Hal tersebut diungkap oleh CEO Sokonindo Automobile Alexander Barus saat awak media melakukan kunjungan ke pabriknya. Menurut Alexander, pihaknya telah bekerjasama dengan pusat penelitan dan pengembangan Sokonindo di Amerika Serikat mengenai produksi berbagai jenis kendaraan masa depan.
"Saat ini kami memiliki pusat RnD di Ann Harbour Michigan, bekerjasama denga co-founding Tesla Mr Martin. Dan juga saya baru pulang dari Santa Clara, kami juga punya pusat riset untuk mobil listrik dan autonomous driving," kata Alexander, saat ditemui di pabriknya, Selasa (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kesiapan pabrik Sokonindo dalam meracik mobil listrik ini tentu harus dibarengi dengan regulasi pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah gini, China itu insentifnya tinggi. Pertama (ketika konsumen) dia beli mobil listrik, 50 persennya dibayarin pemerintah. Sekarang udah 30 persen, jadi lebih murah," ungkapnya.
Setelah meninjau pabrik Sokonindo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, menilai pabrik itu sudah mampu memproduksi mobil listrik. Hal ini didukung oleh sistem pabrik yang menganut smart factory atau fleksible manufacturing system (FMS). (eks)