Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, mengungkap, deklarasi dukungan B20 dari Gaikindo tidak pernah melewati masa votum (pemungutan suara) dari para anggota.
"Tidak ada perkataan sepakat bulat, tapi yang kami dengar akan mendukung semuanya. Karena kami tidak pernah rapat, lalu voting, Tidak ada. Semuanya kan diam, tidak ada yang menentang juga," ucap Nangoi saat penutupan GIIAS 2018, Sabtu (11/8).
Lihat juga:Cara Hindari Efek Buruk Solar B20 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pernah menjelaskan ada tiga skenario penghematan negara dari kebijakan baru itu dipandang berdasarkan asumsi fluktuasi harga minyak mentah dan impor minyak 42 juta barel per tahun.
Skenario terakhir, negara menghemat US$3,36 miliar (Rp48,72 triliun) dengan asumsi harga minyak mentah US$80 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak B20
Peneliti dari kalangan akademisi pernah menyatakan B20 Biodiesel yang berarti bahan bakar campuran antara 20 persen biodiesel kelapa sawit dan 80 persen solar bisa digunakan umum untuk kendaraan bermesin diesel. Namun, lain dari pemakaian solar, ada dampak berbeda dari B20 yang harus ditanggung konsumen.
Peneliti dari kalangan akademisi pernah menyatakan B20 Biodiesel yang berarti bahan bakar campuran antara 20 persen biodiesel kelapa sawit dan 80 persen solar bisa digunakan umum untuk kendaraan bermesin diesel. Namun, lain dari pemakaian solar, ada dampak berbeda dari B20 yang harus ditanggung konsumen.
Nangoi menyadari dampak itu dan menyebut salah satunya berpengaruh pada kondisi tangki bahan bakar dan usia pakai komponen seperti saringan bahan bakar.
"Yang namanya B20 itu kan mengandung kelapa sawit, itu ada yang namanya soap effect atau efek sabun. Kalau untuk mobil baru, selama tangkinya masih bersih enggak masalah, tapi untuk mobil tua yang banyak kerak-kerak atau apa ini berbahaya, harus bersihkan dulu," ucap Nangoi.
Para anggota Gaikindo pun sudah menyadari efek itu yang nantinya akan menjadi beban konsumen. Salah satunya yaitu Isuzu yang menjelaskan masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang penggunaan B20 pada kendaraan konsumen.
(mik)
"Yang namanya B20 itu kan mengandung kelapa sawit, itu ada yang namanya soap effect atau efek sabun. Kalau untuk mobil baru, selama tangkinya masih bersih enggak masalah, tapi untuk mobil tua yang banyak kerak-kerak atau apa ini berbahaya, harus bersihkan dulu," ucap Nangoi.
Para anggota Gaikindo pun sudah menyadari efek itu yang nantinya akan menjadi beban konsumen. Salah satunya yaitu Isuzu yang menjelaskan masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang penggunaan B20 pada kendaraan konsumen.