Piala Dunia 2018: Generasi Baru Prancis, Mbappe Meroket di Usia Muda
Piala Dunia 2018 di Rusia menjadi panggung lahirnya generasi baru Prancis. Kylian Mbappe sebagai jadi paling terang yang meroket di usia yang belum genap 20 tahun.
Piala Dunia ke-21 itu berlangsung di Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Sebanyak 32 tim bersaing memperebutkan trofi bergengsi setelah melalui proses kualifikasi yang melibatkan 210 negara.
Edisi 2018 ini juga menjadi yang pertama memperkenalkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia. Seperti diketahui, sistem tersebut memungkinkan wasit meninjau ulang keputusan kontroversial lewat rekaman video.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
VAR pertama kali mengubah jalannya pertandingan saat Prancis melawan Australia. Kala itu, Prancis mendapat hadiah penalti berdasarkan bantuan video. Kehadiran VAR pun diyakini berkontribusi pada rata-rata gol yang lebih tinggi dibandingkan edisi 2006 dan 2010.
Di tengah sorotan VAR dan kejutan demi kejutan, Prancis tampil sebagai kekuatan paling konsisten. Di bawah kendali pelatih Didier Deschamps, Les Bleus jadi tim muda nan enerjik. Si Biru laksana ingin mengubah peta kekuatan sepak bola dunia.
Deschamps sendiri bukan nama asing di panggung Piala Dunia. Ia pernah mengangkat trofi yang sama sebagai kapten tim Prancis pada 1998. Pada 2018 ia kembali mengangkat trofi lambang supremasi sepak bola dunia sebagai pelatih kepala.
Deschamps pun mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai orang ketiga yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain sekaligus pelatih, setelah Mario Zagallo dari Brasil dan Franz Beckenbauer dari Jerman.
Di antara sederet nama besar Prancis, satu nama paling mencuri perhatian: Kylian Mbappe. Remaja kelahiran 1998 itu bahkan belum lahir saat Prancis merayakan gelar juara dunia pertama mereka.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Add
as a preferred source on Google