UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Buntut Rencana Infantino Jual Saham
UEFA dilaporkan mengancam akan memboikot pagelaran Piala Dunia sebagai imbas Presiden FIFA Gianni Infantino yang ingin menjual saham turnamen tersebut kepada investor.
Dikutip dari Daily Mail berdasarkan laporan The Times pada Selasa (28/7) sore waktu setempat, Infantino diklaim sedang mempertimbangkan menjual sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Tidak hanya itu, Infantino juga membentuk perusahaan baru yang kesepakatan penjualan itu bisa mencapai 15 juta poundsterling atau setara dengan Rp360,832 triliun.
Laporan itu juga menambahkan kalau Infantino bisa menjadi komisaris dalam perusahaan itu setelah jabatannya sebagai Presiden FIFA berakhir pada 2031. Dengan posisi barunya itu, Infantino bisa mendapat penghasilan sekitar 37,5 juta poundsterling per tahun.
JPMorgan dikabarkan menangani proses penjualan saham itu, sementara pemerintahan Donald Trump juga memberikan bantuan konsultasi.
Rencana Infantino menjual saham Piala Dunia itu mendapat badai kritik dari sepak bola dunia. Keinginan itu disebut akan menjadi 'bom nuklir' bagi olahraga tersebut dan dianggap bakal lebih buruk dari rencana European Super League.
Menurut Sky Sports, anggota UEFA akan menggelar pertemuan darurat pada minggu ini guna membahas kemungkinan melewatkan Piala Dunia demi menentang Infantino.
Sebelumnya UEFA memberikan kecaman keras lewat unggahan di media sosial. Menurut UEFA, Infantino sudah kelewat batas.
"Ini melanggar batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola. UEFA menanggapinya dengan sangat serius," tulis UEFA.
"Begitu pula setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Begitu pula setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, pendukung, pemerintah, dan semua orang yang peduli dengan masa depan permainan ini."
Potensi UEFA memboikot Piala Dunia bisa terjadi paling cepat tahun depan saat pagelaran Piala Dunia Wanita berlangsung di Brasil.
(sry/nva)