Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menjelaskan bahwa alasan 'menggeser' kedua MPV andalan Honda dan Toyota adalah karena isu keselamatan dan kenyamanan penumpang kabin.
Menanggapi hal tersebut, Executive General Manager Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto menilai terpilihnya Xpander menjadi alat transportasi awak kabin Garuda Indonesia adalah hal biasa dan hak semua konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya dicoba saja dulu. Kalau kami masih berasumsi bahwa Avanza dan Xenia adalah produk kolaborasi yang cocok untuk konsumen Indonesia," ucap Soerjo meyakini.
Dijelaskan Soerjo salah satu keunggulan Avanza yang tak dimiliki Xpander adalah sistem gerak roda belakang. Avanza, low MPV pertama penggerak roda belakang di Indonesia yang diakui Soerjo didesain untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri.
'Tapi pilihan penggerak roda belakang masih menjadi pilihan utama untuk konsumen. Itu terbukti dari penjualan 6.000-7.000 unit sebulan," tukas Soerjo.
Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy yang dihubungi CNNIndonesia.com tak ingin berkomentar banyak menanggapi alasan Garuda Indonesia. Honda sendiri diketahui telah menyuplai Mobilio ke perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut sejak 2016.
"Nggak tahu ya. Setahu saya memamng mereka mencoba berbagai merek rasanya. Jadi mungkin ada perbandingannya," tutup Jonfis. (ryh/mik)