Beda Nasib dari Xpander, Livina Melorot 4 Tahun Tanpa Penyegaran

CNN Indonesia
Jumat, 20 Jan 2023 16:00 WIB
Nasib mobil kembar Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander bagai Bumi dan langit, sejauh ini tak ada tanda-tanda Nissan mau menyegarkan Livina. Nasib mobil kembar Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander bagai Bumi dan langit, sejauh ini tak ada tanda-tanda Nissan mau menyegarkan Livina. (nissan.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan Nissan Livina di Indonesia terekam tidak berkembang, bahkan cenderung menurun diduga akibat model ini tak kunjung mendapat penyegaran sejak dirilis pada 2019. Hingga memasuki 2023 Livina masih menggunakan wajah lama.

Tampilan Livina masih sama sejak generasi anyar mobil tersebut dirilis menggantikan Grand Livina sekitar empat tahun lalu. Kala itu desain model dirombak total menggunakan basis platform rekan aliansi Nissan, Mitsubishi, yaitu Xpander.

Tapi berbeda dari Livina, Xpander sudah mengalami perubahan desain besar dengan berbagai spesifikasi menyesuaikan pasar.

Perubahan Xpander juga meliputi kedatangan Cross, varian bergaya low SUV yang ikut menyumbangkan penjualan secara keseluruhan.

"Livina sampai hari ini masih dijual. Tapi terus terang (untuk rencana facelift) kami masih bicarakan," kata Tan Kim Piauw, Sales & Marketing Director Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) mengutip detik, Jumat (20/1).

Tan menambahkan prinsipal Nissan dari Jepang akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat. Kedatangan mereka akan membicarakan bisnis dan kemungkinan juga membahas masalah ini.

"Nanti bulan ini kita ada rapat dengan mereka (prinsipal Nissan). Mereka datang ke Indonesia membicarakan pengembangan bisnis, dan saya yakin salah satu juga dibicarakan mengenai Livina ini," ujarnya.

Pengaruhi penjualan

Jumlah penjualan Livina terus turun dari tahun ke tahun. Pada 2022 angka wholesales atau distribusi ke dealer hanya 1.097 unit.

Ini terpaut sangat jauh ketimbang catatan Xpander sebanyak 47.820 unit pada 2022.

Sementara pada 2021 Livina laku 2.015 unit, sedangkan 2020 sebanyak 9.082 unit. Pada tahun pertama peluncuran yaitu 2019 Livina memiliki angka distribusi 8.896 unit.

Susilo Darmawan, Head of Retailer Indomobil Group, yang juga salah satu petinggi di Nissan di Tanah Air pernah mengatakan salah satu penyebab Livina 'hilang arah' yakni kejenuhan konsumen akibat produk itu tak pernah mendapat penyegaran.

Penyegaran Livina yang dilakukan saat ini bisa disebut hanya versi dealer.

"Ya seperti dibilang tadi diluncurkan dari 2019, tapi tidak pernah ada ubahan. Mitsubishi sudah mengembangkan, tapi kami tidak berkembang. Dengan beda price tidak signifikan, ya mungkin konsumen mulai belajar. Jadi ya mulai ke value," kata Susilo.

Susilo menilai Livina masa kini jauh berbeda dari sebelumnya atau yang dahulu dikenal sebagai Grand Livina. Hal tersebut yang ia nilai telah dirasakan semua konsumen Nissan di Tanah Air.

"Dengan sekarang yang Livina baru ini pergerakan lambat konsumen lama-lama mikir kok tidak se-hype yang dulu," ungkap Susilo.

[Gambas:Video CNN]



(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER