Babak Belur, VW PHK 100 Ribu Pekerja dan Tutup Pabrik di Jerman

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 13:09 WIB
PHK di Volkswagen dilakukan karena penjualan yang merosot tertekan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) dan kalah bersaing dengan mobil Jepang dan China. REUTERS/Fabian Bimmer
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW) mengumumkan akan mengurangi 100 ribu pekerja hingga akhir dekade ini.

Mengutip AFP, Rabu (9/9) PHK dilakukan karena penjualan yang merosot tertekan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) dan kalah bersaing dengan mobil Jepang dan China.

Perusahaan mengatakan bahwa manajemen dan serikat pekerja telah sepakat untuk memangkas 50 ribu posisi lagi hingga 2030, sehingga total PHK yang direncanakan mencapai 100 ribu atau sekitar 15 persen dari total karyawan perusahaan di seluruh dunia.

Angka ini melampaui pengurangan 50 ribu pekerjaan yang dilakukan General Motors setelah perusahaan itu menyatakan bangkrut pada 2009.

"Sangatlah penting untuk menyelaraskan jumlah tenaga kerja secara sistematis dengan realitas ekonomi," bunyi keterangan resmi VW.

Selain itu, empat pabrik di Jerman -di Hannover, Emden, Zwickau, dan Neckarsulm- juga terancam ditutup dalam delapan tahun ke depan. Penutupan pabrik-pabrik ini akan menjadi kali pertama VW menutup pabrik berskala penuh di negara asalnya.

"Jika pabrik ini benar-benar ditutup, Anda bisa menandainya dengan titik hitam besar di peta," ujar Martin Lehmann, pekerja di fasilitas Zwickau sejak 2012, kepada AFP.

"Pabrik ini dan lapangan kerja di sekitarnya-termasuk para pemasok kami-merupakan penggerak utama bagi seluruh wilayah ini."

Sebelumnya pemerintah Jerman berupaya membujuk Volkswagen Grup (VW) agar mempertimbangkan untuk menutup pabriknya di Jerman yakni di Hanover, Emden, dan Zwickau, serta pabrik Audi di Neckarsulm dan berpotensi memangkas hingga 100 ribu pekerjaan.

Keputusan menutup pabrik imbas anjloknya laba perusahaan sebesar 44 persen seiring memburuknya kondisi pasar dampak tekanan dari perusahaan otomotif China dan aturan tarif Amerika Serikat hingga peningkatan biaya.

Rencana penutupan pabrik oleh produsen mobil terbesar di Eropa merupakan pukulan telak bagi pemerintah Jerman yang tengah berupaya mendongkrak perekonomian yang lesu.

(afp/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK