Penonton MotoGP Menurun, Gara-gara Rossi dan Marquez Hilang?
CNN Indonesia
Minggu, 14 Agu 2022 19:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Harga tiket MotoGP dianggap terlalu mahal. (REUTERS/PAUL CHILDS)
Mantan pembalap Grand Prix sepeda motor asal Inggris, Keith Huewen, mengatakan ada sejumlah faktor penting yang menyebabkan jumlah penonton di MotoGP Inggris 2022 berkurang drastis. Faktor itu juga bisa mempengaruhi balapan di negara lain.
MotoGP Inggris 2022, disebut Huewen, seharusnya dipenuhi penonton di Sirkuit Silverstone. Selain karena cuaca yang cerah untuk balapan, jalannya balapan di MotoGP Inggris 2022 sangat menarik.
Huewen mengatakan salah satu masalah yang membuat MotoGP Inggris 2022 sepi penonton adalah jadwal balapan. Pihak Dorna Sports dianggap Huewen salah memajukan jadwal balapan MotoGP Inggris menjadi ke pukul 13.00 waktu setempat dari biasanya 14.00.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan jadwal itu diyakini Huewen membuat penonton Inggris malas pergi pagi-pagi ke Sirkuit Silverstone.
"Saya tahu Silverstone, mereka memiliki infrastruktur jalan yang bagus dan sangat terorganisir dengan baik. Tetapi mengemudi langsung pada jam 8 pagi di hari Minggu tampak aneh," ucap Huewen dikutip dari Crash.
Selain soal jadwal, Huewen menganggap harga tiket balapan MotoGP Inggris di hari Minggu cukup mahal, yakni 90 poundsterling atau setara Rp1,6 juta. Begitu juga dengan harga parkir seharga 30 poundsterling (setara Rp538 ribu).
Jadwal yang berdekatan antara MotoGP Inggris (7 Agustus) dengan F1 GP Inggris (3 Juli) juga jadi masalah.
Dorna Sports juga diminta berkaca dari kesuksesan World Superbike (WSBK) yang menarik lebih banyak penonton saat GP Inggris di Donington Park, 16-17 Juli lalu.
Harga tiket WSBK Inggris lebih murah ketimbang MotoGP. Selain itu rivalitas antara Jonathan Rea, Toprak Razgatlioglu dan Alvaro Bautista menjadi faktor WSBK Inggris banyak peminat.
Faktor terakhir yang membuat MotoGP dianggap mulai kehilangan penonton adalah minim hiburan di luar balapan. MotoGP bisa belajar dari F1 yang sukses kembali merebut penonton karena faktor hiburan.
Hiburan yang dimaksud bisa berupa konser musik usai balapan seperti yang diterapkan di F1 GP Singapura, atau kehadiran orang-orang terkenal di grid walk sebelum balapan F1.
Selain itu, dari sisi pembalap, ada ketakutan sikap Race Direction yang kaku dalam memberi hukuman bisa membuat MotoGP semakin membosankan. Hal itu diungkapkan Fabio Quartararo setelah dihukum long lap penalty di MotoGP Inggris 2022.
(har)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jumlah penonton MotoGP terus menurun di musim 2022, terakhir di MotoGP Inggris 2022. Apa yang terjadi, apakah hanya karena sudah tidak ada Valentino Rossi dan Marc Marquez absen?
Hanya ada 41.002 penonton yang hadir langsung di Sirkuit Silverstone pada balapan MotoGP Inggris 2022, Minggu (7/8). Jumlah itu turun drastis dari musim lalu ketika ada 67.000 penonton hadir di hari H balapan MotoGP Inggris 2021.
Jumlah itu kalah jauh dari ajang F1 GP Inggris yang juga digelar di Sirkuit Silverstone bulan lalu. Dikutip dari Crash, ada 142.000 penonton pada hari H balapan F1 Inggris.
Total ada 401.000 penonton yang hadir di F1 GP Inggris sepanjang tiga hari. Jumlah itu cukup mengejutkan mengingat F1 sempat disebut membosankan ketimbang MotoGP dalam beberapa tahun terakhir. Sementara di MotoGP Inggris 2022 hanya ada 100.400 hadir sepanjang tiga hari.
Lalu apa yang menyebabkan MotoGP terus kehilangan penonton, hingga kini mulai kalah dari F1?
Dorna Sports melalui CEO Carmelo Ezpeleta berulang kali mengatakan MotoGP akan tetap 'jalan' meski Valentino Rossi sudah pensiun. Tapi tidak dipungkiri pensiunnya Rossi, ditambah Marc Marquez absen panjang, menjadi salah satu faktor penting menurunnya jumlah penonton MotoGP.
Juara dunia balap motor enduro yang juga penggemar MotoGP, Ivan Cervantes, menganggap daya tarik MotoGP berkurang dengan Rossi dan Marquez tidak ada di atas trek.
"MotoGP selalu menarik, tapi dua pembalap hebat hilang: Rossi yang merupakan legenda, dan Marquez yang merupakan pembalap terbaik dalam sejarah. Saya berharap Marquez cempat sembuh, karena kami merindukan dia," ujar Cervantes.
"Dalam hampir tiga tahun terakhir tanpa dia di depan, banyak pembalap yang meraih kemenangan, yang penting bagi merek motor. Kita lihat Joan Mir juara, kemudian Quartararo. Absennya Marquez memberi 'kehidupan' bagi pembalap lain," ucap Cervantes dikutip dari AS.
Rossi pensiun dari MotoGP usai musim 2021. Sementara Marquez lebih banyak absen sejak 2020. Pembalap Repsol Honda itu harus absen panjang di MotoGP 2022 setelah menjalani operasi. Marquez diprediksi baru akan kembali tampil pada Oktober mendatang.
Tapi apakah penurunan jumlah penonton MotoGP hanya karena Rossi dan Marquez menghilang?
Jawabannya: tidak!
Bersambung ke halaman kedua >>>
Harga Tiket Mahal Hingga Jadwal Tak Bersahabat
Harga tiket MotoGP dianggap terlalu mahal. (REUTERS/PAUL CHILDS)
Mantan pembalap Grand Prix sepeda motor asal Inggris, Keith Huewen, mengatakan ada sejumlah faktor penting yang menyebabkan jumlah penonton di MotoGP Inggris 2022 berkurang drastis. Faktor itu juga bisa mempengaruhi balapan di negara lain.
MotoGP Inggris 2022, disebut Huewen, seharusnya dipenuhi penonton di Sirkuit Silverstone. Selain karena cuaca yang cerah untuk balapan, jalannya balapan di MotoGP Inggris 2022 sangat menarik.
Huewen mengatakan salah satu masalah yang membuat MotoGP Inggris 2022 sepi penonton adalah jadwal balapan. Pihak Dorna Sports dianggap Huewen salah memajukan jadwal balapan MotoGP Inggris menjadi ke pukul 13.00 waktu setempat dari biasanya 14.00.
Perubahan jadwal itu diyakini Huewen membuat penonton Inggris malas pergi pagi-pagi ke Sirkuit Silverstone.
"Saya tahu Silverstone, mereka memiliki infrastruktur jalan yang bagus dan sangat terorganisir dengan baik. Tetapi mengemudi langsung pada jam 8 pagi di hari Minggu tampak aneh," ucap Huewen dikutip dari Crash.
Selain soal jadwal, Huewen menganggap harga tiket balapan MotoGP Inggris di hari Minggu cukup mahal, yakni 90 poundsterling atau setara Rp1,6 juta. Begitu juga dengan harga parkir seharga 30 poundsterling (setara Rp538 ribu).
Jadwal yang berdekatan antara MotoGP Inggris (7 Agustus) dengan F1 GP Inggris (3 Juli) juga jadi masalah.
Dorna Sports juga diminta berkaca dari kesuksesan World Superbike (WSBK) yang menarik lebih banyak penonton saat GP Inggris di Donington Park, 16-17 Juli lalu.
Harga tiket WSBK Inggris lebih murah ketimbang MotoGP. Selain itu rivalitas antara Jonathan Rea, Toprak Razgatlioglu dan Alvaro Bautista menjadi faktor WSBK Inggris banyak peminat.
Faktor terakhir yang membuat MotoGP dianggap mulai kehilangan penonton adalah minim hiburan di luar balapan. MotoGP bisa belajar dari F1 yang sukses kembali merebut penonton karena faktor hiburan.
Hiburan yang dimaksud bisa berupa konser musik usai balapan seperti yang diterapkan di F1 GP Singapura, atau kehadiran orang-orang terkenal di grid walk sebelum balapan F1.
Selain itu, dari sisi pembalap, ada ketakutan sikap Race Direction yang kaku dalam memberi hukuman bisa membuat MotoGP semakin membosankan. Hal itu diungkapkan Fabio Quartararo setelah dihukum long lap penalty di MotoGP Inggris 2022.