Bafana Bafana, Mexicana, dan Ulangan Laga Pembuka Piala Dunia
Muhammad Ikhwanuddin | CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 09:47 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Meksiko punya pemain kenamaan yang akan perkuat tim. (Getty Images via AFP/LUIZA MORAES)
Jakarta, CNN Indonesia --
Duel Meksiko vs Afrika Selatan jadi pembuka Piala Dunia 2026. Ini ulangan Bafana Bafana bersua La Mexicana dalam laga perdana Gempita Bola Dunia di Stadion Mexico City, Kamis (11/6) atau Jumat (12/6) pukul 02.00 WIB.
Memori pertama mereka bersua di laga pembuka terjadi pada Piala Dunia 2010. Kala itu, Afrika Selatan jadi tuan rumah. Kini di Piala Dunia 2026, Meksiko giliran jadi salah satu penyelenggara.
Ini jadi kali pertama ada sesama tuan rumah kembali bersua di laga pembuka Piala Dunia. Karena sebelumnya ketika Brasil lawan Meksiko dua kali di laga perdana pesta bola sejagat (1950 dan 1954), tim Samba tak jadi panitia di partai kedua.
Betapapun, laga pembuka Piala Dunia akan selalu menarik disaksikan. Terlebih dua tim di arena berasal dari dua kultur berbeda.
Skuad Bafana Bafana cukup diperhitungkan di Benua Afrika. Mereka pernah juara Piala Afrika 1996 saat jadi tuan rumah, kemudian jadi runner-up satu kali dan peringkat ketiga dua kali.
Namun saat bicara Piala Dunia, perjalanan terjauh Afrika Selatan hanya di babak penyisihan. Mereka lolos ke putaran final tiga kali dari delapan edisi terakhir Piala Dunia dari 1998 hingga kini.
Keadaan jauh berbeda nampak dari Meksiko. El Tri, begitu tim nasional dari Amerika Tengah itu dijuluki, merupakan kesebelasan tradisional di pentas global.
Dari 22 jilid Piala Dunia, Meksiko ikut 18 kali. Torehan terbaik mereka tembus perempat final di Piala Dunia 1986. Kemudian di Piala Dunia 1994 hingga 2018 (tujuh kali beruntun), Meksiko lolos ke babak 16 besar.
Pencapaian signifikan di Piala Dunia membuat Meksiko berkutat di posisi 30 besar peringkat FIFA selama tiga dekade terakhir. Mereka bahkan pernah menyentuh peringkat kelima pada 1997.
Sementara Afrika Selatan berbeda jauh dalam urusan ini. Mereka berputar-putar di posisi 100 besar selama tiga dekade terakhir dengan pencapaian tertinggi di posisi ke-20 pada 2000.
Dari perbandingan ini, agaknya Meksiko lebih diunggulkan untuk menang di laga pembuka Piala Dunia 2026. Tapi jika menyelam lebih dalam, benarkah demikian?
Bersambung ke halaman berikutnya...
Duel Meksiko vs Afrika Selatan adalah pertarungan dua tim kaya pengalaman dari dua kubu menjanjikan. Ini jadi alasan laga tersebut menarik disaksikan.
Meksiko diperkuat dengan deretan pemain veteran termasuk Guillermo Ochoa. Kiper 40 tahun itu sejajar dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sebagai tiga pemain hadir di enam edisi Piala Dunia berbeda. Tidak ada nama lain di luar itu.
Ada delapan pemain Meksiko berusia 30 tahun atau lebih. Rata-rata dari mereka merupakan diaspora karena bermain luar negeri, rata-rata Eropa.
Ada separuh dari skuad El Tri berkarier di Eropa dan tak terpaut di satu negara. Mereka tersebar di Inggris, Italia, Belgia, Spanyol, Ukraina, Turki, Belanda, Rusia, hingga Yunani.
Di setiap lini tim asuhan Javier Aguirre itu diisi pemain kaya asam garam. Di pos penjaga gawang ada Raul Rangel sebagai pilihan pertama, lalu ada Carlos Acevedo, dan Guillermo Ochoa.
Di lini pertahanan, duet bek Genoa Johan Vasquez dan Cesar Montes (Lokomotiv Moscow) kemungkinan tak terhindarkan. Lalu Jorge Sanchez (bek kanan) dan Israel Reyes (bek kiri) juga sarat pengalaman.
Kemudian di sektor tengah, kapten Edson Alvarez adalah gelandang jangkar nyaris tak tergantikan di Meksiko. Pemain Fenerbahce itu bakal jadi pendukung Alvaro Fidalgo (Real Betis) dan Orbelin Pineda (AEK Athens).
Ujung tombak Meksiko pun prospektif. Javier Aguirre punya banyak opsi penyerang sayap seperti Alexis Vega dan Roberto Alvarado untuk menopang barisan penyerang elite seperti Santiago Gimenez (AC Milan) dan Raul Jimenez (Wolverhampton Wanderers).
Di satu sisi, kenyataan Meksiko punya pemain mestinya tak boleh membuat mereka tinggi hati. Sebab Afrika Selatan memiliki nama-nama potensial untuk memberi perlawanan.
Tim besutan Hugo Broos itu diperkuat beberapa pemain diaspora, di antaranya Ime Okon (Bek Tengah-Hannover 96), Mbekezeli Mbokazi (Bek Tengah-Chicago Fire), dan Olwethu Makhanya (Bek Tengah-Philadelphia Union, dan Lyle Foster (Penyerang-Burnley )
Kehadiran pemain dengan rekam jejak karier di Liga Amerika Serikat (MLS) dapat jadi nilai tambah bagi Afrika Selatan guna memaksimalkan segala peluang.
Kendati demikian, mereka harus siap dengan gempuran dari kubu tuan rumah. Terlebih sorak penonton mungkin akan sama pekiknya seperti rentetan suara Vuvuzela di Piala Dunia 2010. Ini akan jadi energi lebih untuk Meksiko merebut kemenangan.