ESDM Bongkar Mesin Diesel Kendaraan Uji B40, Bagaimana Hasilnya?

CNN Indonesia
Selasa, 29 Nov 2022 20:30 WIB
Menurut Kementerian ESDM B40 tidak memberi dampak signifikan pada komponen mesin di salah satu dari delapan kendaraan uji usai dikendarai 50 ribu km. Menurut Kementerian ESDM B40 tidak memberi dampak signifikan pada komponen mesin di salah satu dari delapan kendaraan uji usai dikendarai 50 ribu km. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membongkar mesin diesel kendaraan uji Biodiesel 40 (B40) setelah dipakai sesuai target 50 ribu km. Hasilnya B40 diklaim tidak memberi dampak signifikan pada komponen mesin dan tak ada efek negatif pada performa kendaraan uji.

Pemerintah telah memulai serangkaian uji kendaraan sejak Juli menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu B40 dan B30D10.

B40 adalah bahan bakar dengan formula campuran 40 persen Biodiesel dan 60 persen Solar. Sedangkan B30D10 menggunakan formula 30 persen Biodiesel, 10 persen Diesel Nabati/Diesel Biohidrokarbon/HVO dan 60 persen Solar.

Pengujian dilakukan terhadap delapan kendaraan, empat di antaranya kendaraan di bawah 3,5 ton dengan target harian jarak tempuh 560 km dan total 50 ribu km. Empat kendaraan diesel lainnya yaitu di atas 3,5 ton. Target kelompok ini 400 km per hari hingga total 40 ribu km.

Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan Kementerian ESDM Edi Wibowo menjelaskan mesin kendaraan di bawah 3,5 ton dilakukan pembongkaran mesin (overhaul) setelah menempuh jarak 50 ribu km.

Pembongkaran ini dilakukan oleh Laboratorium Aplikasi Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), pihak yang juga melakukan uji jalan, rating awal komponen mesin dan rating akhir komponen mesin.

Kepala Lemigas Ariana Soemanto mengatakan pihaknya menganalisa pengaruh B40 terhadap komponen internal mesin.

Rating akhir komponen mesin diukur dan dianalisis mengacu pada ASTM Manual 20. Pengujian dilakukan pada komponen Intake Valve Deposits (IVD) dan Combustion Chamber Deposits (CCD) dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah.

Menurut penjelasan Kementerian ESDM, tidak ditemukan keausan komponen mesin pada kendaraan uji P1 yang menggunakan B40 dan B30D10 setelah diuji jalan 50 ribu km.

"Hasil pengukuran komponen mesin seperti ring gap, side ring clearance dan cylinder bore liner secara keseluruhan memenuhi spesifikasi limit batasan maksimal sesuai dengan buku manual mesin pabrikan," tulis Kementerian ESDM.

Berdasarkan pengamatan visual, goresan yang terjadi pada skirt piston kendaraan uji P1 dianggap sebagai hal normal dalam proses pembakaran. Goresan yang diistilahkan scratch itu dikatakan bukan disebabkan bahan bakar.

"Setelah peninjauan semua hasil pengujian, bahan bakar B40 dan B30D10 tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap komponen mesin kendaraan uji P1 dan tidak berdampak negatif pada performa kendaraan uji sampai dengan akhir uji jalan 50.000 km," tulis Kementerian ESDM.

Tenaga Ahli Teknik Mesin dari Akademisi ITB, Iman K. Reksowardojo memaparkan B40 memiliki kelebihan dan kekurangan.

"Kelebihannya yaitu memiliki sifat biodegradable yang dapat berubah kembali ke alam dengan cepat, namun hal tersebut sebuah tantangan karena bahan bakar mudah berubah jadi jika tidak dilakukan handling dengan baik kemungkinan akan tidak sesuai dengan spesifikasi. Hal itu yang perlu disosialisasikan," ucap dia.

Salah satu tantangan pada B40, kata Iman, adalah perlu memperketat spesifikasi bahan bakar seperti parameter stabilitas oksidasi bahan bakar yang berhubungan dengan injektor sebagai efek penambahan campuran biodiesel.

Selain itu disebut juga ada potensi kandungan monogliserida yang berkaitan dengan kekhawatiran saringan bahan bakar tersumbat di suhu dingin.

"Namun saat ini kandungan monogliserida sudah ditekan sekecil mungkin. Tantangannya adalah kandungan air yang mana biodiesel memiliki sifat higroskopis, tetapi dalam spesifikasi sudah diperketat sehingga harapannya pada B40 problem korosif dan lain lain itu bisa dihindari," ucap Iman.

(dmr/fea)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER