Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketersediaan infrastruktur Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) adalah kunci keberhasilan mobil listrik. Ketersediaan SPLU adalah tanggung jawab dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Tentu ini disingkronkan karena penugasan Kementerian ESDM mempersiapkan infrastrukturnya," kata Airlangga, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bicarakan ke teman-teman di ESDM. Jadi kami perlu dukungan infrastruktur tadi disampaikan Pak Menteri ada beberapa voltase yang harus dipersiapkan," ujar Harjanto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jonan pemerintah saat ini terus membangun pembangkit listrik berbasis EBT. Pada 2017, kapasitas pembangkit EBT nasional telah meningkat sebesar 3,4 persen, sebesar 9,1 Gigawatt (GW) dari 8,8 GW di tahun 2016.
Terkait kendaraan listrik, Ia mengatakan jajarannya telah merancang aturan khusus yang tertuang Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional. Proyeksinya, terjadi peningkatan populasi kendaraan bertenaga listrik atau hibrid pada 2025 sebesar 2.200 unit mobil dan 2,1 juta unit sepeda motor.
Pemerintah juga sedang merancang Peraturan Presiden tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan yang sudah memasuki tahap finalisasi. (mik)