“Yang masih mungkin dilakukan adalah penambahan jumlah komisi. Selain itu ada beberapa alat kelengkapan dewan yang belum menggelar pemilihan pimpinan. Ada juga pimpinan alat kelengkapan dewan yang belum lengkap seperti Badan Urusan Rumah Tangga dan Badan Anggaran DPR,” ujar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11).
Ia menyatakan, semua opsi untuk mengakomodasi keterwakilan KIH masih dapat dibicarakan. “Karena itu mari bicara. Tapi tolong masuk dulu ke alat kelengkapan dewan, sebab musyawarah mufakat bisa dilakukan di alat kelengkapan dewan, termasuk komisi. Di luar itu, susah,” kata Fahri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika KIH bersedia menaruh anggota-anggotanya di alat kelengkapan dewan hari ini juga, ujar Fahri, maka besok paripurna bisa langsung digelar dan DPR bisa segera bekerja. “Mau mengubah UU, mengubah Tata Tertib DPR, mengubah komposisi pimpinan komisi, semua jadi akan bisa dibahas di alat kelengkapan dewan,” kata Fahri.
Sementara Ketua DPR Setya Novanto mengatakan dualisme di parlemen akan berakhir dalam waktu dekat. “Kami (akan) jalankan sesuai dengan keinginan KIH. Pokoknya saya akan memberikan yang terbaik agar kedua belah pihak (KIH dan KMP) bisa menjalankan DPR dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.