Jalan Panjang Sambung Generasi dari Polytron Indonesia Open 2026

Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 16:34 WIB
Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil melangkah ke final Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, pada laga semifinal yang berlangsung di Istora Gelora Bu
Raymond/Joaquin berhasil menembus final Polytron Indonesia Open 2026. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polytron Indonesia Open 2026 rampung. Wakil Merah Putih terhenti di babak ujung. Namun regenerasi, perlu terus disambung.

Target selangit sejatinya tak dibebankan ke pundak atlet di turnamen BWF Super 1000 tersebut. Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran menitipkan agar daya juang senantiasa terselip di relung hati atlet Merah Putih.

"Kami tentu berharap seluruh atlet Indonesia dapat memberikan penampilan terbaik. Namun, PBSI tidak ingin membebani para atlet dengan target berlebihan," kata Imran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap mereka bisa tampil maksimal, berjuang hingga poin terakhir, serta menunjukkan karakter juara untuk Indonesia," ia menambahkan.

Dari 21 wakil tuan rumah di Polytron Indonesia Open 2026, dua wakil menembus babak final, Jonatan Christie (Tunggal Putra) dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Ganda Putra. Ini jadi dua edisi beruntun ada atlet tuan rumah di fase puncak turnamen BWF Super 1000 tersebut.

Namun, baik Jonatan maupun Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan lawan. Wakil Merah Putih harus berjuang lebih keras lagi karena selama lima edisi beruntun tidak juara di Indonesia Open.

Evaluasi jadi kunci. Regenerasi mesti presisi. Secercah harapan sebenarnya sudah tersirat setelah dua debutan mengorbit di Polytron Indonesia Open 2026. Mereka adalah Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Devin/Faathir harus menerima kenyataan berhenti di babak pertama. Sedangkan Raymond/Nikolaus menembus batas hingga partai puncak. Gelar memang belum didapat, dan perbaikan belum terlambat.

Perjuangan mereka hingga bisa tampil di satu dari empat turnamen badminton tertinggi dunia perlu diberi pengakuan. Sebab untuk bisa tampil di turnamen Super 1000 peserta mesti ada di peringkat tertentu.


Dalam hal ini, mereka harus menduduki urutan 32 besar dunia agar tak perlu masuk daftar reserve. Butuh prestasi, konsistensi, dan waktu panjang untuk mencapai ranking sesuai kriteria level kompetisi tertinggi itu.


Artinya tampil di level Super 1000 sudah jadi pencapaian tersendiri terlebih jika melangkah jauh. Peningkatan perlahan pun sebenarnya telah nampak.

Dari seluruh Merah Putih di Polytron Indonesia Open 2026, dua di antaranya masuk final. Ini meningkat dari edisi sebelumnya.

Setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juara pada 2021, tidak ada wakil Indonesia di final edisi 2022. Lalu pada 2023 ada Anthony Ginting dari tunggal putra. Kemudian pada 2024 wakil Indonesia absen lagi pada partai puncak.

Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil melangkah ke final Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan rekan senegaranya, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, pada laga semifinal yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (6/6) malam. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)Sabar/Reza lolos ke semifinal Indonesia Open 2026 sebelum kalah dari Raymond/Joaquin.(CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)

Baru pada 2025, ada satu wakil yakni Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Kini di Polytron Indonesia Open 2026, jumlahnya menanjak sekaligus bertambah jadi dua. Salah satunya bahkan debutan di turnamen.

Indonesia memang belum juara. Tapi dari sini, ada secercah harapan baru. Bisakah Indonesia menggapai cita-cita itu?

Baca berita ini di halaman berikut >>>

Add as a preferred
source on Google
Kolaborasi, Pucuk Dicinta Ulam pun Tiba di Badminton Indonesia BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2