Vietnam akan belajar dari kesalahan pertemuan pertama dengan Indonesia pada turnamen ini, di fase grup. Pasalnya kesalahan itu berujung kekalahan lewat dua gol cepat Indonesia pada menit ke-51 dan 54' setelah unggul pada babak pertama.
Kesalahan yang diperbaiki Vietnam ditunjukkan pada laga semifinal melawan Thailand. Hasilnya Vietnam menang 2-0 dan lolos ke final.
Thailand memiliki permainan yang nyaris sama dengan Indonesia, bermain agresif, menyerang dengan cepat, dan permainan taktis.
Dengan permainan lawan yang seperti itu, Vietnam menegakkan disiplin di lini belakang dan menyerang balik dengan cepat. Tidak lupa, efektivitas dan penyelesaian akhir dipertajam.
Pertahanan Thailand yang solid, membuat Vietnam minim peluang gol. Thailand tidak membiarkan Vietnam U-16 mendapatkan kesempatan emas di kotak penalti, bahkan di kotak kecil depan gawang.
Meski demikian Vietnam tidak kehilangan kreativitas dalam menyerang dan menciptakan gol. The Young Golden Stars memecah kebuntuan pada menit ke-30 lewat tendangan Nguyen Cong Phuong dari luar kotak penalti.
Cara Cong Phuong mencetak gol ke gawang Thailand berpotensi terulang pada duel Indonesia vs Vietnam. Garuda Asia termasuk tim dengan pertahanan solid.
Hanya saja dalam momen tertentu pertahanan itu memiliki celah saat kehilangan konsentrasi. Celah itu terlihat ketika Myanmar melepaskan umpan-umpan lambung ke jantung pertahanan Tim Merah Putih pada laga semifinal.
Saat kesulitan mendapatkan peluang menembak dari dalam kotak penalti, bukan tidak mungkin Vietnam menciptakan kesempatan membuat gol dari luar kotak, melalui lini kedua mereka.
Kekuatan Vietnam U-16 tidak bisa dipandang sebelah mata ketika memastikan diri lolos ke final Piala AFF U-16 2022. Apapun akan dilakukan demi gelar juara.
Final Piala AFF U-16 2022 menjadi waktu yang tepat bagi Vietnam U-16 membalaskan dendam kepada Timnas Indonesia U-16. Kekalahan 1-2 di babak penyisihan Grup A pada 6 Agustus lalu tentu menyesakkan dada suporter The Young Golden Stars.
Karena itu kekalahan tersebut akan jadi pelajaran penting bagi Vietnam, dan Indonesia patut waspada dengan segala bentuk ancaman itu.
Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>
Vietnam tercatat memiliki delapan pemain berbeda yang sudah mencetak gol di sepanjang kompetisi. Itu membuktikan mereka memiliki insting tajam yang merata.
Indonesia juga punya delapan pemain berbeda yang mencatat namanya di papan skor. Kedua tim sama-sama sedang dalam kondisi on-fire dan siap tampil habis-habisan.
Phan Than Duc Thien bakal menjadi momok bagi lini belakang Indonesia. Empat gol yang sudah disarangkan membuktikan striker 15 tahun itu bukan sembarang pemain. Torehan empat gol membuat dirinya berada dalam jajaran top skor.
Le Dinh Long Vu yang berperan sebagai pemain tengah juga bisa menebar ancaman. Gerak-gerik dan visi bermain yang gemilang membuat Le Dinh bisa mengalirkan bola yang berbahaya untuk lawan.
Pertandingan Indonesia vs Vietnam di final pantas menjadi klimaks dari turnamen ini. Duel ini bagai akhir cerita film yang dinanti penonton.
Indonesia punya segalanya untuk menang mulai dari komposisi pemain hingga dukungan penonton Stadion Maguwoharjo.
Namun Vietnam juga punya strategi yang jitu dalam melihat celah dan memanfaatkan kesalahan demi asa menggulingkan Indonesia. Final Piala AFF U-16 2022 layak ditunggu.
Suporter Indonesia tentu ingin tim arahan Bima Sakti kembali menyikut Vietnam seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.
Terlebih lagi tensi persaingan antara Indonesia dengan Vietnam di lapangan hijau sedang memanas akhir-akhir ini. Kemenangan Indonesia adalah hadiah tak terhingga untuk mengobati kerinduan akan juara.
Namun satu hal yang perlu diingat, Vietnam bukan keledai yang bakal jatuh ke lubang yang sama begitu saja. Kalah dari Indonesia memberikan pelajaran bagi mereka.
Vietnam pasti mempelajari titik lemah Indonesia dari pertandingan sebelumnya. Mereka juga paham kekurangan yang harus diperbaiki demi mendulang gol lebih banyak.
Satu hal yang patut diingat Indonesia U-16 dan publik sepak bola Tanah Air adalah motivasi Vietnam pada duel kali ini akan berlipat dibandingkan fase grup.
Mempermalukan Indonesia di depan publik sendiri ditambah dengan ambisi membalas kekalahan pada babak penyisihan jadi dasar Vietnam ingin angkat trofi di Maguwoharjo.
Vietnam akan belajar dari kesalahan pertemuan pertama dengan Indonesia pada turnamen ini, di fase grup. Pasalnya kesalahan itu berujung kekalahan lewat dua gol cepat Indonesia pada menit ke-51 dan 54' setelah unggul pada babak pertama.
Kesalahan yang diperbaiki Vietnam ditunjukkan pada laga semifinal melawan Thailand. Hasilnya Vietnam menang 2-0 dan lolos ke final.
Thailand memiliki permainan yang nyaris sama dengan Indonesia, bermain agresif, menyerang dengan cepat, dan permainan taktis.
Dengan permainan lawan yang seperti itu, Vietnam menegakkan disiplin di lini belakang dan menyerang balik dengan cepat. Tidak lupa, efektivitas dan penyelesaian akhir dipertajam.
Pertahanan Thailand yang solid, membuat Vietnam minim peluang gol. Thailand tidak membiarkan Vietnam U-16 mendapatkan kesempatan emas di kotak penalti, bahkan di kotak kecil depan gawang.
Meski demikian Vietnam tidak kehilangan kreativitas dalam menyerang dan menciptakan gol. The Young Golden Stars memecah kebuntuan pada menit ke-30 lewat tendangan Nguyen Cong Phuong dari luar kotak penalti.
Cara Cong Phuong mencetak gol ke gawang Thailand berpotensi terulang pada duel Indonesia vs Vietnam. Garuda Asia termasuk tim dengan pertahanan solid.
Hanya saja dalam momen tertentu pertahanan itu memiliki celah saat kehilangan konsentrasi. Celah itu terlihat ketika Myanmar melepaskan umpan-umpan lambung ke jantung pertahanan Tim Merah Putih pada laga semifinal.
Saat kesulitan mendapatkan peluang menembak dari dalam kotak penalti, bukan tidak mungkin Vietnam menciptakan kesempatan membuat gol dari luar kotak, melalui lini kedua mereka.
Kekuatan Vietnam U-16 tidak bisa dipandang sebelah mata ketika memastikan diri lolos ke final Piala AFF U-16 2022. Apapun akan dilakukan demi gelar juara.
Final Piala AFF U-16 2022 menjadi waktu yang tepat bagi Vietnam U-16 membalaskan dendam kepada Timnas Indonesia U-16. Kekalahan 1-2 di babak penyisihan Grup A pada 6 Agustus lalu tentu menyesakkan dada suporter The Young Golden Stars.
Karena itu kekalahan tersebut akan jadi pelajaran penting bagi Vietnam, dan Indonesia patut waspada dengan segala bentuk ancaman itu.
Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>
Insting Tajam Pemain Vietnam U-16
Setiap lini di skuad Vietnam bisa buat Indonesia ketar-ketir. (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Vietnam tercatat memiliki delapan pemain berbeda yang sudah mencetak gol di sepanjang kompetisi. Itu membuktikan mereka memiliki insting tajam yang merata.
Indonesia juga punya delapan pemain berbeda yang mencatat namanya di papan skor. Kedua tim sama-sama sedang dalam kondisi on-fire dan siap tampil habis-habisan.
Phan Than Duc Thien bakal menjadi momok bagi lini belakang Indonesia. Empat gol yang sudah disarangkan membuktikan striker 15 tahun itu bukan sembarang pemain. Torehan empat gol membuat dirinya berada dalam jajaran top skor.
Le Dinh Long Vu yang berperan sebagai pemain tengah juga bisa menebar ancaman. Gerak-gerik dan visi bermain yang gemilang membuat Le Dinh bisa mengalirkan bola yang berbahaya untuk lawan.
Pertandingan Indonesia vs Vietnam di final pantas menjadi klimaks dari turnamen ini. Duel ini bagai akhir cerita film yang dinanti penonton.
Indonesia punya segalanya untuk menang mulai dari komposisi pemain hingga dukungan penonton Stadion Maguwoharjo.
Namun Vietnam juga punya strategi yang jitu dalam melihat celah dan memanfaatkan kesalahan demi asa menggulingkan Indonesia. Final Piala AFF U-16 2022 layak ditunggu.
Suporter Indonesia tentu ingin tim arahan Bima Sakti kembali menyikut Vietnam seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.
Terlebih lagi tensi persaingan antara Indonesia dengan Vietnam di lapangan hijau sedang memanas akhir-akhir ini. Kemenangan Indonesia adalah hadiah tak terhingga untuk mengobati kerinduan akan juara.
Namun satu hal yang perlu diingat, Vietnam bukan keledai yang bakal jatuh ke lubang yang sama begitu saja. Kalah dari Indonesia memberikan pelajaran bagi mereka.
Vietnam pasti mempelajari titik lemah Indonesia dari pertandingan sebelumnya. Mereka juga paham kekurangan yang harus diperbaiki demi mendulang gol lebih banyak.
Satu hal yang patut diingat Indonesia U-16 dan publik sepak bola Tanah Air adalah motivasi Vietnam pada duel kali ini akan berlipat dibandingkan fase grup.
Mempermalukan Indonesia di depan publik sendiri ditambah dengan ambisi membalas kekalahan pada babak penyisihan jadi dasar Vietnam ingin angkat trofi di Maguwoharjo.