Piala Dunia 2018: Generasi Baru Prancis, Mbappe Meroket di Usia Muda
Mbappe baru berusia 19 tahun ketika Piala Dunia 2018 berlangsung. Namanya baru mencuat dalam dua musim terakhir, setelah bersinar bersama Monaco pada 2016/2017. Kemudian Kylian pindah ke Paris-Saint Germain (PSG) pada musim berikutnya.
Deschamps tidak memandang Mbappe sekadar pemain muda berbakat atau senjata rahasia. Ia diberi nomor punggung 10 sebagai tanda kepercayaan penuh dan dijadikan senjata utama lini serang Prancis.
Mbappe menjawab kepercayaan itu dengan gemilang. Bersama Antoine Griezmann, ia menjadi mimpi buruk bagi setiap lini pertahanan lawan yang harus menghadapi kecepatan dan ketajamannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan paling mendebarkan Mbappe hadir saat Prancis bertemu Argentina di babak 16 besar. Mbappe membekap pertahanan Argentina dengan kecepatannya dan mencetak dua gol yang mengantar Argentina angkat koper lebih dulu.
Uruguay dan Belgia yang menjadi lawan Prancis berikutnya pun tak bisa mengabaikan ancaman Mbappe. Ia terus menjadi momok dengan kecepatan yang nyaris mustahil dibendung.
Puncak kejayaan Mbappe hadir di partai final melawan Kroasia. Meski sempat terlihat tegang, ia kemudian melepaskan tembakan jarak jauh yang gagal ditangkap kiper Danijel Subasic dan berbuah gol spektakuler.
Gol Mbappe itu menjadi gol keempat Prancis dalam laga final yang berakhir 4-2. Kroasia tak lagi punya kesempatan untuk bangkit, dan Prancis pun dinobatkan sebagai juara dunia.
Prancis mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya. Mbappe berada tepat di jantung momen bersejarah itu. Pada usia 19 tahun, ia telah melampaui batas generasinya. Mbappe 2018 jadi isyarat era baru sepak bola Prancis di pentas dunia.
(afr/nva) Add
as a preferred source on Google