Tim Badminton Indonesia dan Keyakinan yang Berembus Pelan di Thailand
Thailand Masters 2026 masuk kategori turnamen Super 300. Dari segi ukuran, jelas turnamen ini ada di bawah level Super 1000, Super 750, dan Super 500.
Belum lagi bila berbicara soal BWF World Tour Finals atau Kejuaraan Dunia dan Olimpiade yang ada di atas kategori turnamen BWF Tour tersebut.
Sebagai gambaran, turnamen Super 300 secara umum tidak akan diikuti oleh banyak pebulutangkis papan atas. Hal itu lantaran mereka memilih beristirahat atau tidak masuk dalam agenda mereka lantaran jumlah poin yang diperebutkan tidak berdampak signifikan pada mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, keberhasilan merebut empat gelar di Thailand ini tidak lantas menggaransi Indonesia bakal kembali panen gelar di All England. Ada banyak pemain papan atas yang bakal ikut serta dan persaingan jelas makin merata.
Namun kemenangan di Thailand Masters ini juga tak lantas sama sekali kehilangan makna. Justru empat gelar di Thailand adalah tanda bahwa ada keyakinan yang mulai bisa dirasakan meski masih berembus pelan.
Setelah tanpa medali emas di Olimpiade Paris 2024, bulu tangkis Indonesia menjalani tahun transisi dengan fokus utama regenerasi di 2025. Musim ini PBSI mulai mencanangkan sejumlah target tinggi sebelum akhirnya pertarungan memasuki mode semakin serius di tahun depan ketika Kualifikasi Olimpiade datang.
Leo/Bagas bisa membuktikan diri mereka masih layak untuk dipertahankan sebagia pasangan. ( Arsip PBSI) |
Karena itu, empat gelar di Thailand dan total lima gelar di empat turnamen awal 2026, jelas lebih bagus dibanding satu gelar dari empat turnamen awal di 2025. Kemenangan besar di Thailand adalah hal-hal yang menyenangkan dalam sebuah perjalanan panjang.
Perjuangan untuk mengembalikan nama besar Indonesia memang masih panjang. Tetapi panen gelar di turnamen kategori Super 300 yang memang selayaknya dimenangkan adalah sebuah simbol bahwa ada hal-hal baik yang terjadi di masa transisi ini.
(rhr)
Leo/Bagas bisa membuktikan diri mereka masih layak untuk dipertahankan sebagia pasangan. ( Arsip PBSI)