Pakar Berkendara Sorot Psikis Sopir Rantis Brimob yang Lindas Ojol

CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2025 15:00 WIB
Menurut pakar keselamatan berkendara, bisa jadi ada tekanan dari luar dan dalam kendaraan, yang menjadi masalah psikis sopir rantis Brimob.
Menurut pakar keselamatan berkendara, bisa jadi ada tekanan dari luar dan dalam kendaraan, yang menjadi masalah psikis sopir rantis Brimob. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah insiden tragis terjadi ketika kendaraan taktis (rantis) Brimob diduga jenis Rimueng menabrak serta melindas pria bernama Affan Kurniawan, yang merupakan pengemudi ojek online (ojol) hingga tewas. Peristiwa itu terjadi kala satuan Brimob sedang membubarkan aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8).

Kejadian ini, yang terekam dalam video viral di media sosial, sontak mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali pakar keselamatan berkendara. Rasa panik sopir akibat tekanan, disinyalir menjadi penyebab hal tersebut bisa terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jusri Pulubuhu, praktisi keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan faktor manusia dapat menjadi sebab utama insiden itu. Misalnya, tekanan yang diperoleh pengemudi baik dari luar kendaraan, atau dari dalam kabin mobil itu sendiri.

"Ingat bahaya yang tidak banyak diketahui orang adalah masalah psikis," kata Jusri saat dihubungi, Jumat (29/8).

Ia menerangkan ketika satuan Brimob sedang berada di dalam rantis untuk mengurai massa, pengemudi mobil pasti menghadapi tekanan dari luar akibat situasi yang tak kondusif.

Banyak massa lalu lalang, belum lagi teriakan hingga aksi lemparan yang mereka peroleh. Sementara itu pengemudi juga diduga mendapat tekanan dari dalam oleh partner atau atasan yang memiliki pangkat dan jabatan lebih tinggi, bersamaan dengan situasi yang terus memanas di luar.

"Jadi tentu pasti ada penurunan kemampuan kognitifnya. Nah akibatnya keputusan yang diambil terkadang tergesa-gesa. Nah itu yang terjadi mungkin pada sopir, situasi di luar keruh, pasti akan merasa terancam dan tertekan," ucapnya.

"Itu karena eksternal, tapi di dalam kabin, pasti ada tekanan juga. Misalnya komando dari atasan, atau hal-hal lain, seperti arahan ambil kiri, terus kanan, gas, pastinya, hal itu akan mengintimidasi. Dalam kondisi tersebut, tertekan pasti," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Jusri menyesalkan musibah ini dapat terjadi. Baginya juga, pengemudi ojol tersebut cukup berani mengambil risiko berada di area kericuhan, sementara kabarnya dia bukan bagian dari peserta aksi unjuk rasa.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (28/8), saat aparat kepolisian tengah berupaya membubarkan massa yang terus meluas dari depan Gedung DPR.

Dalam video di media sosial, terlihat seorang pria berjaket hijau, belakangan diketahui bernama Affan Kurniawan, ditabrak rantis di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Insiden itu langsung memicu amarah massa, sehingga pengemudi rantis memilih tancap gas dan diduga melindas tubuh korban.
Menurut keterangan saksi, Affan kala itu tengah bekerja menyelesaikan orderan, bukan bagian dari massa unjuk rasa.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER