4 Alasan ONE Fight Night 2: Xiong vs. Lee III Layak Dinanti

ONE Championship | CNN Indonesia
Rabu, 28 Sep 2022 17:30 WIB
ONE Fight Night 2: Xiong vs. Lee III pada Sabtu (1/10) ini, akan menyajikan tiga laga kejuaraan dunia penuh gengsi dalam tiga cabang olahraga berbeda. Xiong Jing Nan (kiri) akan menghadapi Angela Lee (kanan), dalam laga puncak ONE Fight Night 2. (Foto: Arsip ONE Championship)
Jakarta, CNN Indonesia --

ONE Fight Night 2: Xiong vs. Lee III akan segera menyapa penggemar aksi seni bela diri pada Sabtu (1/10) ini. Disiarkan secara langsung dari Singapore Indoor Stadium, ajang yang diselenggarakan oleh ONE Championship ini akan menyajikan tiga laga kejuaraan dunia penuh gengsi dalam tiga cabang olahraga berbeda.

Sesuai namanya, 'The Home of Martial Arts' juga menjadi rumah bagi seniman bela diri terbaik untuk unjuk kemampuan serta mentalitas bertanding seorang juara.

"Terdapat 10 laga yang akan tersaji dan setiap laga bisa berimplikasi besar pada peta persaingan selanjutnya di divisi dan disiplin olahraga masing-masing," tulis keterangan resmi, Rabu (28/9).

Sesi timbang badan, face off, serta konferensi pers dari ajang ini juga telah berlangsung pada Rabu (28/9) ini. Tak hanya mencari juara, ONE Fight Night 2 juga menyuguhkan cerita yang layak untuk dinanti penggemarnya.

1. Jawaban dari Laga Trilogi Akbar MMA Wanita

Di puncak laga, pecinta olahraga tarung akan melihat jawaban dari laga trilogi antara Xiong Jing Nan dan Angela Lee. Mereka berada dalam jajaran petarung elite yang telah mencatatkan berbagai sejarah selama satu dekade terakhir.

Angela Lee adalah Juara Dunia ONE Women's Atomweight, sedangkan Xiong Jing Nan merupakan Juara Dunia ONE Women's Strawweight. Mereka telah bertemu dua kali, dan dalam laga mendatang gelar milik Xiong Jing Nan yang akan dipertaruhkan.

Dengan skor satu sama, keduanya akan membuktikan diri siapa bintang MMA wanita terbaik. Rivalitas mereka telah terbangun sejak lama dan mereka kerap saling sindir di media sosial.

Dengan latar belakang seni bela diri yang berbeda, laga trilogi mereka sangat wajib untuk dinantikan. Apakah belitan serta cekikan Angela Lee yang akan menentukan akhir laga, atau malah tinju baja milik Xiong Jing Nan yang akan kembali membuat sang rival tumbang.

2. Akankah Supremasi Superbon Berlanjut?

Sebagai kickboxer terbaik di dunia saat ini, nama Superbon Singha Mawwyn tengah bersinar berkat deretan kemenangan yang ia raih atas nama-nama besar dalam dunia baku hantam. Pada akhir pekan ini, ia akan mendapat tantangan dari Tayfun Ozcan.

Sebelum laga ini, Superbon telah mengalahkan Giorgio Petrosyan, Marat Grigorian, dan Sitthichai Sitsongpeenong, di ONE Championship yang membuat namanya semakin sulit untuk ditandingi. Dia memiliki berbagai senjata berbahaya, termasuk tendangan tinggi yang membuat Petrosyan terbujur kaku.

Di sisi lain, Tayfun Ozcan memiliki modal untuk menghentikan kemenangan beruntun sang atlet Thailand. Petarung Belanda berdarah Turki ini punya stamina serta gaya bertahan yang bisa merepotkan lawan. Serangan baliknya pun bisa menjadi senjata utama untuk melengserkan Superbon.

3. Pemilik Perdana Sabuk Submission Grappling

ONE Fight Night 2 juga akan mencetak sejarah karena menjadi saksi lahirnya Juara Dunia perdana ONE Championship dalam disiplin submission grappling. Mikey Musumeci akan menghadapi Cleber Sousa, akan saling membelit untuk memperebutkan sabuk ONE Flyweight Submission Grappling.

Keduanya telah bertemu dua kali di dua ajang grappling internasional dengan masing-masing mengantongi satu kemenangan. Menarik ditunggu apakah siapa yang akan tercatat dalam sejarah ONE Championship sebagai atlet pertama yang meraih sabuk emas submission grappling.

4. Calon Kontender di Atomweight dan Featherweight

Selain tiga laga Kejuaraan Dunia, ONE Fight Night 2 juga akan melahirkan calon penantang baru untuk sabuk emas ONE Women's Atomweight lewat laga Stamp Fairtex kontra Jihin Radzuan. Pemenang dari laga ini bisa mendapat kesempatan menantang Angela Lee di masa mendatang.

Baik Jihin dan Stamp memiliki berbagai kemiripan. Keduanya masih berusia 24 tahun, sehingga punya masa depan cerah dalam MMA.

Selain itu, mereka juga sama-sama telah mengumpulkan delapan kemenangan. Satu hal yang membedakan mungkin adalah gaya bertanding mereka.

Meski berlatar belakang wushu, Jihin memiliki kemampuan ground ciamik. Sementara itu, Stamp berada pada spektrum yang berbeda karena ia lebih banyak mengandalkan pukulan, sikutan, serta tendangan ala Muay Thai.

Selain itu, penentuan kontender divisi featherweight MMA juga akan terjadi saat Martin Nguyen berhadapan dengan Ilya Freymanov. Pemenangan dari laga ini berpotensi menjadi penantang berikutnya bagi Tang Kai - sang penguasa baru takhta featherweight setelah mengalahkan Thanh Le.

(rir/rir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER