7 Asal Negara Staf Timnas Indonesia Era John Herdman
4. Slovakia
Tanggungjawab pelatih kiper saat ini diemban oleh Andrej Kostolansky. Pelatih dengan lisensi UEFA Pro itu baru saja menyelesaikan tanggung jawabnya di klub Kamboja MOI Kompong Dewa.
Andrej sudah meniti karier sebagai pelatih kiper sejak 2003 di negaranya bersama akademi Spartak Trnava sebelum promosi ke tim utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosok 44 tahun itu kemudian merantau ke Asia untuk melatih kiper di timnas Yaman, Bahrain, dan Irak U-23 sebelum melebarkan sayap ke Asia Tenggara bersama Kompong Dewa dan kini Timnas Indonesia.
5. Afrika Selatan
Peran Andrej Kostolansky akan dibantu oleh Damian van Rensburg di posisi pelatih kiper. Pengetahuan Damian dibutuhkan oleh Timnas Indonesia.
Ini karena Damian sudah pernah jadi pelatih kiper di Timnas Indonesia U-23 pada era Gerald Vanenburg dan Indra Sjafri. Sebelumnya Damian merupakan pelatih kiper di Dewa United.
Sosok kelahiran Durban, Afrika Selatan itu punya semangat muda. Usianya baru 31 tahun dan terhitung belia sebagai pelatih.
6. Belanda
Alexander Zwiers dan Simon Tahamata masih bertahan di PSSI untuk berbakti pada Timnas Indonesia. Keduanya bisa membantu John Herdman dalam pengembangan tim Merah Putih.
Simon Tahamata berperan sebagai kepala pemandu bakat di PSSI. Pengalaman panjang jadi pelatih akademi Ajax Amsterdam membuat pria keturunan Maluku itu punya pandangan yang tepat terhadap pembinaan usia dini.
Sedangkan Alexander Zwiers adalah Direktur Teknik PSSI. Perannya dibutuhkan untuk membentuk rancangan bagi Timnas Indonesia dalam mencapai tahap demi tahap menuju prestasi.
7. Swiss
Selain Kanada, Cesar Meylan ternyata juga memegang paspor Swiss. Kewarganegaraan ganda ini diizinkan oleh negara yang menaungi pelatih fisik Timnas Indonesia itu.
Ini karena Cesar Meylan lahir di Lausanne, daerah sisi barat Swiss. Cesar sudah bekerja dengan John Herdman di timnas Kanada di Toronto FC.
Dikutip dari Antara, John Herdman mengatakan kombinasi staf lokal dengan internasional ini demi menjaga keseimbang di dalam Timnas Indonesia.
"Kami memadukan staf yang memahami sistem saya dengan orang-orang lokal yang tahu bagaimana menyatukan masyarakat Indonesia dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka," ujar Herdman.
"Saya belajar setiap hari. Ini soal keseimbangan dan keberagaman dalam staf," kata Herdman menambahkan.
(sry/ikw/sry) Add
as a preferred source on Google