Kronologi Kontroversi Menit Akhir di Duel Panas Iran vs AS

CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 07:57 WIB
Duel panas Iran vs Amerika Serikat yang berakhir untuk kemenangan The Yanks 1-0 sempat diwarnai kontroversi di penghujung pertandingan. Mehdi Taremi bernegosiasi dengan wasit memohon penalti yang ia anggap pantas ia terima dalam laga lanjutan fase grup menghadapi AS, Rabu (30/11). (REUTERS/MOLLY DARLINGTON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duel panas Iran vs Amerika Serikat yang berakhir untuk kemenangan The Yanks 1-0 sempat diwarnai kontroversi di penghujung pertandingan, Rabu (30/11) dini hari WIB.

Kontroversi tersebut bermula pada waktu tambahan babak kedua. Iran yang saat itu tertinggal 0-1 sebenarnya punya peluang untuk menyamakan skor di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+2.

Penyerang Timnas Iran, Mehdi Taremi mengklaim timnya berhak mendapat penalti karena merasa dilanggar di kotak terlarang. Hal ini didukung dalam tayangan ulang, bahwa Taremi nyaris berhasil menjangkau umpan di dalam kotak penalti, namun sayang ia lebih dulu terjatuh karena mendapat sedikit tarikan dari Carter-Vickers.

Mulanya Taremi dan para pemain Iran sempat melakukan protes dan meminta wasit meninjau ulang lewat VAR. Akan tetapi wasit bergeming dan meminta pemain untuk melanjutkan pertandingan.

Meski tertekan di menit-menit akhir, AS berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 atas Iran. Hasil ini membuat AS finis sebagai runner up Grup B mendampingi Inggris ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. The Yanks memperoleh lima poin dengan catatan satu kali menang dan dua kali imbang.

Di pertandingan lain Timnas Inggris berhasil menaklukkan Wales dengan skor 3-0 dan melaju ke 16 besar. Marcus Rashford jadi bintang di laga ini.

Pelatih AS Gregg Berhalter mengakui laga melawan Iran tadi malam membuatnya sangat tegang. Terlebih, ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Sembilan menit tambahan waktu, kata dia, pastinya akan dibutuhkan Iran yang hanya perlu hasil imbang untuk lolos ke 16 besar.

"Dengan injury time baru ini, saya menghitung setiap detik. Ini membuat stres," ungkapnya.

"Saya memiliki lebih sedikit rambut di kepala saya sekarang!".

Lantara finis sebagai runner up Grup B, Amerika akan berhadapan dengan Belanda yang memuncaki Grup A. "Kami akan mengambilnya dan melawan Belanda," jelas Berhalter.

[Gambas:Video CNN]



(ain/jal)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER