Pemilik Saham Arema FC: Iwan Budianto Makin Mencengkeram

CNN Indonesia
Jumat, 28 Okt 2022 12:07 WIB
Komposisi pemilik saham Arema FC semakin dikuasai oleh Iwan Budianto yang kini memiliki saham sebesar Rp3,7 miliar. Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto merupakan pemilik saham mayoritas perusahaan yang menaungi Arema FC. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) per tahun 2022 semakin dikuasai Iwan Budianto yang juga menjabat Wakil Ketua Umum II PSSI periode 2019-2023.

AABBI adalah nama perusahaan yang menaungi Arema FC (semula Arema Cronus). Perusahaan ini didirikan pada 3 Maret 2015. Ketika itu pemegang saham Arema FC hanya dua orang, Iwan Budianto (70 persen) dan Agoes Soerjanto (30 persen).

Berdasarkan akta perusahaan yang diunduh CNNIndonesia.com pada Jumat (28/10), saham PT AABBI kini dimiliki tiga entitas. Ketiga entitas itu adalah Iwan Budianto, PT Rans Entertainment Indonesia, dan PT Juragan Sembilan Sembilan Corp.

Dari akta perusahaan milik Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM itu Iwan atau biasa disapa IB memiliki saham sebesar Rp3,7 miliar atau memiliki 3.750 lembar saham perusahaan.

Berikutnya PT Juragan Sembilan Sembilan Corp yang adalah milik Gilang Widya Pramana memiliki 750 lembar saham atau sebesar Rp750 juta, diikuti PT Rans Entertainment Indonesia dengan 500 lembar saham sebesar Rp500 juta.

Dengan kata lain Iwan Budianto kini menguasai saham Arema FC sebesar 75 persen, diikuti Gilang Widya 15 persen, dan Rans 10 persen. Artinya pula kepemilikan saham Iwan meningkat dari awalnya 70 persen menjadi 75 persen.

Dalam akta yang sama Iwan tercantum sebagai Direktur Utama. Adapun Agoes yang awalnya memiliki saham kini hanya tercatat sebagai Komisaris Utama. Sementara mantan manajer tim Ruddy Widodo menjabat sebagai Direktur.

Kepemilikan saham Arema FC kembali menjadi perhatian karena sikap mereka atas Tragedi Kanjuruhan. Meski menjadi korban dari peristiwa yang telah merenggut 135 korban jiwa itu, Arema FC terkesan cari aman.

Tidak seperti Persis Solo, Persebaya Surabaya, dan Madura United, juga PSM Makassar, Arema FC tak meminta pengurus PSSI mundur dan segera digelar Kongres Luar Biasa (KLB). Ini ditengarai karena Iwan rangkap jabatan di PSSI.



Iwan terpilih sebagai Wakil Ketua II PSSI dalam KLB November 2019, mendampingi Mochamad Iriawan sebagai ketua. Hasil ini seperti jadi antitesis setelah sebelumnya nama Iwan sempat ramai dibahas karena dugaan pengaturan skor.

Namun Iwan selamat. Hanya Joko Driyono yang akhirnya jadi tersangka dan ditahan. Namun dalam persidangan Joko tidak terbukti melakukan pengaturan skor. Ia divonis 1,5 tahun penjara dengan dalih menghilangkan barang bukti.

[Gambas:Video CNN]



(abs/jal)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER