Toyota Tarik 2,4 Juta Hybrid di Dunia
AFP | CNN Indonesia
Sabtu, 06 Okt 2018 01:00 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota mengumumkan menarik lebih dari 2,4 juta mobil hybrid di dunia. Pengumuman ini satu bulan setelah recall 1,03 mobil hybrid Toyota yang dapat menimbulkan risiko kebakaran.
Mengutip AFP, Jumat (5/10), recall terbaru melibatkan sejumlah model, yaitu Prius dan Auris hybrid yang diproduksi antara Oktober 2008 dan November 2014.
Dalam keterangan resmi Toyota, pihaknya menarik lebih dari satu juta mobil yang terkena dampak di Jepang, yakni 830 ribu beredar di Amerika Utara, 290 ribu unit di Eropa, 3 ribu di China, dan sisanya tersebar di sejumlah negara.
Dijelaskan pabrikan bahwa mobil-mobil yang terlibat dalam penarikan bulan ini pernah ditarik pada tahun 2014 dan 2015 disebabkan kerusakan berbeda.
Sebelumnya ada masalah dalam perangkat lunak sistem hybrid mobil yang menyebabkan sistem peringatan lampu terganggu diikuti kerusakan sistem kekuatan energi kemudi.
Sementara masalah yang teridentifikasi baru-baru ini lebih fatal, yaitu mesin mati saat tengah digunakan.
"Jika ini terjadi, mesin kendaraan bisa kehilangan daya dan mati. Sementara power steering dan pengereman tetap beroperasi, dalam situasi mobil berkecepatan tinggi dapat meningkatkan risiko kecelakaan," kata Toyota.
Kementerian transportasi Jepang mengatakan Toyota telah melaporkan tiga kasus kerusakan, namun beruntung belum terjadi kecelakaan.
Di dunia, Toyota telah menjual lebih dari 10 juta kendaraan hybrid bermesin bensin, termasuk Prius, sejak tahun 1997. Pada tahun 2016, Toyota mengumumkan penarikan terhadap 3,37 juta unit mobil di dunia karena masalah dengan kantong udara dan unit kontrol emisi bahan bakar. (mik)
Mengutip AFP, Jumat (5/10), recall terbaru melibatkan sejumlah model, yaitu Prius dan Auris hybrid yang diproduksi antara Oktober 2008 dan November 2014.
Dalam keterangan resmi Toyota, pihaknya menarik lebih dari satu juta mobil yang terkena dampak di Jepang, yakni 830 ribu beredar di Amerika Utara, 290 ribu unit di Eropa, 3 ribu di China, dan sisanya tersebar di sejumlah negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ada masalah dalam perangkat lunak sistem hybrid mobil yang menyebabkan sistem peringatan lampu terganggu diikuti kerusakan sistem kekuatan energi kemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian transportasi Jepang mengatakan Toyota telah melaporkan tiga kasus kerusakan, namun beruntung belum terjadi kecelakaan.
Di dunia, Toyota telah menjual lebih dari 10 juta kendaraan hybrid bermesin bensin, termasuk Prius, sejak tahun 1997. Pada tahun 2016, Toyota mengumumkan penarikan terhadap 3,37 juta unit mobil di dunia karena masalah dengan kantong udara dan unit kontrol emisi bahan bakar. (mik)