas Indonesia U-19 sudah lama tidak merasakan sentuhan Shin Tae Yong. Padahal target awal Shin dikontrak PSSI adalah Timnas U-19 meraih sukses di Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia tahun depan.

Pesepak bola Timnas Indonesia Witan Sulaeman (kiri) dan Pratama Arhan (kanan) berselebrasi usai membobol gawang Timnas Nepal pada laga terakhir Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad, Kuwait, Selasa (14/6/2022). Indonesia menang dengan skor 7-0 atas Nepal sekaligus memastikan diri lolos ke putaran final Piala Asia 2023 sebagai runner up terbaik. ANTARA FOTO/Humas PSSI/app/aww.Foto: ANTARA FOTO/HUMAS PSSI
Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae Yong menunjukkan grafik meningkat. (ANTARA FOTO/Humas PSSI)

Tapi keputusan harus diambil berdasarkan kesepakatan bersama. Tidak bisa PSSI yang mengambil keputusan sepihak karena ada kontrak yang harus disepakati. Tidak bisa juga Shin Tae Yong yang secara sepihak memutuskan tetap memegang tiga Timnas Indonesia karena kewenangan terakhir ada di PSSI.

Harus ada kesepakatan bersama antara PSSI dan Shin Tae Yong dengan satu tujuan utama: Timnas Indonesia di semua kelompok umur meraih prestasi terbaik.

Jika pada akhirnya PSSI menganggap Shin Tae Yong, berdasarkan hasil diskusi dan kompromi, tidak akan mampu memegang tiga jabatan sekaligus menghadapi tugas berat hingga tahun depan, mengganti Shin harus dilakukan.

Keputusan yang tidak populer tentunya dan PSSI harus siap mendapat hujatan netizen.

Banner Testimoni

Tapi sekarang adalah momen yang tepat untuk mengganti Shin Tae Yong dari jabatan pelatih Timnas senior. Jangan ulur waktu lagi. Dengan begitu pelatih baru nantinya sudah punya persiapan yang matang di Piala AFF 2022 sebelum ke Piala Asia 2023.

Sebaliknya jika Shin Tae Yong bisa meyakinkan PSSI dia mampu memegang tiga Timnas Indonesia sekaligus, maka federasi harus memberikan dukungan 100 persen.

Jangan ada lagi perbedaan suara antara anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengenai dukungan terhadap Shin. Karena hal itu bisa mengganggu fokus dan merusak rencana yang ada.

PSSI harus melakukan segala cara memastikan Shin tidak lagi merasakan keteteran menghadapi sejumlah turnamen penting di depan.

Shin Tae Yong sudah mulai menemukan sentuhan terbaik sebagai pelatih Timnas Indonesia. Meski masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi, tapi grafik performa tim Garuda terus menunjukkan peningkatan di bawah asuhan Shin.

Selain itu Shin Tae Yong juga mampu membangkitkan keyakinan suporter, bahwa Timnas Indonesia akan punya masa depan yang cerah.

[Gambas:Video CNN]

(har/sry)
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER