Berharap Suka dalam Drawing Neraka Kejuaraan Dunia 2022
Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Kamis, 18 Agu 2022 19:29 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Fajar/Rian sempat terpuruk di awal tahun dan kemudian berhasil bangkit dan meraih sejumlah gelar. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ada di bagan blok yang sama. Jelas masih ada harapan melihat akhir bahagia dalam drawing Kejuaraan Dunia 2022 yang terbilang neraka untuk ganda putra Indonesia.
Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian adalah nama-nama yang diharapkan bisa jadi tumpuan Indonesia untuk meraih gelar juara dunia tahun ini. Namun nyatanya tiga pemain tersebut berada di blok yang sama, yaitu blok atas.
Ada beberapa kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil drawing tersebut. Salah satu dari Kevin/Marcus atau Fajar/Rian dipastikan tidak akan lolos ke semifinal karena keduanya berada di jalur yang sama hingga perempat final.
Selain itu, tentu dipastikan hanya ada satu dari tiga ganda tersebut yang akan bisa lolos ke babak final Kejuaraan Dunia tahun ini. Peluang mendapatkan All Indonesian Final kini juga bakal digantungkan pada Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang berdiri sendirian di blok bagian bawah.
Setelah drawing terbentuk, dua pandangan yang berbeda juga muncul. Dalam sudut pandang kekecewaan, drawing tersebut tentu membuyarkan mimpi melihat impian paling ideal yaitu terciptanya All Indonesian Semifinal seperti halnya yang terjadi di Singapore Open.
Tak sampai di situ, Kevin/Marcus dan Fajar/Rian, salah satu di antara mereka sudah dipastikan tidak akan mendapat medali di Kejuaraan Dunia kali ini begitu drawing diumumkan. Situasi ini juga jelas menghadirkan dilema dan 'rasa menyayangkan' hasil drawing yang bisa mempertemukan mereka berdua di babak perempat final.
Kevin/Marcus belum punya medali Kejuaraan Dunia. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Kevin/Marcus dan Fajar/Rian punya jalan cerita masing-masing yang membuat keduanya punya motivasi besar untuk bisa jadi juara dunia di kesempatan kali ini.
Kevin/Marcus sudah menguasai BWF Tour dan menjadi pemain nomor satu dunia dalam beberapa waktu terakhir. Namun mereka belum pernah mencicipi gelar juara dunia. Bahkan, Kevin/Marcus juga belum punya medali kejuaraan dunia.
Di tahun ini, Marcus baru saja menjalani operasi dan butuh waktu pemulihan sehingga Kevin/Marcus seringkali absen di sejumlah turnamen. Kevin/Marcus tentu punya ambisi untuk mendapatkan momentum kebangkitan sekaligus memutus nasib buruk mereka di Kejuaraan Dunia.
Fajar/Rian juga punya alur cerita yang kuat untuk mendapatkan motivasi besar menjadi juara dunia tahun ini. Fajar/Rian sempat terpuruk dan tersungkur dihajar persaingan berat nomor ganda putra.
Namun kemudian mereka bisa bangkit dan jadi ganda putra terbaik serta paling konsisten di beberapa turnamen terakhir. Merujuk penampilan beberapa bulan terakhir, Fajar/Rian jelas ada di garis depan dalam barisan ganda putra yang paling siap memenangkan gelar juara dunia.
Posisi Ahsan/Hendra, meski sama-sama ada di blok atas, masih agak lumayan dibandingkan Kevin/Marcus dan Fajar/Rian yang harus saling serang untuk perebutan tiket semifinal. Mereka ada di jalur yang berbeda setidaknya hingga babak semifinal.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Bila melihat dari sudut pandang positif, tiga ganda putra andalan di blok atas ini justru berarti memperbesar peluang Indonesia untuk meraih gelar juara dunia.
Dengan tiga pemain unggulan Indonesia menumpuk di blok atas, sisa pemain unggulan di blok atas adalah Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (unggulan 8), Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (9), Mark Lamsfuss/Marvin Seidel (12), Ben Lane/Sean Vendy (14), dan Akira Koga/Taichi Sato (16).
Merujuk pada jalur yang ada, Kevin/Marcus dan Fajar/Rian tentu punya peluang besar untuk mengunci tiket ke perempat final. Lawan terberat di jalur Kevin/Marcus adalah Lane/Vendy, sedangkan ancaman besar Fajar/Rian adalah Koga/Saito.
Jika itu terwujud, hal itu berarti Indonesia sudah memastikan satu tempat di babak semifinal.
Tugas lebih berat ada di jalur Ahsan/Hendra. Ia kemungkinan harus menghadapi Lamsfuss/Seidel dan salah satu dari Astrup/Rasmussen atau Ong/Teo untuk bisa menjejakkan kaki di babak empat besar.
Penggemar badminton Indonesia tentu berharap Ahsan/Hendra bisa melaju ke semifinal untuk kemudian berharap berjumpa salah satu dari Kevin/Marcus atau Fajar/Rian. Dengan demikian, satu tiket menuju final sudah aman di tangan.
Di blok bawah, Bagas/Fikri bakal menjalani perjuangan yang lebih sengit. Nama-nama unggulan lain, lantaran unggulan atas Indonesia sudah berkumpul di blok atas, bakal jadi lawan-lawan yang harus dihadapi Fikri/Bagas untuk berjuang menuju babak final.
Bagas/Fikri bakal berjuang di blok bawah Kejuaraan Dunia 2022. (AP/Rui Vieira)
Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, Lee Yang/Wang Chi Lin, dan tiga ganda Malaysia (Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Goh Sze Fei/Nur Izzudin, dan Goh V Shem/Tan Wee Kiong) adalah nama-nama yang bakal jadi calon lawan Bagas/Fikri.
Unggulan terdekat yang mungkin dihadapi Bagas/Fikri adalah Hoki/Kobayashi yang juga berstatus sebagai juara bertahan. Dari rekor pertemuan, Bagas/Fikri imbang 1-1 lawan Hoki/Kobayashi.
Saat kalah di Malaysia lalu, Bagas/Fikri pun kalah dramatis 19-21 di gim ketiga. Hal itu bisa jadi indikasi bahwa Bagas/Fikri punya pola yang cocok untuk berduel lawan Hoki/Kobayashi.
Bila Bagas/Fikri bisa menjejakkan kaki ke perempat final, mereka akan punya peluang bagus untuk melaju jauh di Kejuaraan Dunia kali ini.
Jika berhitung pada sebaran pemain unggulan yang ada, tiga pemain andalan di blok atas jelas akan menguntungkan untuk menempatkan satu wakil di final.
Memang dengan demikian bakal ada pemain Indonesia yang akan menelan kecewa di Kejuaraan Dunia kali ini. Namun begitulah kejamnya kompetisi di dunia olahraga karena di tiap turnamen, hanya bakal ada satu juara.
Harapan yang bisa diapungkan kini adalah momen wakil Indonesia tumbang terjadi ketika mereka menghadapi rekan senegara. Meskipun memang menyesakkan bagi pihak yang kalah, namun setidaknya peluang Indonesia untuk memiliki juara dunia tetap terjaga.
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto ada di bagan blok yang sama. Jelas masih ada harapan melihat akhir bahagia dalam drawing Kejuaraan Dunia 2022 yang terbilang neraka untuk ganda putra Indonesia.
Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, dan Fajar/Rian adalah nama-nama yang diharapkan bisa jadi tumpuan Indonesia untuk meraih gelar juara dunia tahun ini. Namun nyatanya tiga pemain tersebut berada di blok yang sama, yaitu blok atas.
Ada beberapa kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil drawing tersebut. Salah satu dari Kevin/Marcus atau Fajar/Rian dipastikan tidak akan lolos ke semifinal karena keduanya berada di jalur yang sama hingga perempat final.
Selain itu, tentu dipastikan hanya ada satu dari tiga ganda tersebut yang akan bisa lolos ke babak final Kejuaraan Dunia tahun ini. Peluang mendapatkan All Indonesian Final kini juga bakal digantungkan pada Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang berdiri sendirian di blok bagian bawah.
Setelah drawing terbentuk, dua pandangan yang berbeda juga muncul. Dalam sudut pandang kekecewaan, drawing tersebut tentu membuyarkan mimpi melihat impian paling ideal yaitu terciptanya All Indonesian Semifinal seperti halnya yang terjadi di Singapore Open.
Tak sampai di situ, Kevin/Marcus dan Fajar/Rian, salah satu di antara mereka sudah dipastikan tidak akan mendapat medali di Kejuaraan Dunia kali ini begitu drawing diumumkan. Situasi ini juga jelas menghadirkan dilema dan 'rasa menyayangkan' hasil drawing yang bisa mempertemukan mereka berdua di babak perempat final.
Kevin/Marcus belum punya medali Kejuaraan Dunia. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Kevin/Marcus dan Fajar/Rian punya jalan cerita masing-masing yang membuat keduanya punya motivasi besar untuk bisa jadi juara dunia di kesempatan kali ini.
Kevin/Marcus sudah menguasai BWF Tour dan menjadi pemain nomor satu dunia dalam beberapa waktu terakhir. Namun mereka belum pernah mencicipi gelar juara dunia. Bahkan, Kevin/Marcus juga belum punya medali kejuaraan dunia.
Di tahun ini, Marcus baru saja menjalani operasi dan butuh waktu pemulihan sehingga Kevin/Marcus seringkali absen di sejumlah turnamen. Kevin/Marcus tentu punya ambisi untuk mendapatkan momentum kebangkitan sekaligus memutus nasib buruk mereka di Kejuaraan Dunia.
Fajar/Rian juga punya alur cerita yang kuat untuk mendapatkan motivasi besar menjadi juara dunia tahun ini. Fajar/Rian sempat terpuruk dan tersungkur dihajar persaingan berat nomor ganda putra.
Namun kemudian mereka bisa bangkit dan jadi ganda putra terbaik serta paling konsisten di beberapa turnamen terakhir. Merujuk penampilan beberapa bulan terakhir, Fajar/Rian jelas ada di garis depan dalam barisan ganda putra yang paling siap memenangkan gelar juara dunia.
Posisi Ahsan/Hendra, meski sama-sama ada di blok atas, masih agak lumayan dibandingkan Kevin/Marcus dan Fajar/Rian yang harus saling serang untuk perebutan tiket semifinal. Mereka ada di jalur yang berbeda setidaknya hingga babak semifinal.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>
Ahsan/Hendra Jumpa Lawan Lebih Berat, Bagas/Fikri Berjuang di Blok Bawah
Ahsan/Hendra juga berada di blok atas. ( ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Bila melihat dari sudut pandang positif, tiga ganda putra andalan di blok atas ini justru berarti memperbesar peluang Indonesia untuk meraih gelar juara dunia.
Dengan tiga pemain unggulan Indonesia menumpuk di blok atas, sisa pemain unggulan di blok atas adalah Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (unggulan 8), Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (9), Mark Lamsfuss/Marvin Seidel (12), Ben Lane/Sean Vendy (14), dan Akira Koga/Taichi Sato (16).
Merujuk pada jalur yang ada, Kevin/Marcus dan Fajar/Rian tentu punya peluang besar untuk mengunci tiket ke perempat final. Lawan terberat di jalur Kevin/Marcus adalah Lane/Vendy, sedangkan ancaman besar Fajar/Rian adalah Koga/Saito.
Jika itu terwujud, hal itu berarti Indonesia sudah memastikan satu tempat di babak semifinal.
Tugas lebih berat ada di jalur Ahsan/Hendra. Ia kemungkinan harus menghadapi Lamsfuss/Seidel dan salah satu dari Astrup/Rasmussen atau Ong/Teo untuk bisa menjejakkan kaki di babak empat besar.
Penggemar badminton Indonesia tentu berharap Ahsan/Hendra bisa melaju ke semifinal untuk kemudian berharap berjumpa salah satu dari Kevin/Marcus atau Fajar/Rian. Dengan demikian, satu tiket menuju final sudah aman di tangan.
Di blok bawah, Bagas/Fikri bakal menjalani perjuangan yang lebih sengit. Nama-nama unggulan lain, lantaran unggulan atas Indonesia sudah berkumpul di blok atas, bakal jadi lawan-lawan yang harus dihadapi Fikri/Bagas untuk berjuang menuju babak final.
Bagas/Fikri bakal berjuang di blok bawah Kejuaraan Dunia 2022. (AP/Rui Vieira)
Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, Lee Yang/Wang Chi Lin, dan tiga ganda Malaysia (Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Goh Sze Fei/Nur Izzudin, dan Goh V Shem/Tan Wee Kiong) adalah nama-nama yang bakal jadi calon lawan Bagas/Fikri.
Unggulan terdekat yang mungkin dihadapi Bagas/Fikri adalah Hoki/Kobayashi yang juga berstatus sebagai juara bertahan. Dari rekor pertemuan, Bagas/Fikri imbang 1-1 lawan Hoki/Kobayashi.
Saat kalah di Malaysia lalu, Bagas/Fikri pun kalah dramatis 19-21 di gim ketiga. Hal itu bisa jadi indikasi bahwa Bagas/Fikri punya pola yang cocok untuk berduel lawan Hoki/Kobayashi.
Bila Bagas/Fikri bisa menjejakkan kaki ke perempat final, mereka akan punya peluang bagus untuk melaju jauh di Kejuaraan Dunia kali ini.
Jika berhitung pada sebaran pemain unggulan yang ada, tiga pemain andalan di blok atas jelas akan menguntungkan untuk menempatkan satu wakil di final.
Memang dengan demikian bakal ada pemain Indonesia yang akan menelan kecewa di Kejuaraan Dunia kali ini. Namun begitulah kejamnya kompetisi di dunia olahraga karena di tiap turnamen, hanya bakal ada satu juara.
Harapan yang bisa diapungkan kini adalah momen wakil Indonesia tumbang terjadi ketika mereka menghadapi rekan senegara. Meskipun memang menyesakkan bagi pihak yang kalah, namun setidaknya peluang Indonesia untuk memiliki juara dunia tetap terjaga.