Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Indonesia sukses menang 3-1 atas Burundi dalam laga uji coba dalam agenda FIFA Matchday di Stadion Patriot, Sabtu (25/3). Berikut lima pemain terbaik saat Indonesia kalahkan Burundi.
Pertandingan Indonesia vs Burundi berlangsung dalam guyuran hujan ringan. Kondisi ini membuat lapangan yang sudah tidak ideal selepas Asian Games 2018, menjadi salah satu kendala permainan.
Kendati demikian skuad Merah Putih berjuang keras untuk menumbangkan Burundi. Hasilnya memuaskan dengan mencetak tiga gol selama 45 menit babak pertama. Sayang, Timnas Indonesia kebobolan sekali di babak kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, Shin Tae Yong menilai pemain Indonesia bekerja keras dalam pertandingan pertama periode FIFA Matchday 2023 ini. Shin pun yakin performa pemain akan semakin meningkat.
Berikut ini adalah lima pemain yang tampil impresif dalam pertandingan melawan Burundi.
1. Yakob Sayuri
Tampil kembali sebagai winger, tidak sebagai bek sayap, seperti pernah diperankannya saat melawan Curacao, Yakob tampil percaya diri. Pemain PSM Makassar ini energik, tajam, disiplin, dan gesit.
Dalam pertandingan ini Yakob menyumbang satu gol dengan memanfaatkan umpan silang Stefano Lilipaly. Pergerakannya di ruang kosong ciamik dan sundulannya terbilang dingin.
Sebagai penyerang sayap atau winger, Yakob juga kontributif. Pemain 25 tahun ini lincah bergerak menyisir sisi kanan, meski umpan silangnya sering kurang tepat sasaran.
2. Marc Klok
Pemain Persib Bandung ini jadi ruh lapangan tengah Timnas Indonesia. Namun kali ini perannya di tengah tidak sebagai pengendali irama permainan. Klok lebih banyak memotong serangan lawan.
Kerja sama Klok bersama Rachmat Irianto membuat lini tengah Indonesia solid. Klok juga piawai memberi umpan-umpan terobosan. Berkat umpannya sejumlah peluang tercipta.
Hanya saja bola-bola mati Klok belum presisi. Eksekusi pemain 29 tahun ini belum seperti tahun lalu, di mana persentase akurasi bola matinya mencapai 80 persen.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Lilipaly, Jordi Amat, hingga Rizky Ridho
Aksi Stefano Lilipaly saat melawan Burundi. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
3. Stefano Lilipaly
Datang ke Timnas Indonesia sebagai pengganti Egy Maulana Vikri yang cedera, Lilipaly berhasil membuktikan kualitasnya belum habis. Pemain Borneo FC ini tampil garang.
Selain menyumbang satu assist untuk gol Yakob Sayuri, pemain 33 tahun ini membuat lini pertahanan Burundi kewalahan. Tampil selama 65 menit, Lilipaly menunjukkan kualitasnya.
Hanya saja Lilipaly butuh ketenangan saat punya peluang. Naluri 'pembunuhnya' relatif berbeda saat di klub dan Timnas Indonesia. Pertempurannya melawan diri sendiri harus segera dimenangkan.
4. Jordi Amat
Berduet dengan Elkan Baggott untuk pertama kalinya, Jordi jadi tembok kukuh pertahanan Timnas Indonesia. DNA Eropanya membuat pemain lini depan Burundi tak bisa berbuat banyak.
Pemain Johor Darul Ta'zim ini juga menjadi katalisator yang andal. Ia tak hanya diam di belakang menunggu lawan menyerang, tetapi mengalirkan bola ke tengah dan depan.
Jordi menjadi salah satu poros permainan Indonesia, selain bek sayap. Hal ini yang membuat pemain 31 tahun ini ditetapkan sebagai man of the match dan langsung dipuji warganet.
 Selebrasi bek Timnas Indonesia Rizky Ridho usai membobol gawang Burundi. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim) |
5. Rizky Ridho
Tampil sebagai pilihan utama, menggantikan Fachrudin Aryanto yang baru lepas dari cedera, Ridho tampil garang. Pemain Persebaya Surabaya ini bisa mengimbangi kualitas dua rekannya.
Pemain 21 tahun ini juga cekatan menutup celah pertahanan. Saat Elkan Baggott atau Jordi Amat tertinggal mengejar lawan, Ridho dengan sigap menutup kekurangan tersebut.
Tak hanya tangguh dalam mengawal pertahanan, Rizky juga dingin saat mendapat peluang gol. Satu gol yang diciptakannya ke gawang Burundi menunjukkan ketenangannya melihat peluang.
[Gambas:Video CNN]