Menpora Ogah Campuri Desakan Iwan Bule Mundur dari Ketua PSSI

CNN Indonesia
Jumat, 07 Okt 2022 14:01 WIB
Menpora Zainudin Amali menolak ikut campur terkait petisi yang menuntut Mochamad Iriawan mundur dari kursi Ketua Umum PSSI setelah tragedi Kanjuruhan. Menpora Zainudin Amali enggan ikut campuran desakan mundur Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menpora Zainudin Amali menolak ikut campur terkait petisi yang menuntut Mochamad Iriawan mundur dari kursi Ketua Umum PSSI setelah Tragedi Kanjuruhan.

Petisi yang mendesak Iriawan atau Iwan Bule mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI sudah menembus lebih dari 20 ribu tanda tangan pada Jumat (7/10) siang.

Meski banyak mendapat desakan untuk mundur, Iriawan tetap santai. Iriawan mengatakan bentuk tanggung jawabnya sebagai Ketua Umum PSSI di Tragedi Kanjuruhan adalah dengan hadir di Malang, membantu proses investigasi, hingga memberi santunan.

Menpora sendiri enggan ikut campur dalam desakan mundur Iriawan. Amali mengatakan pemerintah tidak bisa ikut campur karena PSSI berada di bawah payung FIFA.

"Tidak, tidak, sama sekali. Silakan saja masyarakat. PSSI bernaung di FIFA. Federasi [PSSI] kita hormati dan kita ada wilayah masing-masing. Pemerintah membantu dan memfasilitasi," ujar Menpora usai rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.

Di kesempatan yang sama Menpora juga memastikan pemerintah tidak akan campur terlalu dalam terkait urusan PSSI demi menghindari sanksi FIFA pada 2015 terulang.

[Gambas:Video CNN]

"Jadi pemerintah menjaga betul di mana area pemerintah, dan pemerintah tidak mau masuk ke ranahnya federasi. Karena kita tidak mau terulang lagi seperti yang 2015, karena pemerintah masuk terlalu dalam FIFA melihat bahwa ada intervensi," ucap Menpora.

Menpora sendiri mengaku melaporkan langkah-langkah yang sudah dilakukan pihak Kemenpora terkait Tragedi Kanjuruhan kepada Presiden Jokowi.

"Saya melaporkan juga bahwa kemarin saya sudah rapat koordinasi sesuai arahan beliau dan keputusan rakor di Menko Polhukam, saya diminta mengundang PSSI dan seluruh klub Liga 1 dan suporter, serta panpel di masing-masing klub juga sudah kita undang," ujar Menpora.

"Kemudian dari kementerian/lembaga, dari pihak Polri, kemudian dari Kementerian Dalam Negeri. Kenapa Kemendagri? Karena seluruh stadion itu miliknya Pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota, jadi tidak ada klub yang punya stadion, itu mereka sewa," ucap Menpora.

(dhf/har)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER