Kalah Bersaing, Penjualan Mirage Sekarat
Rayhand Purnama | CNN Indonesia
Senin, 13 Agu 2018 22:34 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Bila tidak ada kabar baik selama dua bulan ke depan, Mirage dipastikan bakal mengikuti jejak Delica yang sudah 'disuntik mati' penjualannya oleh Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI). Keberlangsungan penjualan Mirage sekarang hanya tinggal menghabiskan stok sisa yang masih ada di dealer.
Deputi Kepala Grup Perencanaan dan Grup Komunikasi MMKSI Intan Vidiasari menyampaikan sampai saat ini sisa stok Mirage sekitar 200 unit. Intan memprediksi, stok itu bakal habis hingga dua bulan ke depan.
"Jadi Juli memang tidak ada lagi CBU (Completely Build Up) dari Thailand. Makanya kami lihat, karena pasarnya semakin mengecil," kata Intan di BSD, Tangerang akhir pekan lalu.
Keinginan Mitsubishi menyetop penjualan Mirage disadari setelah impor CBU dari Thailand dihentikan sejak Juli 2018. Mitsubishi menjelaskan belum memiliki rencana melanjutkan impor Mirage.
Direbut Low MPV dan LCGC
Mirage pertama kali meluncur di Indonesia pada 2012, kemudian edisi penyegarannya muncul pada 2016. Usaha Mitsubishi menyegarkan Mirage tidak mampu mendongkrak penjualannya.
Dari tahun ke tahun, penjualan Mirage memburuk. Data wholesales Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menunjukan pada Januari-Juni 2018 Mirage hanya laku 259 unit. Periode sama tahun sebelumnya, Mirage terjual 1.076 unit.
Mitsubishi menduga pasar Mirage yang berada di kelas city car sudah banyak direbut mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC). Munculnya pilihan mobil murah lima dan tujuh penumpang membuat banyak konsumen meninggalkan city car.
Tidak hanya itu, Intan mengira munculnya mobil Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) yang dihargai 'murah meriah' seperti Wuling Confero juga membuat Mirage semakin sulit bergerak.
"Banyak persaingan, antara low MPV dan LCGC. Dua bulan ke depan, kalau pasar tidak membaik, ya kami tidak lanjutkan," ujarnya. Menurut Intan jika Mitsubishi kesampaian menghentikan penjualan Mirage, pihaknya mempunyai rencana mengalihkan calon konsumen Mirage untuk membeli Xpander. (fea)
Deputi Kepala Grup Perencanaan dan Grup Komunikasi MMKSI Intan Vidiasari menyampaikan sampai saat ini sisa stok Mirage sekitar 200 unit. Intan memprediksi, stok itu bakal habis hingga dua bulan ke depan.
"Jadi Juli memang tidak ada lagi CBU (Completely Build Up) dari Thailand. Makanya kami lihat, karena pasarnya semakin mengecil," kata Intan di BSD, Tangerang akhir pekan lalu.
Lihat juga:Delica Pensiun, Mirage di Ujung Tanduk |
Keinginan Mitsubishi menyetop penjualan Mirage disadari setelah impor CBU dari Thailand dihentikan sejak Juli 2018. Mitsubishi menjelaskan belum memiliki rencana melanjutkan impor Mirage.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mirage pertama kali meluncur di Indonesia pada 2012, kemudian edisi penyegarannya muncul pada 2016. Usaha Mitsubishi menyegarkan Mirage tidak mampu mendongkrak penjualannya.
Dari tahun ke tahun, penjualan Mirage memburuk. Data wholesales Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menunjukan pada Januari-Juni 2018 Mirage hanya laku 259 unit. Periode sama tahun sebelumnya, Mirage terjual 1.076 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Harga LCGC 'Disunat' di GIIAS 2018 |
Tidak hanya itu, Intan mengira munculnya mobil Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) yang dihargai 'murah meriah' seperti Wuling Confero juga membuat Mirage semakin sulit bergerak.
"Banyak persaingan, antara low MPV dan LCGC. Dua bulan ke depan, kalau pasar tidak membaik, ya kami tidak lanjutkan," ujarnya. Menurut Intan jika Mitsubishi kesampaian menghentikan penjualan Mirage, pihaknya mempunyai rencana mengalihkan calon konsumen Mirage untuk membeli Xpander. (fea)