Mengutip AFP, Jumat (5/10), recall terbaru melibatkan sejumlah model, yaitu Prius dan Auris hybrid yang diproduksi antara Oktober 2008 dan November 2014.
Dalam keterangan resmi Toyota, pihaknya menarik lebih dari satu juta mobil yang terkena dampak di Jepang, yakni 830 ribu beredar di Amerika Utara, 290 ribu unit di Eropa, 3 ribu di China, dan sisanya tersebar di sejumlah negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ada masalah dalam perangkat lunak sistem hybrid mobil yang menyebabkan sistem peringatan lampu terganggu diikuti kerusakan sistem kekuatan energi kemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian transportasi Jepang mengatakan Toyota telah melaporkan tiga kasus kerusakan, namun beruntung belum terjadi kecelakaan.
Di dunia, Toyota telah menjual lebih dari 10 juta kendaraan hybrid bermesin bensin, termasuk Prius, sejak tahun 1997. Pada tahun 2016, Toyota mengumumkan penarikan terhadap 3,37 juta unit mobil di dunia karena masalah dengan kantong udara dan unit kontrol emisi bahan bakar. (mik)