Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan bahwa pihaknya bersedia beralih dari bus konvensional ke bus bertenaga listrik. Namun dengan syarat harus ditunjang dengan kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di kota-kota besar khususnya DKI Jakarta.
"Coba saja bangun dulu pembuatan charge (bus listrik), kami akan ikut," kata Budi di Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Perusahaan Listrik Negara ( PLN) secara bertahap mulai memperbanyak stasiun penyedia listrik umum (SPLU) di DKI Jakarta. Klaim PLN sudah terpasang sekitar 700 SPLU yang tersebar di berbagai wilayah.
Lihat juga:Moeldoko Buka Suara Soal Bus Listrik Maxvel |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Direktur Teknis dan Fasilitas Transjakarta Wijanarko berpendapat paling memungkinkan bagi Indonesia menghijaukan moda transportasinya ialah dengan bus hybrid.
"Paling memungkikan hybrid, di Eropa juga begitu, kombinasi antara diesel dan elektrik. Saat bus berjalan dan berhenti ketika macet, otomatis baterai akan mengisi sendiri. Jadi tetap dua penggerak motor listrik dan mesin," tutup Wijanarko. (mik)