Pabrik BYD di Subang Masuk Tahap Akhir, Diklaim Serap 3 Ribu Pekerja
Pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang, Jawa Barat, diklaim telah memasuki tahap akhir. Fasilitas tersebut ditargetkan segera beroperasi dan diklaim mampu menyerap hingga 3 ribu tenaga kerja.
Hal ini disampaikan perwakilan perusahaan asal China tersebut di hadapan salah satu pejabat Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyampaikan 3 ribu orang telah dipersiapkan untuk bekerja pada pusat manufaktur BYD di Subang, Jawa Barat. Mereka akan bekerja di berbagai bagian produksi mulai dari stamping, painting, hingga perakitan.
"Di manufaktur sekitar 3 ribu orang, namun beroperasi dalam waktu dekat," kata Luther saat menjawab pertanyaan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Setia Diarta di kantornya, Rabu (22/4).
Ia menambahkan pembangunan fasilitas tersebut kini telah memasuki fase akhir sebelum produksi massal dimulai. Tahun lalu, BYD sempat menguraikan produksi mobil listrik di Indonesia bakal dilakukan pada kuartal pertama 2026, tetapi hingga kini belum juga dilakukan.
Luther tak menjelaskan lebih jauh kapan waktu pasti produksi dalam negeri dimulai.
"Oh iya, kami sudah sampai di tahap-tahap akhir untuk sesegera mungkin melakukan produksi secara massal. Jadi saya sampaikan bahwa dalam proses manufacture itu khususnya mengintegrasikan equipment dibutuhkan waktu yang memang cukup panjang dan kami harus memastikan produk yang diproduksi dari fasilitas kami ini 100 persen secara kualitas itu memenuhi standar," ujarnya.
"Namun yang pasti beberapa sertifikat penting kita sudah dapatkan seperti sertifikat IKD untuk kendaraan-kendaraan yang akan diproduksi, kita juga sudah mendapatkan sertifikat LCEV dan beberapa SS yaitu sertifikat standar untuk kelayakan manufacture," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, penyerapan tenaga kerja pada tahap awal akan difokuskan pada sektor produksi guna mengejar target operasional tahun ini. Perusahaan juga telah menyiapkan sumber daya manusia di berbagai sektor pendukung.
"Semuanya itu kami telah integrasikan saat ini untuk siap beroperasi sesegera mungkin," tutur Luther.
(ryh/fea)