Indonesia vs Iran dan Kisah Tentara Sparta Gempur Kekaisaran Persia
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto tak hanya menyampaikan optimisme dalam sesi konferensi pers di Indonesia Arena, Jumat (6/2). Tersurat pula keinginan agar pemain tampil dengan hati yang ringan.
"Futsal bukan soal tekanan. Futsal adalah kenikmatan. Itu perbedaannya, oke?" kata Souto menjawab pertanyaan CNNIndonesia.com soal cara tim menjaga konsentrasi di tengah kemungkinan gangguan dari luar lapangan.
"Bagaimana kami bisa merasa tertekan pada laga final pertama kami [di Piala Asia Futsal]. Tekanan harusnya mengarah ke Iran. Mereka punya tradisi juara di AFC," ia menegaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mentalitas layaknya prajurit Sparta ditunjukkan Souto sebelum pasukannya berlaga. Ia tahu lawan yang dihadapi punya level yang jauh dipandang mata, namun sadar pula bahwa hasil bisa terlihat setelah diperjuangkan.
'Bermain Cerdik', itu yang berkali-kali disampaikan pelatih asal Spanyol itu dalam jumpa pers. Bukan hanya saat sebelum melawan Iran tapi juga H-1 menumbangkan Jepang.
Ucapan Souto jadi kenyataan lawan Samurai Biru. Jepang kebobolan dua kali lebih dulu dan baru bisa menyeimbangkan kedudukan di akhir babak kedua. Sempat lanjut ke babak tambahan, Indonesia menambah pundi-pundi gol hingga menang 5-3.
Iran adalah tim terbaik di Asia dan hal ini jadi tantangan besar bagi Timnas Futsal Indonesia. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA) |
Jepang bak katak dalam tempurung. Berkali-kali upaya serangan dari skema permainan terbuka patah di muka gawang berkat kolektivitas Indonesia plus penampilan gemilang Ahmad Habibie di bawah mistar.
Main pintar jadi harapan Souto kembali diterapkan Reza Gunawan dan rekan-rekan. Terutama dalam bertahan, pemain diminta solid di area penalti untuk menahan laju lawan.
"Kami akan berusaha tidak kelelahan. Saya merekomendasikan pertahanan layaknya bermain Handball. Anda paham? Pemain perlu menguasai area dan kami akan berusaha sebaik mungkin," ucap Souto.
Langkah ini diharapkan bisa membendung Iran yang punya statistik gila di AFC Futsal 2026. Ada total 22 gol yang disarangkan Saeid Ahmadabbasi dan kolega selama berlaga di Jakarta.
Hossein Tayebi, pivot veteran Iran bisa jadi momok. Ada lima gol yang ditorehkan pemain 37 tahun tersebut. Kualitas individu eks penggawa Benfica itu perlu jadi perhatian.
Di sisi lain, Tayebi bukan satu-satunya sosok yang perlu dapat sorot mata. Namun kembali lagi, Indonesia perlu fokus pada kekuatan mereka.
Pertempuran hari pertama 300 tentara Sparta dengan ratusan ribu bala Persia kiranya jadi cerminan. Bahwa mengenal kekuatan sendiri dan mengedepankan kecerdikan bisa membuahkan kemenangan.
Hasil laga kontra Jepang layak jadi pelajaran. Menghadapi Iran dan kesempatan merebut kejayaan patut diperjuangkan.
(ptr)
Iran adalah tim terbaik di Asia dan hal ini jadi tantangan besar bagi Timnas Futsal Indonesia. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)