Rizki Juniansyah dan Potensi Emas Olimpiade Dibayangi Monster China
Abdul Susila | CNN Indonesia
Kamis, 08 Agu 2024 08:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Rizki Juniansyah akan tampil di Olimpiade 2024, Kamis (8/8). (Tangkapan layar Instagram Rizki Juniansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --
Lifter putra Indonesia Rizki Juniansyah datang ke Olimpiade Paris 2024 dengan catatan rekor dunia, 365kg, tetapi monster-monster Asia dan Amerika siap mengadang.
Cabang olahraga angkat besi nomor 73 kg putra akan dipertandingkan di Paris Expo Porte de Versailles, Kamis (8/8). Ini adalah Olimpiade pertama Rizki, sehingga mentalitasnya akan diuji.
Dua nama yang sudah lebih dahulu dikenal di kelas 73kg adalah Shi Zhiyong asal China dan Julio Mayora dari Venezuela. Keduanya adalah peraih medali emas dan perak Olimpiade 2020 (2021).
Saat meraih emas Olimpiade 2020, Zhiyong membukukan 116 kg snatch dan 198 kg clean and jerk. Dua angkatan ini mematahkan rekor Olimpiade. Bahkan angkatan totalnya memecahkan rekor dunia, 364 kg.
Namun, dua dari total rekor Zhiyong sudah terpatahkan. Erwin Abdullah mematahkan rekor dunia milik Zhiyong dengan 204 kg clean and jerk dan Rizki mematahkan total angkatan, 365 kg.
Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket, Thailand, Rizki meraih medali emas, diikuti Shi Zhiyong dengan perak, dan Rahmat Erwin Abdullah dengan medali perunggu.
Pada 5 April itu, Rizki membukukan 164 kg snatch, 201 kg clean and jerk, dan total angkatannya 365 kg. Adapun Zhiyong unggul satu kilogram di angkatan snatch dan kalah 10 kg di clean and jerk.
Terhentinya dominasi Zhiyong di Kejuaraan Dunia 2024 ini diyakini memecut keras. Atlet 30 tahun ini berlatih keras untuk Olimpiade 2024 agar bisa melampaui total angkatan Rizki.
Catatan terbaik Zhiyong untuk snatch adalah 166 kg dan 198 kg clean and jerk. Artinya, total angkatan terbaik Zhiyong adalah 364 kg. Bukan tidak mungkin total angkatannya naik di Olimpiade 2024.
Adapun catatan terbaik Mayora adalah 349 kg. Ini tercipta dalam Pan American Games 2019, seberat 349 kg. Ini lebih baik dari torehannya di Olimpiade 2020 seberat 346kg.
Namun, banyak kalangan meyakini atlet 27 tahun ini telah mempersiapkan diri dengan baik untuk Olimpiade 2024. Total angkatan lebih dari 360 kg sudah dipersiapkan Mayora.
Nama lain yang berpotensi mengejutkan adalah Masanori Miyamoto (Jepang), Weeraphon Wichuma (Thailand), Luis Javier Mosquera (Kolombia), dan Bak Joo Hyo (Korea Selatan).
Bersambung ke halaman berikutnya...
Yang selama ini diketahui publik, titik lemah Rizki adalah angkatan snatch. Biasanya Rizki mengambil angkatan aman untuk snatch.
Namun anggapan itu terpatahkan di Kejuaraan Dunia 2024. Secara mengejutkan Rizki berhasil mengangkat beban 164kg. Ini angkatan perjudian, sebab sebelumnya catatan terbaiknya 156 kg.
Selepas Kejuaraan Dunia 2024 yang adalah sarana Rizki meraih tiket tampil di Olimpiade 2024, latihan keras dijalani. Disiplin waktu dan gaya hidup benar-benar ditata.
Ini menjadi upaya agar medali emas Olimpiade 2024 bisa diraih. Jika mengacu rapor, Rizki berpeluang dapat medali, tetapi persaingan di atas panggung tak akan sama dengan latihan.
Besar-besaran angkatan awal menjadi perang psikologis. Zhiyong adalah satu atlet yang gemar melakukan perang mental ini. Biasanya ia memasang angkatan awal yang membuat lawan minder.
Jika angkatan lawannya menyamai, Zhiyong tak segan menambah beban lebih besar di angkatan kedua dan ketiga. Baginya, angkatan kedua dan ketiga adalah perjudian memecahkan rekor dunia.
Namun, pertarungan sebenarnya akan terjadi dalam angkatan clean and jerk. Jika di snatch selisih beban hanya satu hingga lima kilo, di clean and jerk bisa lebih dari 10 kg.
Perang di clean and jerk ini terjadi di Kejuaraan Dunia 2024. Ketika itu Rizki membuat kejutan dengan 201 kg, sedangkan Zhiyong hanya mentok di 191 kg. Adapun Erwin tergelincir di angkatan penentuan.
Apakah Rizki bisa mempertahankan angkatan clean and jerk di angka 200 kg lebih? Berdasarkan catatan selama pemusatan latihan menjelang Olimpiade, bisa dilibas Rizki dengan baik.
Namun kembali lagi, suasana latihan dan pertandingan tidak sama. Mentalitas atlet akan diuji. Jika grogi atau demam panggung karena beban atau lainnya, angkatan terbaik bisa meleset.
Dalam hal ini kecerdikan pelatih menetapkan angkatan awal jadi penentu. Jika Rizki sukses di angkatan awal, beban di dalam dada akan mencair yang bisa membuatnya tampil lepas.
Setelah itu tinggal perjudian saja. Biasanya, di Olimpiade sebelum-sebelumnya, para atlet membuat angkatan di luar batas untuk menentukan dapat medali atau tidak sama sekali.
Lifter putra Indonesia Rizki Juniansyah datang ke Olimpiade Paris 2024 dengan catatan rekor dunia, 365kg, tetapi monster-monster Asia dan Amerika siap mengadang.
Cabang olahraga angkat besi nomor 73 kg putra akan dipertandingkan di Paris Expo Porte de Versailles, Kamis (8/8). Ini adalah Olimpiade pertama Rizki, sehingga mentalitasnya akan diuji.
Dua nama yang sudah lebih dahulu dikenal di kelas 73kg adalah Shi Zhiyong asal China dan Julio Mayora dari Venezuela. Keduanya adalah peraih medali emas dan perak Olimpiade 2020 (2021).
Saat meraih emas Olimpiade 2020, Zhiyong membukukan 116 kg snatch dan 198 kg clean and jerk. Dua angkatan ini mematahkan rekor Olimpiade. Bahkan angkatan totalnya memecahkan rekor dunia, 364 kg.
Namun, dua dari total rekor Zhiyong sudah terpatahkan. Erwin Abdullah mematahkan rekor dunia milik Zhiyong dengan 204 kg clean and jerk dan Rizki mematahkan total angkatan, 365 kg.
Dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024 di Phuket, Thailand, Rizki meraih medali emas, diikuti Shi Zhiyong dengan perak, dan Rahmat Erwin Abdullah dengan medali perunggu.
Pada 5 April itu, Rizki membukukan 164 kg snatch, 201 kg clean and jerk, dan total angkatannya 365 kg. Adapun Zhiyong unggul satu kilogram di angkatan snatch dan kalah 10 kg di clean and jerk.
Terhentinya dominasi Zhiyong di Kejuaraan Dunia 2024 ini diyakini memecut keras. Atlet 30 tahun ini berlatih keras untuk Olimpiade 2024 agar bisa melampaui total angkatan Rizki.
Catatan terbaik Zhiyong untuk snatch adalah 166 kg dan 198 kg clean and jerk. Artinya, total angkatan terbaik Zhiyong adalah 364 kg. Bukan tidak mungkin total angkatannya naik di Olimpiade 2024.
Adapun catatan terbaik Mayora adalah 349 kg. Ini tercipta dalam Pan American Games 2019, seberat 349 kg. Ini lebih baik dari torehannya di Olimpiade 2020 seberat 346kg.
Namun, banyak kalangan meyakini atlet 27 tahun ini telah mempersiapkan diri dengan baik untuk Olimpiade 2024. Total angkatan lebih dari 360 kg sudah dipersiapkan Mayora.
Nama lain yang berpotensi mengejutkan adalah Masanori Miyamoto (Jepang), Weeraphon Wichuma (Thailand), Luis Javier Mosquera (Kolombia), dan Bak Joo Hyo (Korea Selatan).
Bersambung ke halaman berikutnya...
Perjudian Rizki Juniansyah di Clean and Jerk Olimpiade
Rizki Juniansyah diharapkan bisa raih medali di Olimpiade 2024. (CNN Indonesia/ Abdul Susila)
Yang selama ini diketahui publik, titik lemah Rizki adalah angkatan snatch. Biasanya Rizki mengambil angkatan aman untuk snatch.
Namun anggapan itu terpatahkan di Kejuaraan Dunia 2024. Secara mengejutkan Rizki berhasil mengangkat beban 164kg. Ini angkatan perjudian, sebab sebelumnya catatan terbaiknya 156 kg.
Selepas Kejuaraan Dunia 2024 yang adalah sarana Rizki meraih tiket tampil di Olimpiade 2024, latihan keras dijalani. Disiplin waktu dan gaya hidup benar-benar ditata.
Ini menjadi upaya agar medali emas Olimpiade 2024 bisa diraih. Jika mengacu rapor, Rizki berpeluang dapat medali, tetapi persaingan di atas panggung tak akan sama dengan latihan.
Besar-besaran angkatan awal menjadi perang psikologis. Zhiyong adalah satu atlet yang gemar melakukan perang mental ini. Biasanya ia memasang angkatan awal yang membuat lawan minder.
Jika angkatan lawannya menyamai, Zhiyong tak segan menambah beban lebih besar di angkatan kedua dan ketiga. Baginya, angkatan kedua dan ketiga adalah perjudian memecahkan rekor dunia.
Namun, pertarungan sebenarnya akan terjadi dalam angkatan clean and jerk. Jika di snatch selisih beban hanya satu hingga lima kilo, di clean and jerk bisa lebih dari 10 kg.
Perang di clean and jerk ini terjadi di Kejuaraan Dunia 2024. Ketika itu Rizki membuat kejutan dengan 201 kg, sedangkan Zhiyong hanya mentok di 191 kg. Adapun Erwin tergelincir di angkatan penentuan.
Apakah Rizki bisa mempertahankan angkatan clean and jerk di angka 200 kg lebih? Berdasarkan catatan selama pemusatan latihan menjelang Olimpiade, bisa dilibas Rizki dengan baik.
Namun kembali lagi, suasana latihan dan pertandingan tidak sama. Mentalitas atlet akan diuji. Jika grogi atau demam panggung karena beban atau lainnya, angkatan terbaik bisa meleset.
Dalam hal ini kecerdikan pelatih menetapkan angkatan awal jadi penentu. Jika Rizki sukses di angkatan awal, beban di dalam dada akan mencair yang bisa membuatnya tampil lepas.
Setelah itu tinggal perjudian saja. Biasanya, di Olimpiade sebelum-sebelumnya, para atlet membuat angkatan di luar batas untuk menentukan dapat medali atau tidak sama sekali.