ANALISIS

Awas Indonesia, Jangan Besar Kepala di Final Piala AFF U-16

Abdul Susila | CNN Indonesia
Jumat, 12 Agu 2022 06:50 WIB
Timnas Indonesia U-16 tetap perlu siaga dan tidak besar kepala di final Piala AFF U-16 2022 melawan Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Jumat (12/8). Vietnam bisa menjadi ancaman Indonesia di final Piala AFF U-16 2022. (Dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Indonesia U-16 tak boleh besar kepala menatap laga final Piala AFF U-16 2022 karena mengalahkan Vietnam pada babak grup. Ini bisa menjadi bumerang.

Pada 6 Agustus, Timnas U-16 menang 2-1 atas Vietnam. Sempat tertinggal, tim asuhan Bima Sakti ini bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-51 dan akhirnya unggul di menit ke-55.

Tetapi Indonesia tetap patut waspada dengan Vietnam, pertandingan semifinal bisa menjadi acuan. Vietnam dengan meyakinkan menang 2-0 atas Thailand, sedangkan Indonesia lolos ke final lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1.

Statistik Garuda Asia pun jauh lebih mentereng dibanding Myanmar. Muhammad Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan menguasai permainan hingga 79 persen, melepas 523 umpan yang 81 persen di antaranya sukses.

Sepanjang pertandingan Garuda Asia melepas 29 tembakan ke gawang yang tujuh di antaranya tepat sasaran. Ini jomplang dengan Myanmar yang hanya bisa melepas empat shoot on target dan hanya dua yang akurat.

Statistik Vietnam agak berbeda. Mereka tak dominan menguasai permainan, tetapi efektif. Setiap kali berhasil membangun serangan, sisi pertahanan Thailand dibuat kelabakan.

Duel Vietnam vs Indonesia ini ibarat uji klinis pragmatisme kontra idealisme. Vietnam bermain pragmatis, sedangkan Indonesia mengusung idealisme Luis Milla, eks-pelatih Timnas Indonesia (2017-2018).

Mengapa Luis Milla? Bisa dilihat gaya main tim asuhan Bima Sakti ini mirip dengan pola main pelatih asal Spanyol tersebut. Memang tak 100 persen, tetapi dasar-dasarnya identik: filanesia.

Banner Testimoni

Sepanjang turnamen Indonesia memang tak pernah kalah ball possession. Bahkan angkanya paling tinggi jika dikalkulasi. Jumlah akurasi umpan Garuda Asia juga tertinggi.

Namun dalam sepak bola tak ada rumus, strategi dan pola A yang akan menghasilkan juara. Keunggulan sejumlah aspek tak bisa jadi landasan untuk besar kepala bahwa Indonesia U-16 akan juara.

Jadi mengapa harus besar kepala sedang gelar juara belum pasti di tangan. Bahkan, setelah juara pun tak pantas ada benih besar kepala yang membuat jamur star syndrome hinggap dan merusak.

Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>

Racun Motivasi dan Menikmati Final

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER