Jangan Racuni Timnas U-16 dengan Balas Dendam Menyesatkan
Jun Mahares | CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 19:24 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Timnas Indonesia U-16 tak boleh dibebani misi balas dendam salah kaprah dari PSSI. (Foto: Dok PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Laga 'aneh' yang sempat terjadi di Piala AFF U-19 mestinya tak meracuni semangat fairplay di Piala AFF U-16 2022. Timnas Indonesia U-16 tak boleh melanggengkan misi balas dendam keliru.
Pertandingan Vietnam vs Thailand di babak penyisihan Piala AFF U-19 2022 memang masih membekas jelas di ingatan pencinta sepak bola Indonesia. Kedua tim diduga main tak sportif saat yang berakhir 1-1.
Vietnam dan Thailand memilih bermain aman setelah skor berubah 1-1 di menit ke-76. Kedua kubu tak lagi berinisiatif menyerang dan lebih banyak mengulur-ulur waktu hingga laga imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil tersebut praktis membuat Timnas U-19 tersingkir via head to head karena kalah produktivitas mencetak gol dari Vietnam dan Thailand yang sama-sama mengemas 11 poin.
Tersingkirnya Indonesia membuat netizen geram dan menggeruduk akun Instagram AFF. PSSI pun ikut bereaksi dengan mengirimkan surat permohonan investigasi terkait dugaan praktik tak sportif.
Tak berhenti sampai di situ, netizen Indonesia pun mendesak PSSI untuk pindah konfederasi EAFF yang dihuni Jepang, Korea Selatan, dan China.
Beberapa pekan kemudian AFF melayangkan surat balasan dari PSSI. Setelah melibatkan tiga lembaga ahli, duel Vietnam vs Thailand dinyatakan tak melanggar nilai-nilai sportivitas FIFA.
PSSI pun menerima keputusan itu dengan lapang dada, namun laga 'aneh' Vietnam vs Thailand sudah kadung membekas dan melukai hati pencinta sepak bola Indonesia.
Kampanye balas dendam ke Vietnam dan Thailand pun lanjut digelorakan di Piala AFF U-16. Skuad arahan Bima Sakti diharapkan bisa membalas kekecewaan terhadap Vietnam dan Thailand yang belakangan merajai turnamen AFF di seluruh kelompok usia.
Timnas Indonesia U-19 tersingkir di fase grup Piala AFF U-19. (CNNIndonesiia/Adhi Wicaksono)
Misi balas dendam pertama kali ditegaskan langsung Ketua PSSI Mochamad Iriawan. Pernyataan itu dibuat ketika Vietnam mengeluhkan regulasi wajib booster kepada pemain dan ofisial peserta Piala AFF U-16.
"Kan setiap negara punya aturan sendiri, ikuti saja, jangan banyak mengeluh lah," kata Iriawan beberapa waktu lalu sebelum Piala AFF U-16 2022 digulirkan.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menargetkan Indonesia bisa merebut gelar juara. Status tuan rumah akan dimanfaatkan tim besutan Bima Sakti untuk meningkatkan kepercayaan diri para pemain.
Iwan berharap skuad Garuda Asia bisa membalaskan dendam usai gagal menjuarai Piala AFF U-19 2022 karena merasa 'dikerjai' Vietnam dan Thailand.
"Kita pasti ingin juara, tapi kita lihat dulu bagaimana. Kita balas yang kemarin, kita tidak kalah oleh Vietnam, tapi karena ada regulasi head to head. Kalau lihat selisih gol paling besar kan kita dan itu luar biasa. Bima Sakti cukup bagus, doakan saja," ucap Iwan.
Baca lanjutan artikel ini di halaman berikutnya>>>
Misi salah kaprah ini pun berkembang di kalangan netizen. Timnas U-16 menanggung beban keliru hanya karena kekesalan masa lalu yang tak layak dijadikan fondasi pembinaan usia muda.
Perlu diingatkan lagi, tujuan utama turnamen kelompok umur adalah menambah jam terbang pemain muda di pentas internasional. Pengalaman bertanding diyakini bisa memupuk mental para pemain muda.
Di Piala AFF U-16, para talenta muda diharapkan bisa memaknai arti kemenangan, belajar menyikapi kekalahan, dan memahami atmosfer persaingan di turnamen antarnegara. Sikap fairplay juga harus benar-benar ditanamkan di ajang kelompok umur. Sementara gelar juara hanyalah bonus semata.
Timnas U-16 yang digawangi Bima Sakti tengah berjuang di babak penyisihan grup Piala AFF U-16 2022 yang berlangsung mulai 31 Juli 2022.
Kebetulan, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam. Itulah kenapa gelora balas dendam sudah digaungkan sebelum turnamen ini bergulir. Filipina dan Singapura tampaknya akan jadi pemanis persaingan Indonesia dan Vietnam di fase grup.
Indonesia memulai kiprahnya di babak penyisihan Grup A dengan mengalahkan Filipina 2-0. Grafik permainan Muhammad Iqbal Dwijangge dkk meningkat di laga kedua dengan menaklukkan Singapura 9-0.
Kemenangan telak atas Singapura mengantar Indonesia ke puncak klasemen sementara Grup A. Sementara Vietnam menguntit di posisi kedua dengan perolehan poin yang sama. Namun, The Golden Star muda kalah selisih gol dari Indonesia.
Indonesia akan menghadapi Vietnam di partai terakhir Grup A untuk menentukan siapa yang berhak keluar sebagai juara grup. Aroma balas dendam mulai santer tercium jelang duel yang akan dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/8).
Timnas Indonesia U-16 menang telak atas Singapura. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Pasukan Garuda Asia sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan lolos ke semifinal. Namun, publik menuntut Timnas U-16 untuk mengalahkan Vietnam untuk memuluskan misi 'balas dendam' yang salah kaprah.
Kemenangan memang jadi impian semua tim, namun jangan sampai niat murni tersebut diracuni embel-embel balas dendam yang jelas salah kaprah.
Suporter sepak bola Indonesia yang terkenal fanatik boleh memberikan dukungan penuh di Sleman akhir pekan nanti. Tapi, jangan membebankan mereka untuk 'menghukum' Vietnam muda yang tak bersalah.
Biarlah Nabil Asyura dan kawan-kawan menikmati pertandingan dengan bermain lepas. Perjuangan Timnas U-16 masih panjang dan tak boleh diracuni tendensi negatif yang justru bisa menggerus nilai-nilai luhur sepak bola usia dini.
Laga 'aneh' yang sempat terjadi di Piala AFF U-19 mestinya tak meracuni semangat fairplay di Piala AFF U-16 2022. Timnas Indonesia U-16 tak boleh melanggengkan misi balas dendam keliru.
Pertandingan Vietnam vs Thailand di babak penyisihan Piala AFF U-19 2022 memang masih membekas jelas di ingatan pencinta sepak bola Indonesia. Kedua tim diduga main tak sportif saat yang berakhir 1-1.
Vietnam dan Thailand memilih bermain aman setelah skor berubah 1-1 di menit ke-76. Kedua kubu tak lagi berinisiatif menyerang dan lebih banyak mengulur-ulur waktu hingga laga imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil tersebut praktis membuat Timnas U-19 tersingkir via head to head karena kalah produktivitas mencetak gol dari Vietnam dan Thailand yang sama-sama mengemas 11 poin.
Tersingkirnya Indonesia membuat netizen geram dan menggeruduk akun Instagram AFF. PSSI pun ikut bereaksi dengan mengirimkan surat permohonan investigasi terkait dugaan praktik tak sportif.
Tak berhenti sampai di situ, netizen Indonesia pun mendesak PSSI untuk pindah konfederasi EAFF yang dihuni Jepang, Korea Selatan, dan China.
Beberapa pekan kemudian AFF melayangkan surat balasan dari PSSI. Setelah melibatkan tiga lembaga ahli, duel Vietnam vs Thailand dinyatakan tak melanggar nilai-nilai sportivitas FIFA.
PSSI pun menerima keputusan itu dengan lapang dada, namun laga 'aneh' Vietnam vs Thailand sudah kadung membekas dan melukai hati pencinta sepak bola Indonesia.
Kampanye balas dendam ke Vietnam dan Thailand pun lanjut digelorakan di Piala AFF U-16. Skuad arahan Bima Sakti diharapkan bisa membalas kekecewaan terhadap Vietnam dan Thailand yang belakangan merajai turnamen AFF di seluruh kelompok usia.
Timnas Indonesia U-19 tersingkir di fase grup Piala AFF U-19. (CNNIndonesiia/Adhi Wicaksono)
Misi balas dendam pertama kali ditegaskan langsung Ketua PSSI Mochamad Iriawan. Pernyataan itu dibuat ketika Vietnam mengeluhkan regulasi wajib booster kepada pemain dan ofisial peserta Piala AFF U-16.
"Kan setiap negara punya aturan sendiri, ikuti saja, jangan banyak mengeluh lah," kata Iriawan beberapa waktu lalu sebelum Piala AFF U-16 2022 digulirkan.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menargetkan Indonesia bisa merebut gelar juara. Status tuan rumah akan dimanfaatkan tim besutan Bima Sakti untuk meningkatkan kepercayaan diri para pemain.
Iwan berharap skuad Garuda Asia bisa membalaskan dendam usai gagal menjuarai Piala AFF U-19 2022 karena merasa 'dikerjai' Vietnam dan Thailand.
"Kita pasti ingin juara, tapi kita lihat dulu bagaimana. Kita balas yang kemarin, kita tidak kalah oleh Vietnam, tapi karena ada regulasi head to head. Kalau lihat selisih gol paling besar kan kita dan itu luar biasa. Bima Sakti cukup bagus, doakan saja," ucap Iwan.
Baca lanjutan artikel ini di halaman berikutnya>>>
Pemain Muda Pikul Beban Keliru
Timnas Indonesia U-16 akan hadapi Vietnam untuk menentukan status juara Grup A Piala AFF U-16 2022. (Foto: Dok PSSI)
Misi salah kaprah ini pun berkembang di kalangan netizen. Timnas U-16 menanggung beban keliru hanya karena kekesalan masa lalu yang tak layak dijadikan fondasi pembinaan usia muda.
Perlu diingatkan lagi, tujuan utama turnamen kelompok umur adalah menambah jam terbang pemain muda di pentas internasional. Pengalaman bertanding diyakini bisa memupuk mental para pemain muda.
Di Piala AFF U-16, para talenta muda diharapkan bisa memaknai arti kemenangan, belajar menyikapi kekalahan, dan memahami atmosfer persaingan di turnamen antarnegara. Sikap fairplay juga harus benar-benar ditanamkan di ajang kelompok umur. Sementara gelar juara hanyalah bonus semata.
Timnas U-16 yang digawangi Bima Sakti tengah berjuang di babak penyisihan grup Piala AFF U-16 2022 yang berlangsung mulai 31 Juli 2022.
Kebetulan, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam. Itulah kenapa gelora balas dendam sudah digaungkan sebelum turnamen ini bergulir. Filipina dan Singapura tampaknya akan jadi pemanis persaingan Indonesia dan Vietnam di fase grup.
Indonesia memulai kiprahnya di babak penyisihan Grup A dengan mengalahkan Filipina 2-0. Grafik permainan Muhammad Iqbal Dwijangge dkk meningkat di laga kedua dengan menaklukkan Singapura 9-0.
Kemenangan telak atas Singapura mengantar Indonesia ke puncak klasemen sementara Grup A. Sementara Vietnam menguntit di posisi kedua dengan perolehan poin yang sama. Namun, The Golden Star muda kalah selisih gol dari Indonesia.
Indonesia akan menghadapi Vietnam di partai terakhir Grup A untuk menentukan siapa yang berhak keluar sebagai juara grup. Aroma balas dendam mulai santer tercium jelang duel yang akan dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/8).
Timnas Indonesia U-16 menang telak atas Singapura. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Pasukan Garuda Asia sejatinya hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan lolos ke semifinal. Namun, publik menuntut Timnas U-16 untuk mengalahkan Vietnam untuk memuluskan misi 'balas dendam' yang salah kaprah.
Kemenangan memang jadi impian semua tim, namun jangan sampai niat murni tersebut diracuni embel-embel balas dendam yang jelas salah kaprah.
Suporter sepak bola Indonesia yang terkenal fanatik boleh memberikan dukungan penuh di Sleman akhir pekan nanti. Tapi, jangan membebankan mereka untuk 'menghukum' Vietnam muda yang tak bersalah.
Biarlah Nabil Asyura dan kawan-kawan menikmati pertandingan dengan bermain lepas. Perjuangan Timnas U-16 masih panjang dan tak boleh diracuni tendensi negatif yang justru bisa menggerus nilai-nilai luhur sepak bola usia dini.