Muhammad Nabil Asyura dan kawan-kawan tampil begitu meyakinkan di fase grup. Bukan saja mampu keluar sebagai juara grup, Timnas Indonesia U-16 perkasa dengan menyapu bersih tiga kemenangan.
Dua kemenangan atas Filipina 2-0 dan Singapura 9-0, dilanjutkan dengan kemenangan atas rival di ASEAN, Vietnam. Timnas Indonesia U-16 menutup laga dengan skor 2-1 setelah tertinggal lebih dulu di pertandingan tersebut.
Sapu bersih kemenangan itu melapangkan jalan Timnas Indonesia U-16 ke semifinal. Garuda Asia ditantang Myanmar yang keluar sebagai juara Grup C.
Sekilas Myanmar tampak seperti sebuah tim yang menakutkan. Tim yang diarsiteki Nyi Nyi Latt itu membuka kampanye mereka dengan mengalahkan Australia 3-2, tim pengoleksi dua gelar juara di ajang ini.
Namun rasa takut itu memudar melihat kiprah Australia di dua laga sisa. Tim Negeri Kanguru malah kalah dari Kamboja 2-4 dan bermain imbang 2-2 kontra Malaysia.
Hasil ini memperlihatkan Australia bukan tim yang istimewa di Piala AFF U-16 2022 ini. Oleh karena itu, Timnas Indonesia U-16 tidak perlu ciut nyali melawan Myanmar di babak semifinal.
Faktor lainnya tentu rapor Myanmar yang cenderung tak istimewa. Meski lolos sebagai juara grup, The Asian Tigers, julukan Myanmar, lolos dengan mengoleksi tujuh poin.
Myanmar juga tidak terlalu produktif karena hanya mencetak lima gol dari tiga pertandingan. Dari segi kemasukan gol, Kaung Khant Zaw dan kawan-kawan kebobolan tiga gol yang berarti rata-rata kebobolan satu gol per pertandingan.
Rapor ini jelas kalah mengkilap dari Timnas Indonesia U-16. Timnas U-16 bukan saja mampu menyapu bersih kemenangan tetapi juga mampu mencetak 13 gol dan hanya sekali kebobolan.
Koleksi 13 gol itu membuat Timnas Indonesia U-16 jadi tim paling produktif di fase grup. Skuad asuhan Bima Sakti juga merupakan tim yang paling sedikit kebobolan karena hanya kemasukan satu gol.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Torehan bagus itu membuat Timnas Indonesia U-16 begitu diunggulkan untuk melewati adangan Myanmar. Timnas Indonesia U-16 yang memburu gelar kedua di Piala AFF U-16 diyakini tidak akan sulit untuk bisa lolos ke final.
Dari segi rekor pertemuan, Indonesia dan Myanmar berimbang dengan sama-sama dua kali menang dan satu laga berakhir imbang. Hanya saja dalam dua pertemuan terakhir, Timnas Indonesia U-16 mampu keluar sebagai pemenang.
Dua pertemuan terakhir itu terjadi di fase grup yakni tahun 2018 dan 2019. Pada dua pertemuan itu, Timnas Indonesia U-16 menang 2-1 dan mencukur Myanmar 5-0.
Beragam catatan positif itu didukung kualitas individu di Timnas Indonesia u-16 yang menjanjikan. Bima Sakti punya dua pemain depan yang menjanjikan yakni Nabil Asyura dan Arkhan Kaka Putra.
Kedua pemain ini bisa mengisi peran dengan sangat baik. Arkhan Kaka punya skill olah bola yang baik, agresif dan berani dalam duel satu lawan satu.
Sedangkan Nabil lebih bertipe penyelesai serangan. Pemain kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu punya kaki dan kepala yang mematikan.
Di lini tengah terdapat nama Kafiatur Rizky dan Riski Afrisal yang menjad kunci dalam bertarung dengan gelandang-gelandang lawan. Sosok kapten tim Muhammad Iqbal Gwijangge juga mampu memberikan rasa aman bagi pertahanan Garuda Asia.
Sepanjang fase grup, para anak muda Timnas Indonesia U-16 ini memperlihatkan permainan kolektif yang menjanjikan. Serangan-serangan yang dibangun dari sayap dan kecepatan Arkhan Kaka di lini depan berhasil merepotkan tim-tim lawan.
Kelebihan ini yang harus bisa kembali ditonjolkan saat bersua Myanmar. Timnas Indonesia U-16 juga pantang gugup karena dukungan akan mengalir deras dari suporter yang memadati Stadion Maguwoharjo.
Asalkan bisa menjaga standar permainan seperti di fase grup, Timnas Indonesia U-16 niscaya akan mampu melewati adangan Myanmar. Oleh karena itu, ayo ke final Piala AFF U-16 2022, Garuda Asia!
Muhammad Nabil Asyura dan kawan-kawan tampil begitu meyakinkan di fase grup. Bukan saja mampu keluar sebagai juara grup, Timnas Indonesia U-16 perkasa dengan menyapu bersih tiga kemenangan.
Dua kemenangan atas Filipina 2-0 dan Singapura 9-0, dilanjutkan dengan kemenangan atas rival di ASEAN, Vietnam. Timnas Indonesia U-16 menutup laga dengan skor 2-1 setelah tertinggal lebih dulu di pertandingan tersebut.
Sapu bersih kemenangan itu melapangkan jalan Timnas Indonesia U-16 ke semifinal. Garuda Asia ditantang Myanmar yang keluar sebagai juara Grup C.
Sekilas Myanmar tampak seperti sebuah tim yang menakutkan. Tim yang diarsiteki Nyi Nyi Latt itu membuka kampanye mereka dengan mengalahkan Australia 3-2, tim pengoleksi dua gelar juara di ajang ini.
Namun rasa takut itu memudar melihat kiprah Australia di dua laga sisa. Tim Negeri Kanguru malah kalah dari Kamboja 2-4 dan bermain imbang 2-2 kontra Malaysia.
Hasil ini memperlihatkan Australia bukan tim yang istimewa di Piala AFF U-16 2022 ini. Oleh karena itu, Timnas Indonesia U-16 tidak perlu ciut nyali melawan Myanmar di babak semifinal.
Faktor lainnya tentu rapor Myanmar yang cenderung tak istimewa. Meski lolos sebagai juara grup, The Asian Tigers, julukan Myanmar, lolos dengan mengoleksi tujuh poin.
Myanmar juga tidak terlalu produktif karena hanya mencetak lima gol dari tiga pertandingan. Dari segi kemasukan gol, Kaung Khant Zaw dan kawan-kawan kebobolan tiga gol yang berarti rata-rata kebobolan satu gol per pertandingan.
Rapor ini jelas kalah mengkilap dari Timnas Indonesia U-16. Timnas U-16 bukan saja mampu menyapu bersih kemenangan tetapi juga mampu mencetak 13 gol dan hanya sekali kebobolan.
Koleksi 13 gol itu membuat Timnas Indonesia U-16 jadi tim paling produktif di fase grup. Skuad asuhan Bima Sakti juga merupakan tim yang paling sedikit kebobolan karena hanya kemasukan satu gol.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Materi Pemain Mumpuni
Nabil Asyura jadi andalan di lini depan Timnas Indonesia U-16. (Dok PSSI)
Torehan bagus itu membuat Timnas Indonesia U-16 begitu diunggulkan untuk melewati adangan Myanmar. Timnas Indonesia U-16 yang memburu gelar kedua di Piala AFF U-16 diyakini tidak akan sulit untuk bisa lolos ke final.
Dari segi rekor pertemuan, Indonesia dan Myanmar berimbang dengan sama-sama dua kali menang dan satu laga berakhir imbang. Hanya saja dalam dua pertemuan terakhir, Timnas Indonesia U-16 mampu keluar sebagai pemenang.
Dua pertemuan terakhir itu terjadi di fase grup yakni tahun 2018 dan 2019. Pada dua pertemuan itu, Timnas Indonesia U-16 menang 2-1 dan mencukur Myanmar 5-0.
Beragam catatan positif itu didukung kualitas individu di Timnas Indonesia u-16 yang menjanjikan. Bima Sakti punya dua pemain depan yang menjanjikan yakni Nabil Asyura dan Arkhan Kaka Putra.
Kedua pemain ini bisa mengisi peran dengan sangat baik. Arkhan Kaka punya skill olah bola yang baik, agresif dan berani dalam duel satu lawan satu.
Sedangkan Nabil lebih bertipe penyelesai serangan. Pemain kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu punya kaki dan kepala yang mematikan.
Di lini tengah terdapat nama Kafiatur Rizky dan Riski Afrisal yang menjad kunci dalam bertarung dengan gelandang-gelandang lawan. Sosok kapten tim Muhammad Iqbal Gwijangge juga mampu memberikan rasa aman bagi pertahanan Garuda Asia.
Sepanjang fase grup, para anak muda Timnas Indonesia U-16 ini memperlihatkan permainan kolektif yang menjanjikan. Serangan-serangan yang dibangun dari sayap dan kecepatan Arkhan Kaka di lini depan berhasil merepotkan tim-tim lawan.
Kelebihan ini yang harus bisa kembali ditonjolkan saat bersua Myanmar. Timnas Indonesia U-16 juga pantang gugup karena dukungan akan mengalir deras dari suporter yang memadati Stadion Maguwoharjo.
Asalkan bisa menjaga standar permainan seperti di fase grup, Timnas Indonesia U-16 niscaya akan mampu melewati adangan Myanmar. Oleh karena itu, ayo ke final Piala AFF U-16 2022, Garuda Asia!