Jakarta, CNN Indonesia -- Striker timnas Burundi Saido Berahino menjadi salah satu pemain yang disorot jelang pertandingan FIFA Matchday melawan Timnas Indonesia pada 25 dan 28 Maret mendatang.
Pemain 29 tahun itu masuk skuad Burundi yang bakal Timnas Indonesia. Kualitas dan pengalaman Berahino di Eropa dapat menjadi kekuatan utama timnas Burundi kontra Indonesia.
Berahino lahir di Bujumbura, ibukota Burundi, pada 4 Agustus 1993. Sejak kecil ia sudah mencintai sepak bola meski hanya bermain dengan bola plastik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun nahas, perang sipil di Burundi menewaskan sang ayah, sehingga Berahino yang ketika itu masih 10 tahun dan keluarga terpaksa mengungsi ke Inggris.
Berahino mengenyam pendidikan di Inggris dan bisa berlatih atletik, basket, dan sepak bola. Kemudian dirinya masuk ke akademi West Bromwich Albion di usia 11 tahun.
Perlahan karier Berahino menanjak. Ia menjalani masa-masa peminjaman di Northampton Town, Brentford, hingga Peterborough United. Ia akhirnya kembali ke West Brom dan mendapat satu tempat di musim 2013/2014. Saat itu usianya 19 tahun dan dianggap menjadi salah satu wonderkid Liga Inggris.
Berahino satu tim dengan bintang Liga Inggris seperti Nicolas Anelka dan Ben Foster. gol penentu kemenangan West Brom ke gawang David De Gea kontra Manchester United pada September 2013 turut melambungkan namanya.
Ia membela West Brom hingga 2017 dengan catatan 105 kaps plus sumbangsih 23 gol. Berahino pun bergabung dengan Stoke City hingga 2019 dengan kontribusi tiga gol dari 51 pertandingan.
Setelah perjalanan yang tak mulus bersama Stoke, Berahino hijrah ke Liga Belgia bersama Zulte Waregem selama dua musim pada 2019. Ia mencetak delapan gol dari 30 pertandingan.
Di tengah-tengah kontrak bersama Zulte Waregem, Berahino sempat dipinjamkan ke Charleroi selama satu musim. Ia mencatat dua gol dari 16 penampilan.
Dua tahun di Belgia cukup bagi Berahino. Ia kembali ke Inggris setelah Sheffield Wednesday tertarik mendatangkannya pada 2021-2022. Satu musim berlalu, Berahino cukup meyakinkan dengan torehan delapan gol dari 22 laga.
Musim ini Berahino memulai petualangan baru. Ia bergabung dengan klub Liga Siprus AEL Limassol. Sejauh ini dirinya sudah mencetak empat gol dari 20 pertandingan.
Bersambung ke halaman kedua >>>
Nyaris Perkuat Timnas Inggris
Saido Berahino (kiri) akhirnya memperkuat Burundi setelah tidak dipanggili timnas Inggris. (AFP/JAVIER SORIANO)
Saido Berahino muda memperkuat timnas Inggris di level usia. Bahkan Berahino memperkuat Inggris di Piala Dunia U-20 2011 yang berlangsung di Kolombia.
Berahino masuk kategori wonderkid, atau pemain muda berbakat yang mendapat sorotan, ketika masih memperkuat timnas Inggris di level muda. Bahkan Berahino sempat terpilih sebagai pemain muda U-21 terbaik pada 2014 mengalahkan Harry Kane.
Pada November 2014, Berahino mendapat panggilan skuad timnas Inggris senior yang kala itu dilatih Roy Hodgson, sosok yang mempromosikan Berahino di tim senior West Bromwich.
Namun Berahino tidak bermain pada laga kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Slovenia di Stadion Wembley dan uji coba melawan Skotlandia di Celtic Park. Andai Berahino main ketika Inggris vs Slovenia, maka dia sudah tidak bisa bermain untuk timnas Burundi.
Berahino kemudian mendapat tawaran dari timnas Burundi pada Maret 2015. Setelah tiga tahun tidak menerima penggilan dari timnas Inggris, Berahino akhirnya memutuskan untuk memperkuat Burundi.
Debut Berahino bersama timnas Burundi terjadi saat melawan Gabon, 8 September 2018, pada kualifikasi Piala Afrika. Ketika itu Berahino langsung mencetak gol di laga debut.
Saat ini Berahino berstatus sebagai kapten timnas Burundi. Sayang dari 16 caps bersama The Chayfs itu, Berahino baru mampu mencetak satu gol.
Berahino akan datang ke Indonesia untuk menghadapi tim Garuda pada dua pertandingan FIFA Matchday. Mantan wonderkid timnas Inggris itu jelas akan jadi ancaman lini pertahanan Indonesia.
[Gambas:Video CNN]