TRAGEDI KANJURUHAN

Laporan PSSI ke FIFA: Ini Perbuatan Oknum, Bukan Pemerintah Indonesia

CNN Indonesia
Rabu, 05 Okt 2022 12:18 WIB
Komite Wasit PSSI yang juga Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh mengatakan federasi telah berkomunikasi dengan FIFA dan AFC soal Tragedi Kanjuruhan. Ahmad Riyadh mengungkap PSSI sudah lapor FIFA terkait Tragedi Kanjuruhan. (CNN Indonesia /Andry Novelino)
Malang, CNN Indonesia --

Komite Wasit PSSI yang juga Ketua Asprov PSSI Jatim, Ahmad Riyadh, mengatakan federasi telah berkomunikasi dengan FIFA dan AFC mengenai penyebab jatuhnya ratusan korban meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan.

Dalam komunikasi itu PSSI menyebut bukan pemerintah Indonesia yang sengaja melanggar aturan FIFA terkait gas air mata. PSSI menggunakan istilah oknum untuk menggambarkan aparat yang menembakkan gas air mata ke tribune.

Riyadh juga menjelaskan polisi yang bertugas di Kanjuruhan sudah mengetahui aturan FIFA soal gas air mata. Namun polisi tetap membawa gas air mata karena punya aturan kerja sendiri dalam hal pengendalian masa.

"Nanti ada kunjungan dari FIFA. Dari AFC sudah komunikasi dengan kita, bahwa FIFA mendukung, bahwa yang paling penting bagi kita FIFA akan melihat bagaimana pemerintah menyikapi ini," kata Riyadh di Malang, Selasa (4/10).

"Ini bukan perbuatan pemerintah, hanya oknum saja yang salah, sehingga dengan cepat responsif, cepat mengambil tindakan. Itu saya kira positif untuk kita di FIFA ke depan," ucap Riyadh.

Gas air mata ditembakkan polisi beberapa saat setelah pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10) malam. Penembakan gas air mata ini membuat para penonton panik dan berhamburan untuk keluar stadion.

[Gambas:Video CNN]

Namun karena akses keluar yang terbatas membuat penonton berdesak-desakan, hingga mengakibatkan banyak orang yang jatuh, lalu terinjak dan meninggal dunia karena sesak nafas. Hal ini diyakini jadi sebab utama jatuhnya ratusan korban.

Terkait penggunaan gas air mata, Riyadh percaya polisi akan bertindak cepat, lugas, dan tegas. Sosok yang memerintahkan dan menembaki tribune Stadion Kanjuruhan dengan gas air mata akan segera diumumkan pelakunya.

Banner live streaming MotoGP 2022

"Ini bukan kebijakan yang memang harus wajib menggunakan gas [air mata], tetapi ada sesuatu yang diusut kepolisian untuk mengambil tindakan. Perlu diapresiasi juga [polisi]," kata pria yang juga menjabat Ketua Asprov PSSI Jatim itu.

"Ini bukan kebijakan pemerintah melanggar kebijakan FIFA [soal aturan larangan penggunaan gas air mata di dalam stadion], tetapi kebijakan oknum, sehingga ini alasan pemaaf bagi kita di dunia internasional," ucap Riyadh menambahkan.

Sebanyak 131 korban meninggal dunia akibat kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam.

(abs/rhr)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER