Lemahnya Pertahanan Argentina Makin Terkuak, Swiss Punya Celah

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 04:46 WIB
Lemahnya Pertahanan Argentina Makin Terkuak, Swiss Punya Celah
Nicolas Otamendi merupakan bek terkuat Argengina, tetapi di Piala Dunia 2026 sudah tidak muda lagi. (IMAGN IMAGES via Reuters/Maria Lysaker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah menjalani babak 32 besar dan 16 besar kelemahan utama Argentina dalam Piala Dunia 2026 benar-bener terkuak.

Dalam dua laga terakhir, gawang Emiliano Martinez empat kali kebobolan. Ini kontras dengan babak gugur yang hanya sekali kebobolan. Cara dibobolnya pun mirip-mirip.

Dua gol Cape Verde dan Mesir tercipta lewat skema serangan balik cepat. Pertahanan tinggi La Albiceleste rupanya bukan hanya untuk mendukung serangan, tetapi juga kedok menutup kelemahan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Piala Dunia 2026, Argentina punya empat bek tengah, yakni Nicola Otamendi, Lisandro Martinez, Marcos Senesi, dan Cristian Romero. Plus ada Facundo Medina yang serba bisa.

Dari lima laga, Martinez jadi bek yang paling banyak menit mainnya, 390. Setelah itu ada Romero dengan 346 menit dari empat laga, Median dengan 259 menit, dan Otamendi dengan 140 menit.

Bisa dibilang Otamendi merupakan bek terkuat Argentina saat ini. Hanya saja River Plate ini sudah tidak muda lagi, 38 tahun, sehingga bisa menjadi titik lemah dalam permainan intens. 

Karenanya Martinez jadi pilihan utama. Bek Manchester United ini lincah, tetapi menghadapi penyerang-penyerang besar sering kalah duel. Oleh sebab itu dipasang Romero.

Secara umum Romero kuat dalam duel di udara, tetapi tidak terlalu matang dalam transisi negatif. Titik lemah inilah yang dimanfaatkan barisan lini depan Cape Verde dan Mesir.

Bisakah Swiss sebagai lawan Argentina pada babak perempat final merepotkan pertahanan? Yang pasti Breel Embolo akan menjadi ancaman serius. Ia unggul postur dibanding bek-bek Argentina. 

Banner Gempita Bola 2026

Dalam segi kecepatan, Swiss juga punya Dan Ndoye dan Zeki Amdouni. Dalam hal ini kecerdikan Murat Yakin dalam menyusun strategi akan menjadi kunci dalam serangan balik.

Lini pertahanan Swiss pun akan mendapat teror besar. Manuel Akanji jelas tidak bisa bekerja sendirian menghentikan Lionel Messi yang sedang dalam motivasi tinggi. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jal) Add as a preferred
source on Google